Banjarbaru – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan dihentikan sementara sejak 13 September 2026. Penghentian dilakukan karena berdasarkan hasil pemantauan, tidak lagi ditemukan awan potensial untuk pelaksanaan penyemaian.
Meski OMC dihentikan sementara, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tetap menjaga kesiapsiagaan untuk mengantisipasi apabila kondisi cuaca kembali memungkinkan dilaksanakannya modifikasi cuaca.
Kasubbid Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kalsel, Ariansyah, baru baru ini mengatakan, penghentian OMC dilakukan setelah tidak ditemukan lagi awan – awan potensial yang dapat digunakan pada proses penyemaian.
“Untuk sementara OMC kita hentikan karena sudah tidak ditemukan awan-awan potensial untuk dilakukan penyemaian,” ujar Ariansyah.
Menurutnya, penghentian tersebut bukan berarti kesiapsiagaan terhadap kebakaran hutan dan lahan dihentikan.
“Pemerintah daerah tetap menyiapkan dukungan dan peralatan untuk mengantisipasi perubahan kondisi cuaca,” lanjutnya.
Ariansyah menyebutkan, satu pesawat Caravan tetap disiagakan di Bandara Syamsudin Noor.
Selain pesawat, bahan yang diperlukan untuk pelaksanaan OMC juga tetap tersedia dan disiagakan.
Kesiapsiagaan tersebut dilakukan agar ketika kembali ditemukan awan yang memenuhi potensi untuk pelaksanaan modifikasi cuaca, operasi dapat segera dilakukan.
“Dengan tetap menyiagakan pesawat dan bahan OMC, pemerintah daerah dapat lebih cepat merespons apabila kondisi atmosfer kembali memungkinkan dilakukannya penyemaian awan untuk mendukung penanganan karhutla,” tutupnya. (MRF/RIW/EPS)

