Ubah Sampah Bernilai Ekonomi, DLH Kalsel Gencarkan Program Tukar Sampah Jadi Sembako

Banjarbaru – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan terus menggalakkan program Tukar Sampah dengan Sembako, sebagai upaya mengurangi timbulan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular di tengah masyarakat.

Program tersebut kembali digelar dalam rangkaian kegiatan Rimba Mart menyambut Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan di kawasan Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia, Forester Cafe, Komplek Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Kamis (30/7).

Kepala DLH Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar membagikan sembako, tetapi menjadi media edukasi kepada masyarakat bahwa sampah masih memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel saat memberikan keterangan kepada wartawan

“Tujuan utamanya adalah bagaimana Kalimantan Selatan menjadi lebih bersih. Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan sesuatu yang berakhir sebagai limbah, tetapi dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, program Tukar Sampah dengan Sembako bukanlah kegiatan baru. DLH Kalsel telah menjalankannya secara berkelanjutan di berbagai daerah, seperti Kota Banjarbaru, Banjarmasin, Kabupaten Banjar, hingga sejumlah kampus dan komunitas yang mengundang pelaksanaan kegiatan serupa.

Menurutnya, pendanaan program berasal dari pengelolaan Bank Sampah Induk DLH Kalsel melalui konsep ekonomi sirkular.

Sampah yang terkumpul diolah kembali sehingga hasilnya digunakan untuk menyediakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Selain itu, program juga mendapat dukungan dari sejumlah pelaku usaha.

“Ini bukan program yang berhenti di satu kegiatan saja. Kami akan terus melaksanakannya, baik atas undangan dari komunitas maupun melalui agenda yang kami inisiasi sendiri,” katanya.

Rahmat mengungkapkan, pelaksanaan program bahkan ditargetkan berlangsung secara rutin setiap satu hingga dua minggu. Sejumlah pemerintah kabupaten/kota maupun komunitas juga mulai aktif berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Ia mencontohkan, program serupa telah dilaksanakan di Sungai Rangas, Kabupaten Banjar, termasuk mendorong pembentukan kios penukaran sampah dengan sembako di tingkat desa.

“Kami berharap dukungan dari kabupaten kota terus meningkat. Selain lingkungan menjadi lebih bersih, masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi melalui penukaran sampah dengan kebutuhan pokok,” jelasnya.

Dalam kegiatan kali ini, masyarakat dapat menukarkan sampah yang memenuhi kriteria dengan berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan sejumlah komoditas lainnya. Jumlah sembako yang disalurkan disesuaikan dengan volume sampah yang berhasil dikumpulkan.

Rahmat menilai antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat setiap kali dilaksanakan. Tingginya partisipasi warga menjadi bukti bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah mulai diterima dan dipahami masyarakat.

“Setiap kegiatan selalu mendapat sambutan yang sangat baik. Masyarakat cukup antusias mengikuti program ini karena selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, mereka juga memperoleh manfaat langsung,” tuturnya.

Bagi masyarakat yang ingin menukarkan sampah di luar kegiatan khusus, DLH Kalsel membuka layanan setiap hari melalui Bank Sampah Induk DLH Kalimantan Selatan.

“Silakan datang langsung ke Bank Sampah Induk DLH. Sistemnya seperti bank, hanya saja yang ditabung adalah sampah, sedangkan manfaat yang diperoleh dapat berupa sembako,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version