Hadiri Rakernas II ADPSI, Wakil Ketua DPRD Kalsel Perkuat Sinergi Antarlegislatif Daerah

Bali – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) yang digelar pada 28 Juni hingga 1 Juli 2026 di Bali.

Kegiatan tersebut dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus. Dalam sambutannya, Ia menegaskan pentingnya peran DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah, menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo (ditengah)

Mewakili DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo mengikuti seluruh rangkaian agenda Rakernas. Sementara dari unsur Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan turut hadir Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Riswan Erfa.

Kartoyo menjelaskan, Rakernas ADPSI menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD di daerah.

Oleh karena itu, menjadi forum strategis yang mempertemukan pimpinan dan anggota DPRD provinsi dari seluruh Indonesia guna memperkuat sinergi antarlembaga legislatif daerah.

“Rakernas ini, kami memperoleh banyak masukan serta bertukar pengalaman dengan DPRD dari berbagai provinsi. Berbagai pembahasan yang dilakukan menjadi bekal untuk terus meningkatkan pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.

Kartoyo menilai, tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks menuntut adanya komunikasi dan kolaborasi yang kuat antar-DPRD provinsi. Karena itu, forum seperti Rakernas ADPSI menjadi sarana yang efektif untuk menyatukan pandangan, berbagi praktik baik, serta merumuskan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah.

Suasana Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI)

Selain membahas isu – isu strategis, Rakernas II ADPSI juga dimanfaatkan sebagai ajang mempererat hubungan kelembagaan antar-DPRD provinsi.

“Kebersamaan tersebut mampu memperkuat komitmen seluruh anggota ADPSI, dalam mendukung pembangunan nasional melalui optimalisasi peran legislatif di masing-masing daerah,” jelasnya.

Kartoyo berharap, rekomendasi dan berbagai gagasan yang dihasilkan selama Rakernas II ADPSI dapat menjadi referensi memperkuat kelembagaan DPRD. Dengan demikian, pelaksanaan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan dapat berjalan semakin optimal serta berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan.

“Kegiatan ini menjadi ajang bertukar pengalaman, juga membahas berbagai isu strategis, terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah serta penguatan pelaksanaan fungsi DPRD,” tutupnya. (DPRDKALSEL-NHF/RIW/EPS)

Menaker dan Seskab Luncurkan MagangHub Angkatan II, Kuota Peserta Naik Jadi 150 Ribu

Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meluncurkan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Tahun 2026 di Jakarta, Senin (29/6).

Pada angkatan II ini, pemerintah meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang sebagai upaya memperluas kesempatan lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus mempercepat transisi mereka ke dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan tindak lanjut atas evaluasi pelaksanaan angkatan pertama yang menunjukkan hasil positif mendukung penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, pemerintah terus menyempurnakan penyelenggaraan program agar manfaatnya semakin luas dan semakin mampu menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi adik-adik kita yang baru lulus dari perguruan tinggi. Penambahan kuota ini merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja,” kata Yassierli.

Selain meningkatkan jumlah peserta, pemerintah juga memperkuat kualitas penyelenggaraan program. Perusahaan, kementerian, dan lembaga terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan posisi magang yang tersedia.

Selanjutnya, Kementerian Ketenagakerjaan melakukan verifikasi untuk memastikan posisi tersebut sesuai dengan kompetensi dan latar belakang pendidikan calon peserta.

Yassierli menambahkan, proses seleksi mitra penyelenggara juga dilakukan secara ketat agar peserta memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri serta memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan karier setelah menyelesaikan masa magang.

Selain memperoleh pengalaman kerja, seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan Program Pemagangan Nasional (MagangHub) juga akan mendapatkan fasilitasi sertifikasi kompetensi secara gratis sesuai dengan bidang keahlian masing – masing.

Fasilitas tersebut diharapkan semakin memperkuat daya saing lulusan karena memiliki pengakuan kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada kementerian, lembaga, dunia usaha, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Pemagangan merupakan salah satu program prioritas yang mendapat arahan langsung dari Presiden. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar manfaatnya dapat dirasakan semakin luas,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan pemerintah terus memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi ke dunia kerja melalui program yang semakin inklusif.

Menurut Teddy, pelaksanaan MagangHub Angkatan II tidak hanya terbuka bagi lulusan baru jenjang sarjana, tetapi juga bagi lulusan pendidikan profesi serta penyandang disabilitas.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses terhadap kesempatan kerja yang setara.

“Pemerintah ingin memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kesempatan yang lebih luas untuk memasuki dunia kerja. Karena itu, program ini tidak hanya memperkuat keterampilan dan pengalaman kerja, tetapi juga membuka akses yang lebih inklusif agar semakin banyak anak muda memperoleh peluang kerja yang layak,” ujar Teddy.

Perlu diketahui, pendaftaran mitra penyelenggara dan pengajuan lowongan melalui platform SIAPKerja dibuka mulai 29 Juni hingga 15 Juli 2026.

Adapun pendaftaran peserta berlangsung pada 15–28 Juli 2026, proses seleksi dilaksanakan pada 29 Juli–5 Agustus 2026, dan peserta yang dinyatakan lolos dijadwalkan mulai mengikuti pemagangan pada 10 Agustus 2026.

Kick Off MagangHub Angkatan II Batch I akan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026. (KemenakerRI-RIW/EPS)

Bank Kalsel Borong 10 Penghargaan Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026

Jakarta – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih 10 penghargaan dalam ajang 23rd Infobank-MRI Banking Service Excellence Appreciation 2026 yang diselenggarakan Infobank Media Group bekerja sama dengan Marketing Research Indonesia (MRI).

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian kegiatan Mid-Year Economic Outlook 2026 bertajuk “The New Rules of Survival in Uncertain Times: Kapan Ketidakpastian Berlalu?” yang berlangsung di Jakarta, Jumat (26/6).

Pada kesempatan tersebut, penghargaan mewakili Bank Kalsel diterima Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti.

Penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian independen yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI) terhadap kualitas pelayanan perbankan melalui berbagai kanal layanan, baik layanan tatap muka (walk-in channel) maupun layanan digital (digital channel).

Penilaian dilakukan komprehensif terhadap pengalaman nasabah pada berbagai titik interaksi layanan, mulai dari kantor cabang, ATM, call center, website, email, live chat, SMS Banking, hingga kanal digital lainnya.

Pada ajang tersebut, Bank Kalsel berhasil meraih penghargaan The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) – Golden Award• The 2nd Best Region Bank in Service Excellence 2026 – Overall Walk In Channel and Digital Channel• The Best Region Bank in Excellence Website• The 2nd Best Region Bank in Excellence Satpam• The 2nd Best Region Bank in Excellence Convenient Branch Experience• The 2nd Best Region Bank in Excellence ATM• The 2nd Best Region Bank in Excellence Email• The 2nd Best Region Bank in Excellence Live Chat• The 2nd Best Region Bank in Excellence Call Center• The 2nd Best Region Bank in Excellence SMS Banking.

Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Mitra Damayanti, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas komitmen seluruh insan Bank Kalsel menghadirkan layanan berkualitas serta berorientasi pada kebutuhan nasabah.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh insan Bank Kalsel dalam menjaga kualitas pelayanan kepada nasabah. Bagi kami, pelayanan prima bukan sekadar memenuhi standar, tetapi bagaimana membangun kepercayaan melalui pengalaman layanan yang mudah, aman, nyaman, dan konsisten di setiap titik layanan Bank Kalsel,” ujar Mitra.

Menurutnya, keberhasilan mempertahankan Golden Award sebagai The Best Region Bank in Service Excellence for 5 Consecutive Years (2021–2025) menjadi bukti konsistensi Bank Kalsel melakukan perbaikan berkelanjutan ditengah perkembangan teknologi dan perubahan ekspektasi masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat budaya service excellence, mengembangkan inovasi digital, serta meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh nasabah,” tambahnya.

Mitra menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir dari pencapaian, melainkan menjadi penyemangat bagi Bank Kalsel untuk terus menghadirkan layanan yang semakin responsif, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Sejalan dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel akan terus berkomitmen memperkuat transformasi layanan, baik melalui peningkatan kualitas frontliner maupun pengembangan berbagai kanal digital, sehingga mampu memberikan pengalaman perbankan yang semakin baik serta mendukung pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/EPS)

Dorong Pelestarian Warisan Budaya Banua, Museum Lambung Mangkurat Kenalkan Anyaman Purun kepada Masyarakat

Banjarbaru – Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalimantan Selatan terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi seni dan budaya melalui kegiatan Belajar Bersama III bertema “Dari Rawa Menjadi Karya”, yang mengangkat kerajinan anyaman purun khas Kalimantan Selatan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Museum Lambung Mangkurat, Banjarbaru, Selasa (30/6).

Puluhan peserta dari berbagai daerah mengikuti pelatihan menganyam purun yang dipandu langsung narasumber berpengalaman.

Foto bersama saat pembukaan kegiatan Belajar Bersama III Museum Lambung Mangkurat Kalsel

Melalui kegiatan ini, peserta diajak mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Banua sekaligus mempraktikkan teknik dasar mengolah purun menjadi produk kerajinan.

Kepala Museum Lambung Mangkurat, Ady Surya mengatakan, pemilihan purun sebagai tema kegiatan merupakan bagian dari upaya museum menjalankan fungsi edukasi sekaligus melestarikan budaya lokal yang mulai tergerus perkembangan zaman.

“Purun sebelumnya memang sudah mulai tersisih dalam kehidupan masyarakat modern. Karena itu kami ingin mengangkat kembali kerajinan ini agar dikenal generasi muda dan masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut Ady, selain sebagai media pelestarian budaya, kerajinan purun juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai produk unggulan UMKM.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi pemantik tumbuhnya minat masyarakat untuk kembali mengembangkan kerajinan purun, dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

“Hasilnya diharapkan bukan hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui produk-produk kerajinan purun,” katanya.

Setiap peserta diperbolehkan membawa pulang hasil anyaman yang dibuat selama pelatihan. Museum juga akan menampilkan karya-karya peserta melalui media sosial sebagai bentuk apresiasi sekaligus promosi terhadap kerajinan tradisional Banua.

Ady menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan edukasi museum kini menggunakan sistem pendaftaran secara daring sebagai bagian dari upaya mewujudkan museum yang lebih inklusif dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut mendapat respons positif. Seluruh kuota peserta pada beberapa kegiatan Belajar Bersama selalu terpenuhi, bahkan diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.

“Tadi ada peserta yang datang dari Tanah Bumbu. Ini menunjukkan minat masyarakat cukup tinggi terhadap kegiatan edukasi di museum,” ujarnya.

Ke depan, Ady mengaku Museum Lambung Mangkurat akan terus memperluas jangkauan promosi sehingga masyarakat dari berbagai wilayah di Kalimantan Selatan memiliki kesempatan lebih besar mengikuti program edukasi yang mengangkat kekayaan seni dan budaya daerah. (SYA/RIW/EPS)

Wali Kota Banjarbaru Tegaskan Komitmen Pengelolaan APBD Transparan dan Akuntabel

Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarbaru dengan agenda Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025, sekaligus Jawaban Wali Kota Banjarbaru terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi, yang digelar di Ruang Graha Paripurna Lantai 3, Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Selasa (30/6).

Rapat paripurna tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengelolaan keuangan daerah.

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Banjarbaru mengapresiasi pandangan, saran, serta masukan yang disampaikan seluruh fraksi DPRD.

Menurutnya, berbagai masukan tersebut merupakan bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menanggapi berbagai pandangan fraksi, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah melalui penguatan sektor ekonomi, peningkatan pelayanan publik, serta optimalisasi program – program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Upaya tersebut juga didukung dengan evaluasi pembangunan secara berkelanjutan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan kualitas produk, legalitas dan sertifikasi, pemanfaatan teknologi digital, perluasan jaringan pemasaran, hingga peningkatan akses permodalan melalui kolaborasi dengan sektor perbankan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM Banjarbaru hingga pasar nasional.

Wali Kota juga berharap seluruh proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sehingga menghasilkan kebijakan yang semakin berkualitas, akuntabel, serta mampu mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Kota Banjarbaru. (MCBanjarbaru-RIW/EPS)

Jadikan Tanah Laut Sentra Jagung, Muhidin: Perkuat Kesejahteraan Petani dan Ketahanan Pangan

Tanah Laut – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menjaga stabilitas harga di tingkat petani serta memperkuat ketahanan pangan dan industri peternakan di daerah.

Gubernur Kalsel, Muhidin

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin mengatakan, penetapan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung merupakan langkah strategis mengingat jagung memiliki peran penting, baik sebagai komoditas pangan maupun bahan baku utama industri pakan ternak yang berkontribusi besar terhadap stabilitas sektor peternakan dan industri pangan.

Menurutnya, pengembangan kawasan sentra jagung juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan tata niaga yang lebih sehat.

Dengan rantai pasok yang tertata baik, harga jagung di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan tidak lagi dipengaruhi praktik permainan harga yang merugikan petani.

“Kita pastikan rantai pasok teratur sehingga harga tidak lagi diatur pihak tertentu. Dengan demikian, petani dapat menikmati harga jual yang lebih menguntungkan dan memperoleh kepastian dalam memasarkan hasil panennya,” ujar Muhidin, usai menghadiri pencanangan sentra jagung di lahan panen raya jagung, Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6) siang.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan juga berkomitmen mempercepat pengembangan kawasan jagung melalui optimalisasi berbagai potensi lahan yang tersedia.

Pemanfaatan lahan perkebunan, lahan tidur, hingga penerapan pola tanam tumpang sari akan terus didorong untuk meningkatkan luas tanam dan produksi jagung di Banua.

“Lahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pertanian produktif apabila didukung penerapan teknologi budidaya yang tepat serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” lanjutnya.

Ia optimis, langkah tersebut akan meningkatkan produksi jagung secara berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung kebutuhan industri pakan ternak yang terus berkembang.

Lebih lanjut, Muhidin menegaskan bahwa kesejahteraan petani menjadi prioritas utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, petani, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat agar pengembangan sektor jagung mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Dengan meningkatnya produksi, stabilitas harga yang terjaga, dan dukungan terhadap petani, kami berharap Kalimantan Selatan mampu menjadi salah satu daerah penghasil jagung yang kuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/EPS)

Dorong Peningkatan Produksi Jagung, Polda Kalsel Dukung Alat dan Sarana Pertanian

Tanah Laut – Polda Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya mendukung penguatan sektor pertanian melalui pencanangan Kabupaten Tanah Laut sebagai sentra jagung Provinsi Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kesejahteraan petani di daerah.

Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Rosyanto Yudha Hermawan

Komitmen tersebut disampaikan Kapolda Kalimantan Selatan, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, saat menghadiri pencanangan sentra jagung di Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Senin (29/6) siang.

Yudha mengatakan, saat ini produksi jagung di Kalimantan Selatan masih berada pada kisaran 25 persen dari target yang telah ditetapkan. Karena itu, diperlukan berbagai upaya strategis untuk meningkatkan produktivitas sehingga kebutuhan jagung di daerah dapat dipenuhi secara optimal.

Menurutnya, apabila produksi jagung di Kalimantan Selatan mampu mencapai surplus, hasil panen tidak hanya akan memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam daerah, tetapi juga berpeluang dipasarkan ke provinsi lain hingga menembus pasar ekspor.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin meningkatkan produksi jagung. Harapannya, Kalimantan Selatan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga menjadi daerah pemasok jagung bagi wilayah lain bahkan pasar internasional,” ujarnya.

Untuk mendukung peningkatan hasil produksi, Polda Kalimantan Selatan turut menyerahkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada para petani.

“Bantuan tersebut meliputi empat unit mesin combine harvester, lima unit traktor pertanian, serta paket pupuk dan benih unggul berkualitas,” lanjutnya.

Yudha menjelaskan, dukungan tersebut diharapkan dapat mempermudah proses budidaya hingga panen, sekaligus meningkatkan efisiensi kerja petani sehingga produktivitas jagung terus mengalami peningkatan.

Selain penyediaan sarana pertanian, pihaknya juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan para petani dalam mewujudkan swasembada jagung di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, sinergi seluruh pihak menjadi kunci pengembangan sentra jagung di Kabupaten Tanah Laut berjalan optimal dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, pertumbuhan ekonomi daerah, serta kesejahteraan masyarakat.

“Dengan meningkatnya produksi dan produktivitas pertanian, sektor jagung diharapkan mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani,” tutup Yudha. (MRF/RIW/EPS)

Dinsos Banjarmasin Salurkan Bantuan Santunan Kematian Kemensos RI

Banjarmasin – Dinas Sosial Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan santunan kematian dari Kementerian Sosial, kepada ahli waris 4 warga Kampung Gedang, serta Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, di Aula Kantor Dinsos Banjarmasin, Selasa (30/6).

Bantuan sosial ini diserahkan Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin diwakili Sekda Kota Banjarmasin Ichroom Muftezar, Kadinsos Banjarmasin Jefri Fransyah, serta Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie.

“Pemerintah Kota Banjarmasin mengapresiasi atas dukungan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan, sehingga Kementerian Sosial memberikan bantuan santunan kematian bencana sosial ini kepada warga Kota Banjarmasin,” ungkap Sekdako Banjarmasin Ichroom Muftezar.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, mendoakan kepada almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik disisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan mendapatkan ketabahan.

“Adapun bantuan yang diserahkan ini sebagai wujud kepedulian serta perhatian pemerintah, kepada masyarakat yang sedang mengalami musibah,” ucap Tezar.

Meskipun, lanjutnya, bantuan yang diberikan ini tidak dapat mengantikan rasa kehilangan. Namun diharapkan dapat meringankan beban keluarga atas kehilangan tersebut.

“Kami berharap, bantuan santunan kematian ini dapat membantu para ahli waris, selain juga sebagai bentuk perhatian dari hadirnya pemerintah ditengah masyarakat yang mendapatkan musibah,” tutur Tezar.

Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu.

“Kami berterimakasih kepada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memberikan perhatiannya sehingga bantuan dapat diberikan,” ujar Tezar.

Sementara itu Plt Kadinsos Kota Banjarmasin Jefri Fransyah menyampaikan, bantuan yang diserahkan ini untuk ahli waris kejadian kebakaran yang menyebabkan korban jiwa tahun 2025 lalu.

“Bantuan yang disalurkan, berupa santunan kematian sebesar 15 juta rupiah per jiwa, dengan total bantuan sebesar 60 juta,” ucapnya.

Sedangkan, Kasi Perlindungan Sosial, Korban Bencana Sosial Dinsos Kalsel Yopie mengatakan, pada saat Dinsos Kota Banjarmasin meminta bantuan santunan kematian bencana sosial tahun 2025 lalu, saat itu anggaran Dinsos Provinsi Kalsel untuk bantuan santunan kematian bencana sosial telah habis digunakan.

“Kami membantu untuk menyalurkan atau meminta bantuan kepada Kementerian Sosial,” ujarnya.

Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan bersyukur bantuan yang diminta tersebut disetujui Kementerian Sosial RI, untuk warga Kota Banjarmasin.

“Dinsos Kalsel mengapresiasi kesabaran para ahli waris, yang mau menunggu hingga bantuan tersebut disalurkan saat ini,” ucap Yopie. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version