Komisi II DPRD Kalsel Perkuat Wawasan Ekonomi dan Keuangan Lewat Kunjungan ke Kalteng

Kalimantan Tengah – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas pelaksanaan tugas kedewanan, khususnya dalam bidang ekonomi dan keuangan daerah.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Senin (7/9).

Rombongan Komisi II DPRD Kalsel dipimpin Firman Yusi, bersama sejumlah anggota Komisi II. Kedatangan rombongan disambut Plt. Kabag Persidangan, Perundang-undangan dan Kehumasan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Noormalinda Sari.

Ketua rombongan Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi

Kunjungan kerja ini menjadi kesempatan bagi Komisi II DPRD Kalsel untuk menggali berbagai informasi sekaligus bertukar pengalaman dengan DPRD Kalimantan Tengah.

Pembahasan dalam pertemuan tersebut terutama berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD di bidang ekonomi dan keuangan daerah.
Sejumlah hal menjadi perhatian, di antaranya pelaksanaan fungsi penganggaran, pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, serta upaya mendorong pengelolaan keuangan daerah yang efektif, transparan dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ketua rombongan Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi mengatakan, kunjungan kerja tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan anggota DPRD dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat.

Menurut Firman, pertukaran informasi dengan DPRD dari provinsi lain penting dilakukan. Selain menambah wawasan, pengalaman dari daerah lain dapat menjadi bahan perbandingan dalam menyusun maupun mengawal berbagai kebijakan di daerah.

Ia menilai, setiap daerah memiliki tantangan dan pengalaman masing – masing dalam mengelola sektor ekonomi dan keuangan.

Sumber humas DPRD Kalsel

Karena itu, komunikasi antarlembaga legislatif diperlukan untuk saling berbagi informasi dan mencari berbagai langkah yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kita ingin mendapatkan informasi dan pengalaman yang bisa menjadi bahan masukan dalam menjalankan fungsi DPRD, khususnya yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan. Setiap daerah tentu memiliki pengalaman dan kebijakan yang bisa saling dipelajari,” ujar Firman.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II juga menggali berbagai informasi mengenai pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran yang dilakukan DPRD Kalimantan Tengah.

Fungsi pengawasan menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan kebijakan dan program pemerintah daerah dapat berjalan sesuai dengan ketentuan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Sementara dalam fungsi penganggaran, DPRD memiliki peran strategis dalam membahas dan menyepakati kebijakan anggaran bersama pemerintah daerah, sehingga penggunaan anggaran dapat diarahkan pada program-program yang menjadi prioritas pembangunan.

“Pertukaran pengalaman ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi Komisi II DPRD Kalsel dalam menjalankan tugasnya, terutama menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan pengelolaan keuangan daerah yang terus berkembang,” harapnya.

Plt. Kabag Persidangan, Perundang-undangan dan Kehumasan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Noormalinda Sari, menyambut baik kunjungan kerja Komisi II DPRD Kalsel tersebut.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan diisi dengan diskusi serta pertukaran informasi mengenai pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.

Kunjungan kerja antarlembaga legislatif seperti ini dinilai penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antarprovinsi, khususnya dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Hasil diskusi juga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan ekonomi dan keuangan yang berkembang di Kalimantan Selatan,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Lebih dari 10 Tahun Tak Dikeruk, Yamin Kembalikan Fungsi Kolam Kamboja

Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai mengeruk kolam di kawasan Taman Kamboja, Senin (7/9). Pengerukan dilakukan untuk mengangkat sedimentasi yang menumpuk sekaligus mengembalikan fungsi kolam sebagai ruang retensi air di tengah kota.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR mengatakan, pengerukan menjadi langkah penting untuk mengoptimalkan kembali kapasitas tampung kolam yang diperkirakan lebih dari satu dekade terakhir tidak dikeruk secara menyeluruh.

“Hari ini kita melakukan pengerukan kolam di Taman Kamboja yang diperkirakan mungkin sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah dikeruk secara menyeluruh,” ujar Yamin.

Menurut Yamin, sedimentasi yang selama ini berada di dasar kolam mengurangi ruang tampung air. Karena itu, material yang menumpuk diangkat agar kapasitas kolam dapat kembali optimal.

“Kita ingin mengembalikan fungsi kolam ini sebagai ruang retensi air di tengah kota. Sedimentasi yang menumpuk kita angkat agar daya tampungnya bertambah,” katanya.

Optimalisasi tersebut diharapkan memperkuat kemampuan kawasan menahan sementara limpasan air ketika terjadi hujan deras.

Dengan fungsi retensi yang kembali optimal, kolam dapat menjadi salah satu bagian dari upaya mengurangi potensi genangan di kawasan perkotaan.

Bagi Yamin, pengendalian air di Banjarmasin tidak dapat dilakukan parsial. Sungai, drainase hingga ruang retensi perlu dikelola sebagai bagian dari sistem yang saling mendukung.

“Sehingga ketika hujan deras kolam ini dapat menahan sementara limpasan air dan membantu mengurangi genangan,” tekannya.

Ia menegaskan, pembenahan sistem pengendalian air akan dilakukan bertahap dan berkelanjutan, termasuk dengan mengoptimalkan infrastruktur dan ruang – ruang yang memiliki fungsi tampungan air.

“Ini bagian dari upaya kita membenahi pengendalian air di Banjarmasin. Sungai, drainase, dan ruang – ruang retensi harus kita optimalkan bersama. Insyaallah kita kerjakan bertahap dan berkelanjutan,” kata Yamin.

Pengerukan kolam Taman Kamboja ini menjadi salah satu langkah untuk memastikan ruang tampungan air yang berada di kawasan perkotaan dapat berfungsi lebih optimal.

Upaya tersebut sekaligus menempatkan pengelolaan kolam bukan hanya sebagai bagian dari pemeliharaan kawasan taman, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengendalian air kota. (PEMKOBJMSRI/RIW/EPS)

Potensi Awan Hujan Muncul, BNPB Kembali Laksanakan OMC

Banjarbaru – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) kembali dilakukan di langit Kalimantan Selatan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk penanganan karhutla dan kekeringan.

Sebanyak 1 ton garam dibawa pesawat BNPB, berangkat dari Lanud Sjamsuddin Noor, Sabtu (5/9) sore, untuk ditaburkan ke awan hujan yang telah diidentifikasi BMKG.

OMC Kembali Dilaksanakan Untuk Tekan Ancaman Karhutla Di Kalsel

Komandan Lanud Syamsudin Noor, Kolonel Penerbang Hilman L.P. Ambarita mengatakan, pemantauan satelit masih menunjukkan sekitar 600 titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Selatan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan OMC kembali dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah yang membutuhkan pembasahan.

“Sebanyak satu ton garam telah disemai menggunakan pesawat BNPB yang berangkat dari Lanud Syamsudin Noor, Sabtu sore, 5 September 2026,” ungkapnya.

Bahan tersebut ditaburkan pada kawasan yang memiliki potensi awan hujan dan telah diidentifikasi berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sementara itu, Tenaga Ahli Kepala BNPB Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat mengungkapkan, modifikasi cuaca akan dilakukan selama beberapa hari ke depan hingga 9 September 2026.

“Alhamdulillah, setelah satu bulan lebih tidak bisa dilaksanakan karena terkendala tidak adanya awan hujan. Kita bisa laksanakan lagi OMC berkordinasi dengan BMKG dan juga evaluasi tim,” katanya.

Sementara itu, Kasubbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah mengatakan, Kalsel saat ini masih berada dipuncak musim kemarau. Sehingga bantuan OMC untuk menurunkan hujan sangat dibutuhkan dalam penanganan karhutla dan juga kekeringan.

“Kami sangat terimakasih kepada BNPB, hari ini kembali bisa dilaksanakan OMC. Ini ikhtiar kita bersama. Karen hujan sangat dibutuhkan untuk ketersediaan air selain penanganan karhutla dan juga kekeringan,” ujarnya.

Untuk diketahui operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan pada Juli 2026 lalu di langit Kalsel. Setelah sekitar satu bulan tak ada potensi awan hujan hingga kembali dilakukan. (MRF/RIW/EPS)

Exit mobile version