Komisi VIII DPR RI Dorong Penguatan Mitigasi Karhutla di Kalimantan Selatan

Banjarbaru – Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kalimantan Selatan dalam rangka membahas mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan, yang berpotensi terjadi selama musim kemarau.

Kedatangan Komisi VIII DPR RI disambut Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin di Ruang Haji Maksid Setdaprov Kalsel, Jumat (28/8).

Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kalimantan Selatan.

Salah satu perhatian utama adalah karhutla yang memiliki risiko lebih tinggi ketika kondisi cuaca memasuki musim kemarau.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin mengatakan, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sangat penting dalam memperkuat upaya mitigasi serta penanggulangan bencana.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan koordinasi dan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, BPBD, aparat keamanan, hingga masyarakat,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, lanjut Syarifuddin, terus memperkuat langkah mitigasi dan penanggulangan karhutla melalui koordinasi bersama seluruh unsur terkait.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan daerah menghadapi potensi bencana, sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah yang sulit dijangkau.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid mendorong BPBD Kalimantan Selatan, untuk semakin mempererat dan memperkuat upaya mitigasi bencana.

Menurut Abdul Wachid, mitigasi merupakan bagian penting dalam penanggulangan bencana karena langkah pencegahan dan kesiapsiagaan harus dilakukan sebelum bencana terjadi.

“BPBD memiliki peran strategis untuk memastikan kesiapan daerah, baik dari sisi personel, peralatan maupun koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta seluruh unsur terkait,” sahutnya.

Terlebih, kondisi musim kemarau berpotensi meningkatkan risiko terjadinya karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

“Karena itu, kesiapsiagaan harus terus diperkuat agar potensi kebakaran dapat diantisipasi sedini mungkin,” sahutnya.

Abdul Wachid menegaskan, Komisi VIII DPR RI mendorong BPBD Kalsel untuk terus mempererat koordinasi dan sinergi dalam mitigasi bencana.

Dengan koordinasi yang semakin kuat, setiap potensi bencana diharapkan dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Ia juga berharap kesiapan personel, peralatan penanggulangan bencana, serta dukungan lintas sektor terus ditingkatkan. Hal tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat maupun lingkungan.

“Kunjungan kerja ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan kondisi dan kebutuhan Kalimantan Selatan menghadapi potensi bencana, termasuk karhutla,” tutupnya.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, upaya mitigasi diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga mengutamakan pencegahan dan kesiapsiagaan sejak dini. (MRF/RIW/EPS)

Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Karhutla, Korem 101/Antasari Gelar Salat Istisqa

Banjarmasin – Ratusan Prajurit dan PNS serta Persit KCK Koorcabrem 101 menggelar Salat Istisqa di halaman Masjid Miftahul Jannah Korem 101/Antasari, Banjarmasin, Jum’at (28/8).

Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar dan bermunajat memohon kepada Allah SWT agar segera turun hujan di wilayah Kalimantan Selatan yang hingga kini masih dilanda kemarau panjang.

Kegiatan ini dihadiri Danrem 101/Ant Brigjen TNI Ilham Yunus, KH. Ahmad Sawiti, Ustadz Ilham Humaidi, para PJU Korem 101/Antasari, para Dandim dan Danyonif, para Dan/Ka Balak Aju Kodam XXII/TB wilayah Banjarmasin, Ketua Persit KCK Koorcabrem 101 PD XXII/TB, para Prajurit, PNS dan Persit KCK Koorcabrem 101.

Danrem 101/Antasari mengatakan, Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar bersama di tengah karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar batin dan munajat kepada Allah SWT agar diberikan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” harap Brigjen TNI Ilham Yunus.

Ia menyebut kejadian karhutla terbesar tercatat di tiga wilayah, antara lain Kabupaten Banjar, Tanah Laut, dan Kota Banjarbaru.

Beberapa titik kebakaran masih terjadi di kawasan Banjarbaru, di antaranya Guntung Damar, Pengayuan hingga kawasan hutan lindung.

Penanganan karhutla, lanjutnya, terus dilakukan dengan melibatkan personel gabungan terdiri dari pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, masyarakat, dan relawan yang berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering.

Menurutnya, kemarau panjang yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah wilayah, tetapi yang paling dirasakan yaitu terjadinya kebakaran hutan dan lahan, hingga dampak terhadap kesehatan seperti ISPA dan aktivitas perekonomian masyarakat.

Korem 101/Antasari telah melaksanakan berbagai upaya dalam pencegahan karhutla, mulai sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, patroli terpadu, pemantauan wilayah, pemadaman melalui jalur darat, serta dukungan operasi udara melalui water bombing dan upaya modifikasi cuaca. Korem 101/Antasari juga akan membuat sumur bor disejumlah titik-titik vital.

“Mudah-mudahan munajat kita dengan beristighfar memohon ampun dan Salat Istisqa ini dikabulkan Allah SWT, turun hujan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (PENREM-RIW/EPS)

Empat Nakes RSD Idaman Raih Penghargaan Nakes Teladan Tingkat Provinsi Kalsel 2026

Banjarbaru — Empat tenaga kesehatan (nakes) perwakilan Rumah Sakit Daerah (RSD) Idaman Kota Banjarbaru, berhasil mengukir prestasi membanggakan pada Seleksi Penganugerahan Tenaga Kesehatan Teladan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam Puncak Acara Penganugerahan Penghargaan bagi Tenaga Kesehatan Teladan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarmasin, Rabu (26/8).

Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen RSD Idaman Kota Banjarbaru, menghadirkan inovasi, meningkatkan mutu pelayanan, serta memberikan layanan kesehatan berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.

Empat tenaga kesehatan RSD Idaman Kota Banjarbaru yang berhasil meraih penghargaan tersebut yakni:

Terbaik I Kategori Teknik Biomedika (ATLM)
Nakes: Rosida Arisanti, Amd.AK
Inovasi: “Dandaman” (Aplikasi Donor Darah Idaman).
Deskripsi: Aplikasi ini hadir untuk memberikan kemudahan dan efektivitas pengelolaan informasi serta pelayanan donor darah di lingkungan RSD Idaman Kota Banjarbaru.

Terbaik II Kategori Keperawatan
Nakes: Ns. Akhmad Azhar Basyir, S.Kep.
Inovasi: “SI IDAMAN BERKAH” (Sistem Identifikasi dan Monitoring Aktivitas Ibadah serta Nilai Rohaniah Berbasis Keperawatan Holistik).
Deskripsi: Inovasi ini mengintegrasikan pendekatan spiritual dalam asuhan keperawatan holistik, memastikan kebutuhan psikologis dan rohani pasien terpenuhi secara seimbang bersama perawatan fisik.

Terbaik III Kategori Dokter
Nakes: dr. William Saputra Sapang
Inovasi: “Kartu Resusitasi Neonatus”.
Deskripsi: Sarana penunjang kesiapsiagaan dan ketepatan tindakan resusitasi pada bayi baru lahir yang membutuhkan penanganan medis secara cepat dan darurat.

Terbaik III Kategori Dokter Spesialis (Bedah)
Nakes: dr. Dyah Paramita, Sp.B
Inovasi: “PARAMITA” (Panduan Rawat Luka Mandiri Tanpa Takut).
Deskripsi: Program edukasi interaktif untuk mendampingi pasien agar dapat merawat luka secara mandiri di rumah dengan benar, aman, dan percaya diri.

Direktur RSD Idaman Kota Banjarbaru, dr. Danny Indrawardhana, menyampaikan apresiasi setinggi – tingginya atas pencapaian para nakes tersebut.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi empat nakes kami yang sukses meraih predikat Nakes Teladan tingkat provinsi tahun ini. Capaian ini membuktikan tenaga kesehatan RSD Idaman memiliki dedikasi, kompetensi tinggi, serta semangat inovasi yang berkelanjutan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar dr. Danny.

Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan individu, melainkan pencapaian bersama seluruh keluarga besar RSD Idaman Kota Banjarbaru.

“Inovasi yang dihadirkan memberikan dampak langsung pada peningkatan mutu pelayanan. Kami berharap raihan ini memotivasi seluruh jajaran di RSD Idaman untuk terus berkreasi, meningkatkan kapasitas, serta konsisten menyajikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan humanis,” pungkasnya. (RSDIDAMAN-RIW/EPS)

DWP Kota Banjarmasin Resmi Dikukuhkan

Banjarmasin – Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banjarmasin Masa Bakti 2024 – 2029 resmi dikukuhkan, pengukuhan dilakukan langsung Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah, di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, Kamis (27/8).

Pengukuhan pengurus organisasi yang diketuai Farida Rachmawati tersebut, turut dihadiri Penasihat DWP Banjarmasin, Neli Listriani, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, Kepala SKPD Lingkup Kota Banjarmasin dan sejumlah Ketua DWP se-Kalimantan Selatan.

Ket foto : Ketua DWP Banjarmasin Farida Rachmawati

Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah menyampaikan, apresiasi terhadap pelaksanaan pengukuhan DWP Kota Banjarmasin. Ia menilai sejumlah program yang disampaikan dalam kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan organisasi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, program – program yang dirancang DWP Kota Banjarmasin menunjukkan semangat dan komitmen untuk berkembang.

“Saya merasakan ada semangat yang luar biasa. Sepertinya Dharma Wanita Kota Banjarmasin akan maju pesat,” ujarnya.

Ia menilai DWP dapat mengambil peran membantu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia mendorong agar setiap kegiatan DWP, seperti bazar maupun kegiatan lainnya, turut menjadi ruang untuk memasarkan produk – produk UMKM lokal.

Selain mendukung perekonomian, Ia berharap kegiatan DWP juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat.

“Jadi, kegiatan Dharma Wanita tidak hanya bermanfaat bagi internal organisasi, tetapi juga dapat membantu UMKM dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu Ketua DWP Kota Banjarmasin, Farida Rachmawati menyebut bidang pendidikan menjadi salah satu konsentrasi utama pihaknya melalui kegiatan pendampingan anak-anak sekolah.

Pengurus dan staf DWP turut membersamai siswa dalam kegiatan belajar bersama, memberikan pendidikan, hingga menghadirkan berbagai inovasi di lingkungan sekolah.

“Karena konsentrasi kami itu di pendidikan, ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Pada bidang ekonomi, DWP Kota Banjarmasin berupaya mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif, khususnya bagi anggota. Salah satunya melalui kegiatan bazar yang digelar dalam setiap pertemuan, sehingga produk hasil kreativitas anggota dapat dipasarkan dan memiliki nilai ekonomis.

Sementara di bidang sosial, DWP turut menjalankan berbagai kegiatan kepedulian kepada masyarakat. Di antaranya membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu melalui pemberian bantuan kebutuhan sekolah pada awal tahun ajaran.

“Diharapkan Dharma Wanita Persatuan ini tidak hanya dipandang sebagai organisasi pelengkap pendukung istri ASN, tapi juga dapat hadir, berkembang, dan bermanfaat tidak hanya untuk anggotanya, tapi juga untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, DWP Kota Banjarmasin diharapkan dapat terlibat dalam program sosial yang dijalankan DWP tingkat provinsi, termasuk program bantuan untuk kelompok masyarakat yang terdampak karhutla.

Sebelumnya, DWP bersama organisasi wanita lainnya juga turut berpartisipasi dalam pembagian masker kepada masyarakat melalui GOW.

Menurutnya, kolaborasi menjadi salah satu kunci agar berbagai program DWP dapat memberikan dampak yang optimal. Dengan tiga pilar program tersebut, DWP Kota Banjarmasin berkomitmen menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat bagi anggota, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. (PEMKOBJM-SRI/RIW/EPS)

150 Personel Fokus Basahi Titik Rawan Karhutla Hutan Lindung Liang Anggang

Banjarbaru – Sebanyak 150 personel dikerahkan setiap hari untuk melakukan pembasahan lahan gambut di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru.

Penanganan difokuskan pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk mencegah bara kembali berkembang menjadi api dan memicu kabut asap.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel, Fathimatuzzahra mengatakan, operasi melibatkan Dishut, DLH, Dinas PUPR, Manggala Agni, KPH Kayu Tangi serta unsur lainnya.

TNI Angkatan Laut turut mengerahkan sekitar 27–35 personel, sementara Dinas Sosial mendukung melalui dapur umum.

“Sebanyak 150 personel hadir setiap hari. Dari Angkatan Laut juga kurang lebih 27 sampai 35 personel,” ujarnya di Posko Hutan Lindung Liang Anggang, Kamis (27/8).

Personel bekerja dengan sistem sif dan disebar melalui sejumlah pos. Dari sekitar 960 hektare kawasan yang dipantau, perhatian diarahkan antara lain ke Penggalaman, Jalan Kurnia, Karya Manuntung dan Makmur Jaya.

Jalan Kurnia menjadi salah satu titik yang ditangani intensif karena sebelumnya mengalami kebakaran cukup parah.

“Ini lokasi-lokasi yang sudah ada asap. Apabila kita biarkan akan ada api dan itu akan menyebar. Potensial sekali untuk terjadinya kabut asap yang besar,” tegas Fathimatuzzahra.

Menurutnya, karakter lahan gambut membuat pembasahan harus dilakukan secara berkelanjutan. Titik yang sebelumnya tidak lagi mengeluarkan asap dapat kembali aktif ketika cuaca panas dan angin menguat.

“Kadang-kadang sudah tidak ada asap, tiba-tiba dengan adanya angin dan panas yang tinggi muncul lagi. Itu sangat membahayakan,” katanya.

Untuk memperkuat pembasahan, 50 dari 100 pompa Dongfeng milik Pemprov Kalsel ditempatkan di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, sedangkan 50 lainnya dialokasikan ke Guntung Damar.

Selain itu, tersedia 12 unit Alkon serta dukungan pompa dari dunia usaha, di antaranya 13 unit dari Adaro dan 10 unit dari Binuang Mitra Bersama.

“Kalau Dongfeng ini berfungsi semua, diharapkan beban kerja 150 personel bisa dikurangi. Personel lainnya bisa bergerak menggunakan pompa portable, Alkon atau pompa jinjing,” jelasnya.

Pembasahan mulai menunjukkan hasil. Kepulan asap di sejumlah titik disebut mulai berkurang setelah air berhasil masuk ke lahan gambut.

“Hari ini asapnya agak berkurang karena sebagian air sudah masuk dengan pompa yang kita tempatkan,” ungkapnya.

Namun, Fathimatuzzahra menegaskan, keberhasilan pembasahan sangat bergantung pada pasokan air. Aliran sebelumnya sempat terganggu akibat perbaikan pipa berdiameter delapan inci hingga membuat sejumlah titik mengalami kekeringan. (SYA/RIW/EPS)

DPRD Dorong Pendapatan Non-Tiket Trans Banjarbakula

Jakarta – Pengembangan transportasi publik tidak harus selalu bergantung pada pendapatan dari tiket penumpang. Berangkat dari konsep tersebut, Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong Trans Banjarbakula mulai mengembangkan sumber pendapatan baru dari sektor non-tiket.

Gagasan ini menjadi salah satu hasil kunjungan kerja Komisi III DPRD Kalsel ke Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, untuk mempelajari pengelolaan pendapatan non-farebox yang telah diterapkan pada layanan TransJakarta, baru-baru tadi.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Mustaqimah mengatakan, pembelajaran dari Jakarta penting untuk melihat peluang yang dapat diterapkan di Banua, khususnya memperkuat pembiayaan transportasi publik tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan tarif.

Trans Banjarbakula perlu memiliki terobosan dalam mengoptimalkan aset dan potensi ekonomi yang ada di sekitar layanan transportasi publik.

“Konsep pendapatan non-tiket dapat menjadi salah satu alternatif untuk mendukung peningkatan kualitas dan jangkauan layanan Trans Banjarbakula,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya ingin mempelajari secara langsung bagaimana mekanisme yang diterapkan TransJakarta dalam mengelola berbagai sumber pendapatan di luar tiket.

Dari hasil pembelajaran tersebut, konsep yang sesuai akan dikaji untuk kemudian dikembangkan di Kalimantan Selatan.

Salah satu yang menarik perhatian adalah bagaimana TransJakarta memanfaatkan aset transportasi sebagai bagian dari sumber pendapatan baru.

“Tidak hanya mengandalkan penjualan tiket, pengembangan bisnis dilakukan melalui berbagai skema, seperti naming rights, branding pada halte dan bus, pemanfaatan ruang komersial, hingga kerja sama dengan berbagai mitra,” jelas Mustaqimah.

Bagi Mustaqimah, pola seperti ini menjadi peluang yang patut dipertimbangkan untuk Trans Banjarbakula. Aset yang selama ini hanya berfungsi sebagai fasilitas pelayanan publik, menurutnya, dapat dikembangkan secara produktif selama tetap mengutamakan kepentingan masyarakat.

Konsepnya bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menciptakan sumber pembiayaan tambahan agar pelayanan transportasi publik dapat terus berkembang.

TransJakarta sendiri telah berkembang pesat. Pada 2025, layanan ini memiliki 232 rute dengan 5.227 unit bus dan mampu menjangkau sekitar 91,8 persen populasi Jakarta dalam radius 500 meter.

Meski demikian, transportasi publik tetap memiliki fungsi sosial sehingga tidak dapat sepenuhnya mengandalkan pendapatan penumpang. Karena itu, strategi pendapatan non-farebox menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan layanan.

“Komisi III DPRD Kalsel bersama Pemerintah Provinsi Kalsel akan melihat berbagai kemungkinan pengembangan sumber pendapatan non-tiket yang realistis diterapkan di Trans Banjarbakula.

Ke depan, peluang tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dengan dunia usaha, pemanfaatan ruang komersial, promosi, branding, maupun bentuk kemitraan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version