Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Forum Group Discussion (FGD) Penyusunan Laporan Rencana Aksi Daerah (RAD), Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, di Banjarmasin, Senin (3/8).
Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz melalui Kabid Pemberdayaan Pemuda, Budiono menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dimana saat ini, penyusunan RAD Kepemudaan sudah memasuki tahap kedua,” ungkap Budiono.
Sedangkan, penyusunan tahap pertama sudah dilaksanakan pada tahun 2023,hingga Maret 2026 lalu.
“Saat ini untuk kelanjutan penyusunan tahap kedua,” ucap Budiono lebih lanjut.
Dalam penyusunan RAD tersebut, terdapat berbagai upaya peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda Kalimantan Selatan.
“Dalan penyusunan IPP, terdapat 5 domain dan 16 indikator, yang ditargetkan mengalami peningkatan,” ujar Budiono.
Selain itu, terdapat juga beragam kegiatan dalam upaya peningkatan IPP di Kalsel.
“Terdapat 8 daerah di kabupaten kota telah melaksanakan RAD tersebut,” jelas Budiono.
Sedangkan, 6 daerah lainnya masih belum melaksanakan RAD.
Tujuan dari penyusunan RAD ini, adalah sebagai pedoman peningkatan pelayanan kepemudaan di Provinsi Kalimantan Selatan kedepannya.
“Harapannya ketika RAD ini disusun, tentunya pihak SKPD terkait, memiliki agenda dalam memberikan pelayanan kepemudaan,” tutur Budiono.
Dalam kesempatan tersebut, Budiono juga mengungkapkan, IPP Provinsi Kalimantan Selatan berada di peringkat 25 nasional.
“Posisi IPP Kalimantan Selatan saat ini masih berada di tengah atau sedang, karena itu Dispora perlu melakukan peningkatan,” ucapnya.
Diantaranya dengan mewujudkan pemuda yang aktif dibeberapa organisasi, aktif dalam kegiatan sosial masyarakat, serta kewirausahaan pemuda.
“Peranan tersebut diharapkan dapat menjadi tolak ukur Dispora meningkatkan IPP Kalsel,” ucap Budiono. (SRI/RIW/EPS)

