Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi, Pemprov Kalsel Rutin Ikuti Rakor Mingguan Kemendagri

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Mingguan yang diselenggarakan secara daring Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut berlangsung di Command Center Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Selasa (4/8), yang diikuti Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor, bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai upaya memperkuat koordinasi menjaga stabilitas inflasi di Kalimantan Selatan.

Rapat koordinasi membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, evaluasi langkah – langkah pengendalian yang telah dilakukan pemerintah daerah, serta strategi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok di tengah dinamika kondisi ekonomi.

Selain itu, pemerintah pusat juga memberikan arahan kepada seluruh pemerintah daerah, agar memperkuat koordinasi lintas sektor, meningkatkan pemantauan harga komoditas strategis, serta mengantisipasi potensi gejolak harga melalui berbagai langkah pengendalian yang tepat.

Kepada Abdi Persada FM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor mengatakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen menjalankan berbagai langkah pengendalian inflasi bersama pemerintah kabupaten kota serta instansi terkait.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kalimantan Selatan, Ariadi Noor

Menurutnya, koordinasi rutin yang difasilitasi Kementerian Dalam Negeri menjadi sarana penting untuk mengevaluasi perkembangan harga kebutuhan pokok sekaligus menyusun langkah antisipasi apabila terjadi potensi kenaikan harga di daerah.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh kabupaten dan kota agar masyarakat tidak terdampak oleh gejolak harga,” ujar Ariadi.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas perekonomian daerah.

“Pengendalian inflasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, distributor, dan masyarakat,” lanjutnya.

Menurutnya, kolaborasi yang baik akan menjaga stabilitas pasokan, memperlancar distribusi barang, serta mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, akan terus mendukung berbagai kebijakan pengendalian inflasi melalui pemantauan harga di lapangan, pelaksanaan operasi pasar apabila diperlukan, menjaga kelancaran distribusi barang, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan,” tutup Ariadi. (MRF/RIW/APR)

Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Dibuka, Kemnaker Ajak Masyarakat Tingkatkan Kompetensi

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 mulai 29 Juli hingga 12 Agustus 2026 melalui platform Skillhub di skillhub.kemnaker.go.id.

Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan melalui pelatihan berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Direktur Jenderal Pemb inaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah mengatakan, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis menuntut tenaga kerja untuk terus meningkatkan kompetensinya.

Oleh karena itu, Kemnaker terus menghadirkan berbagai program vokasi agar semakin banyak masyarakat memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Melalui Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, kami ingin memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat untuk mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. Bekal keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang, baik untuk bekerja maupun berwirausaha,” ujar Darmawansyah, melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (3/8).

Menurutnya, seluruh program pelatihan dirancang dengan pendekatan berbasis kompetensi sehingga peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan di dunia kerja.

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan memilih program pelatihan yang sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan kompetensinya.

Sejalan dengan dibukanya PVN Batch 4, Kemnaker telah menetapkan tahapan pelaksanaan program. Pendaftaran berlangsung hingga 12 Agustus 2026, dilanjutkan seleksi peserta pada 13–19 Agustus 2026, pengumuman hasil seleksi pada 20 Agustus 2026, dan pelatihan dimulai pada 26 Agustus 2026.

“Jangan lewatkan kesempatan ini. Manfaatkan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 untuk meningkatkan keterampilan dan memperkuat kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang,” kata Darmawansyah. (KemenakerRI-RIW/APR)

BAPINTAR Resmi Dikembangkan, Senjata Baru Pemko Banjarbaru Membaca Opini Publik Secara Real Time

Banjarbaru – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak dalam hitungan detik, Pemerintah Kota Banjarbaru terus memperkuat kapasitas pemerintahannya agar mampu membaca dinamika publik secara cepat dan akurat.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), lahirlah BAPINTAR (Banjarbaru Pemetaan Informasi dan Analisis Opini Terintegrasi), sebuah inovasi digital yang mengintegrasikan pemberitaan media, media sosial, analisis sentimen, hingga pengaduan masyarakat ke dalam satu sistem terpadu sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.

Kehadiran BAPINTAR menjadi bukti bahwa transformasi digital di Kota Banjarbaru tidak berhenti pada digitalisasi layanan, tetapi telah berkembang menjadi penguatan sistem pengambilan keputusan yang lebih cerdas, adaptif, dan responsif terhadap berbagai isu yang berkembang di masyarakat.

Aplikasi ini merupakan implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) yang dikembangkan di lingkungan Diskominfo Kota Banjarbaru sebagai jawaban atas kebutuhan pemerintah akan informasi yang cepat, valid, dan terintegrasi.

Dengan satu dashboard, pimpinan daerah dapat memantau perkembangan isu strategis secara real time tanpa harus menghimpun informasi dari berbagai platform secara terpisah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, BAPINTAR akan memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan karena setiap kebijakan dapat disusun berdasarkan informasi yang lebih komprehensif.

“Informasi yang tersaji secara cepat dan terintegrasi sangat membantu dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan yang lebih tepat dan responsif,” ujarnya.

Pengembangan aplikasi ini telah dipaparkan Kepala Bidang Komunikasi bersama pejabat pelaksana Aksi Perubahan dan Tim Efektif kepada Kepala Diskominfo serta Sekretaris Daerah sebagai bagian dari koordinasi sekaligus memperoleh dukungan dalam penyempurnaan sistem.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru, Muhammad Agus Adrian menilai, BAPINTAR merupakan langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Melalui dashboard yang terintegrasi, monitoring media dan analisis opini publik dapat dilakukan lebih cepat, akurat, serta menjadi bahan pertimbangan bagi pimpinan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Keunggulan BAPINTAR terletak pada kemampuannya menyajikan data secara komprehensif melalui berbagai fitur analisis. Dashboard Monitoring menampilkan ringkasan perkembangan informasi dalam bentuk visual yang mudah dipahami.

Menu Semua Berita memungkinkan pengguna memantau seluruh pemberitaan media lengkap dengan klasifikasi sentimen positif, netral, maupun negatif, disertai fasilitas pencarian, filter berdasarkan periode, media, kategori berita, hingga ekspor data untuk kebutuhan pelaporan.

Aplikasi ini juga menghadirkan Tren Sentimen sebagai instrumen membaca kecenderungan opini publik terhadap isu tertentu. Melalui analisis tersebut, pemerintah dapat mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini sekaligus menyusun langkah komunikasi yang lebih efektif.

Tidak hanya memetakan persepsi publik, BAPINTAR juga dilengkapi Peta Sebaran Keluhan dan Isu per Kecamatan yang memvisualisasikan persebaran keluhan masyarakat berdasarkan wilayah.

Data spasial ini menjadi referensi penting bagi perangkat daerah dalam menentukan prioritas penanganan secara lebih tepat sasaran.

Fitur Trend Top 5 Keyword/Isu Berita turut memperkuat kemampuan pemerintah dalam memonitor isu yang paling banyak diperbincangkan pada periode tertentu. Dengan demikian, pimpinan daerah dapat mengetahui perkembangan isu strategis secara cepat dan mengambil langkah yang diperlukan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.

Sebagai sistem yang terintegrasi, BAPINTAR juga menghubungkan pengelolaan media, data perangkat daerah melalui Master SKPD, serta layanan pengaduan masyarakat SP4N LAPOR! ke dalam satu dashboard.

Integrasi ini menjadikan proses monitoring informasi publik lebih efisien sekaligus mempercepat koordinasi antarperangkat daerah.

Hadirnya BAPINTAR menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam membangun tata kelola pemerintahan modern yang tidak hanya mengandalkan kecepatan layanan, tetapi juga kemampuan membaca data, menganalisis opini publik, dan merumuskan kebijakan berdasarkan informasi yang akurat.

Melalui inovasi ini, Banjarbaru kembali menunjukkan langkah nyata menuju pemerintahan digital yang semakin efektif, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (MedCenBJB-RIW/APR)

Exit mobile version