Lantik Pengurus Baru, PDGI Kalsel Gelar Fun Walk dan Bakti Sosial

Banjarmasin – Pengurus Wilayah Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kalimantan Selatan menggelar Fun Walk dan bakti sosial, sebagai rangkaian pelantikan kepengurusan PDGI Kalimantan Selatan periode 2025–2030.

Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Siring Menara Pandang Banjarmasin, diikuti dokter gigi dari seluruh kabupaten kota Kalimantan Selatan itu, mengangkat tema “Satu Langkah untuk Sehat, Satu Senyum untuk Banua”, Minggu (12/7).

Ketua Pengurus Wilayah PDGI Kalimantan Selatan, drg. Budi Rukhiyat.

Ketua Pengurus Wilayah PDGI Kalimantan Selatan, drg. Budi Rukhiyat mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antaranggota sekaligus bentuk pengabdian profesi kepada masyarakat.

Seluruh peserta merupakan dokter gigi yang berasal dari berbagai daerah, mulai dari Kotabaru hingga Tabalong, sehingga menjadi ajang memperkuat kebersamaan antarprofesi di Banua.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan PDGI Wilayah Kalimantan Selatan. Sehari sebelumnya kami telah melaksanakan pengukuhan atau pelantikan Pengurus Wilayah Kalimantan Selatan periode 2025–2030 beserta sembilan pengurus cabang di seluruh Kalimantan Selatan,” katanya.

drg. Budi Rukhiyat berharap, kegiatan ini semakin meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, sekaligus memperkuat sinergi organisasi profesi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat kepada masyarakat Banua.

“Masyarakat nanti semakin sadar untuk rutin memeriksakan kesehatan gigi dan mulut sehingga angka permasalahan kesehatan gigi dapat terus ditekan di masa mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar PDGI, drg. Gagah Daru Seriawan, mengapresiasi pelaksanaan Bakti Sosial dan Fun Walk yang digelar Pengurus Wilayah PDGI Kalimantan Selatan.

Giat ini menjadi sarana mempererat hubungan antara dokter gigi dan masyarakat sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Selain pemeriksaan gigi juga digelar kontrol cek sederhana

“Kegiatan melibatkan pelayanan kesehatan dan edukasi kepada masyarakat sangat penting, karena angka masalah kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih tergolong tinggi, bahkan mencapai lebih dari 70 persen,” ungkapnya.

drg. Gagah Daru Seriawan berharap, melalui bakti sosial seperti ini masyarakat memperoleh pemeriksaan kesehatan gigi secara langsung sekaligus mendapatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi serta mulut sebagai upaya pencegahan penyakit.

“BPP PDGI menginginkan tidak hanya dilaksanakan di Kalsel, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pengurus PDGI di berbagai daerah di Indonesia. Dengan semakin banyaknya kegiatan pengabdian kepada masyarakat, maka  kesadaran sangat penting kesehatan gigi dan mulut terus meningkat, agar kualitas kesehatan masyarakat Indonesia menjadi lebih baik,” tutupnya. (NHF/RIW/EYN)

Ramaikan Piala Dunia, Dispora Kalsel Gelar Nobar di Banjarmasin

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026, dengan melibatkan UMKM dan mengajak masyarakat berolahraga, di SKB Mulawarman, Banjarmasin, Minggu (12/7).

Kasi Pembinaan Prestasi Dispora Kalsel, Rijal Hamid.

Kepala Seksi Pembinaan Prestasi Dispora Kalsel, Rijal Hamid, didampingi Kepala Seksi Pembudayaan Olahraga, Muhammad Nashir mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Pemerintah Provinsi Kalsel agar seluruh SKPD menggelar nobar sebagai bentuk dukungan terhadap perhelatan sepak bola terbesar di dunia.

“Kegiatan nobar tidak hanya menjadi ajang menyaksikan pertandingan bersama, tetapi juga dimanfaatkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM di sekitar SKB Mulawarman,” ungkap Rijal.

Melalui kegiatan ini, lanjutnya, Dispora ingin menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat. Sebelum nobar, masyarakat juga berolahraga seperti bermain mini soccer, kemudian menikmati kuliner dari UMKM yang ada di sekitar lokasi.

Dispora Kalsel juga berencana kembali menggelar nobar pada pertandingan perebutan tempat ketiga dan partai final Piala Dunia 2026.

“Lokasi kegiatan akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Kepala Dispora Kalsel, dengan rencana dipusatkan di halaman Kantor Dispora Kalsel agar dapat menampung lebih banyak masyarakat,” ucap Rijal.

Selain itu, Rijal mengungkapkan minat masyarakat memanfaatkan fasilitas olahraga di SKB Mulawarman terus meningkat.

Karena itu, Dispora Kalsel menargetkan sejumlah pembenahan fasilitas, seperti pembangunan ruang ganti, musala, penataan akses di sekitar lapangan mini soccer, hingga renovasi lintasan lari.

“Kami ingin masyarakat semakin nyaman berolahraga di SKB Mulawarman. Harapannya, fasilitas yang lebih baik akan mendorong semakin banyak warga beraktivitas fisik sehingga budaya olahraga di tengah masyarakat terus berkembang,” ucap Rijal. (DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EYN)

Kolaborasi Dokter Gigi Hadirkan Layanan Gratis dan Edukasi Kesehatan Gigi untuk Masyarakat Kalsel

Banjarmasin – Tingginya angka kasus gigi berlubang di Kalimantan Selatan menjadi perhatian berbagai pihak. Kondisi geografis yang didominasi wilayah rawa dengan tingkat keasaman air yang tinggi disebut menjadi salah satu faktor penyebab tingginya prevalensi karies gigi di daerah ini.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda.

Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut Gusti Hasan Aman Kalsel, drg Mashuda mengatakan, kolaborasi antara para dokter gigi, Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM), menghadirkan bakti sosial, yang membuat masyarakat berkesempatan memperoleh pelayanan kesehatan gigi secara gratis sekaligus edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Dalam kegiatan bakti sosial tersebut disampaikan bahwa lebih dari 60 persen wilayah Kalimantan Selatan, merupakan kawasan rawa dengan karakteristik air yang memiliki tingkat keasaman cukup tinggi.

Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya angka gigi berlubang di masyarakat, sehingga Kalsel masih berada di jajaran provinsi dengan prevalensi karies gigi yang tinggi di Indonesia.

“Selain memeriksa dan konsultasi gratis, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai cara menjaga kesehatan gigi, pentingnya menyikat gigi dengan benar, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi,” katanya.

drg Mashuda menyampaikan, kegiatan ini juga menjadi ajang memperkenalkan keberadaan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan gigi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik untuk pelayanan maupun pendidikan.

Sinergi antara organisasi profesi dokter gigi, institusi pendidikan, dan rumah sakit ini, dapat terus berlanjut agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut semakin meningkat, sekaligus menekan angka kasus gigi berlubang di Kalimantan Selatan.

“Kolaborasi antara PDGI, RSGM Gusti Hasan Aman, dan FKG ULM disebut telah terjalin secara berkesinambungan melalui berbagai kegiatan bersama,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan, Dekan FKG ULM drg. Maharani Laillyza Apriasari. Menurutnya, sinergi antara Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Kalimantan Selatan, Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) terus diperkuat melalui pelaksanaan kegiatan Fun Walk dan bakti sosial yang digelar untuk masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya melibatkan para dokter gigi, tetapi juga mahasiswa Program Profesi Dokter Gigi (koas) FKG ULM yang turut memberikan pelayanan kepada masyarakat di bawah bimbingan para dosen dan dokter gigi,”  jelasnya.

Maharani menambahkan, dengan keterlibatan mahasiswa koas, menjadi bagian dari proses pendidikan profesi. Bakti sosial membuat mahasiswa memenuhi kebutuhan pembelajaran sekaligus memperoleh pengalaman langsung memberikan pelayanan kesehatan gigi kepada masyarakat.

Foto Bersama

Hubungan antara FKG, RSGM, dan PDGI merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Mahasiswa FKG menjalani pendidikan profesi atau koas di RSGM sebagai wahana pembelajaran klinis.

Setelah menyelesaikan pendidikan dan resmi menjadi dokter gigi, mereka akan bergabung sebagai anggota PDGI untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat.

“Ke depan akan lahir dokter-dokter gigi yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial serta semangat mengabdi kepada masyarakat,” pungkasnya. (NHF/RIW/EYN)

Dispora Gelar Pelatihan Peningkatan Pemuda di Kandangan

Hulu Sungai Selatan – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali melaksanakan Pelatihan Peningkatan Digitalisasi Strategi Marketing bagi Wirausaha Muda di Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah Tahun 2026, di Kandangan, baru baru tadi.

Pelatihan dibuka Kadispora Kalsel Pebriadin Hapiz diwakili Kabid Pengembangan Pemuda Rika Ayu Zaenab, serta Kasi Kewirausahaan, Kemitraan, dan Penghargaan Pemuda Iqbal Khoirul Anam.

“Kali ini pelatihan kami gelar untuk tiga daerah Tapin, HSS, dan HST,” ungkap Rika.

Mengingat, lanjutnya, di era transformasi digital ini, tantangan wirausaha tidak lagi soal kualitas produk, tetapi seberapa cepat wirausaha muda beradaptasi dengan teknologi.

“Peningkatan kompetensi digital, seperti digital marketing dan publik speaking, menjadi kunci agar produk lokal kita baik jasa, kuliner, maupun olahan hasil perkebunan dapat menjangkau pasar yang lebih luas, profesional, dan berdaya saing,” jelas Rika.

Dimana diharapkan kegiatan ini mampu mewujudkan sinergi dan perhatian pemerintah untuk menciptakan wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan adaptif, sekaligus mendukung target peningkatan rasio kewirausahaan nasional.

“Dispora berpesan, manfaatkan kegiatan ini dengan maksimal, jadikan digitalisasi strategi marketing sebagai senjata utama untuk menaikkan kelas usaha kalian. Sehingga berkontribusi langsung pada perekonomian Kalimantan Selatan,” tutur Rika lebih lanjut.

Pada kesempatan tersebut, Dispora Kalsel mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan aktif, dalam pelaksanaan kegiatan ini.

“Kami berharap, peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan sungguh – sungguh,” ucapnya.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelaku wirausaha muda di tiga kabupaten tersebut.

“Pelatihan Digitalisasi Strategi Marketing bagi Wirausaha Muda di Tapin, HSS, serta HST, dapat bermanfaat untuk kemajuan pemuda setempat,” ujar Rika.(DISPORAKALSEL-SRI/RIW/EYN)

Pimpin KORMI Kalsel,  Syarifuddin Komitmen Perkuat Sinergi Majukan Olahraga Masyarakat Banua

Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memperkuat pembudayaan olahraga masyarakat seiring dilantiknya kepengurusan baru Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Selatan masa bakti 2026–2031.

Pelantikan yang berlangsung di Banjarbaru, Sabtu (11/7) malam, diharapkan menjadi langkah strategis memperluas kolaborasi lintas sektor guna mendorong masyarakat hidup lebih sehat sekaligus mengembangkan potensi sport tourism di Banua.

Ketua KORMI Kalsel, Muhammad Syarifuddin.

Kepengurusan KORMI Kalsel dikukuhkan langsung Ketua Umum KORMI Nasional, Adil Hakim, yang melantik M. Syarifuddin sebagai Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Selatan bersama 80 pengurus lainnya berdasarkan Surat Keputusan KORMI Nasional Nomor 015/SK/KORMINAS/VII/2026.

Prosesi pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka KORMI sebagai simbol amanah dalam memimpin organisasi selama masa bakti 2026–2031.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin yang dibacakan Plh. Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kalsel, Adi Santoso, pemerintah provinsi menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik sekaligus berharap kepengurusan baru, mampu menghadirkan program – program inovatif yang menjangkau seluruh daerah.

“Selamat kepada seluruh pengurus KORMI Kalsel. Amanah ini hendaknya dijalankan dengan penuh tanggung jawab untuk memajukan olahraga masyarakat di Banua,” ujarnya.

Gubernur juga berharap KORMI dapat menghadirkan program yang inklusif sehingga olahraga semakin membudaya di seluruh Kalimantan Selatan.

“Kami berharap KORMI menghadirkan program yang inovatif, inklusif, dan mampu membudayakan olahraga di seluruh Kalsel,” katanya.

Menurutnya, olahraga harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.

“Mari jadikan olahraga sebagai budaya hidup, karena masyarakat yang sehat akan melahirkan daerah yang kuat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin menyampaikan apresiasi kepada KORMI Nasional, panitia Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub), KORMI kabupaten/kota, serta seluruh Induk Organisasi Olahraga (INORGA) yang telah mendukung terbentuknya kepengurusan baru.

Ia menegaskan kepengurusan periode 2026–2031 mengusung semangat “bekerja bersama, merangkul semua” sebagai landasan memperkuat sinergi dalam membudayakan olahraga masyarakat.

“Harapan kami, KORMI mampu memberikan andil besar dalam membudayakan olahraga masyarakat sehingga masyarakat Kalimantan Selatan menjadi lebih sehat, bugar, dan gembira,” ucap Syarifuddin yang juga menjabat Sekdaprov Kalsel.

Ia menambahkan, KORMI Kalsel akan memperkuat kerja sama dengan berbagai perangkat daerah, di antaranya Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Selain itu, KORMI juga akan mempersiapkan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) tahun 2027 di palu.

“Saya tidak mungkin bekerja sendiri. KORMI membutuhkan dukungan pemerintah, KORMI kabupaten/kota, seluruh INORGA, dan masyarakat agar Kalimantan Selatan dapat meraih prestasi yang lebih baik pada FORNAS mendatang,” katanya.

Usai pelantikan, KORMI Provinsi Kalimantan Selatan juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis mengintegrasikan berbagai agenda KORMI ke dalam Calendar of Event Dinas Pariwisata, sehingga mampu memperkuat promosi sport tourism sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan melalui berbagai event olahraga masyarakat di Kalimantan Selatan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KORMI Nasional, unsur Forkopimda Kalimantan Selatan, kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel, Direktur Bisnis Bank Kalsel, pengurus KORMI kabupaten/kota se-Kalsel, KONI Kalsel, pimpinan INORGA, serta tamu undangan lainnya. (KORMIKALSEL-SRI/RIW/EYN)

Nobar Piala Dunia, Kebun Raya Banua Ajak Masyarakat Belajar Kerja Tim dan Kenalkan Destinasi Wisata

Banjarbaru – Momen nonton bareng (nobar) pertandingan babak 8 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina melawan Swiss dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), memperkenalkan Kebun Raya Banua kepada masyarakat sekaligus menanamkan nilai kebersamaan dan kerjasama tim.

Kegiatan yang digelar bertepatan pada hari libur tersebut berlangsung di kawasan Kebun Raya Banua dan dihadiri jajaran BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan dan UPTD Kebun Raya Banua bersama para pengunjung kebun raya yang turut menikmati suasana pertandingan.

Kepala BRIDA Kalsel, Thaufik Hidayat (topi) saat di wawancara.

Kepala BRIDA Provinsi Kalimantan Selatan, Thaufik Hidayat mengatakan, pemilihan Kebun Raya Banua sebagai lokasi nobar, sengaja dilakukan agar masyarakat dapat menikmati waktu libur sekaligus lebih mengenal salah satu destinasi milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami memilih Kebun Raya Banua karena bertepatan dengan hari libur. Selain menikmati pertandingan sepak bola, kami juga ingin memperkenalkan Kebun Raya Banua kepada masyarakat melalui kegiatan yang diminati banyak orang,” ujar Thaufik, Minggu (12/7).

Menurutnya, pertandingan sepak bola tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan pelajaran penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan organisasi, khususnya di lingkungan birokrasi pemerintahan.

“Sepak bola mengajarkan bahwa setiap tim memiliki tujuan yang sama. Untuk mencapai tujuan itu dibutuhkan perjuangan, strategi, disiplin, dan kerja sama yang kuat. Nilai-nilai seperti inilah yang ingin kami tanamkan dalam organisasi, termasuk di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” katanya.

Thaufik menilai perjuangan para pemain dalam mencetak gol menjadi gambaran bahwa setiap target organisasi tidak dapat dicapai secara instan, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh anggota tim.

“Seberat apa pun tujuan yang ingin dicapai, apabila seluruh anggota bekerja sebagai satu tim, maka peluang untuk meraih keberhasilan akan semakin besar. Semangat itu yang kami harapkan dapat menjadi inspirasi bagi birokrasi pemerintahan,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang ikut menyaksikan pertandingan bersama di Kebun Raya Banua sehingga suasana kebersamaan mampu terjalin antara pegawai dan para pengunjung.

“Alhamdulillah, di tempat yang sederhana ini kami bisa berkumpul bersama karyawan, karyawati, dan masyarakat yang sedang berkunjung. Ini menunjukkan bahwa Kebun Raya Banua dapat menjadi ruang yang nyaman untuk membangun kebersamaan sekaligus menghabiskan waktu libur bersama keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Kebun Raya Banua semakin dikenal sebagai ruang publik yang tidak hanya menawarkan wisata edukasi dan konservasi, tetapi juga dapat menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan yang mempererat hubungan antara pemerintah, keluarga dan masyarakat. (BDR/RIW/EYN)

Exit mobile version