All-Stars Kudus Pertahankan Gelar Juara Milklife Soccer Challenge All-Stars a

Kudus – Tim Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin janjikan peningkatan teknik bermain bola, usai mengikuti, rangkaian kejuaraan sepak bola putri MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026, yang berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 23 hingga 28 Juni 2026.

Tahun ini, All-Stars Kudus berhasil mempertahankan gelar kampiun setelah melakoni pertarungan sengit di partai final kontra All-Stars Jakarta dengan skor akhir 0-0 (4-3) lewat drama adu penalti.

Sementara All-Stars Surabaya menempati podium ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengapresiasi seluruh pihak yang telah menghadirkan MilkLife Soccer Challenge sebagai wadah pembinaan sepak bola putri di Indonesia.

Menurutnya turnamen ini bukan sekadar kompetisi, tapi langkah nyata membangun masa depan sepak bola putri yang lebih inklusif dan berprestasi.

“PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang, kita tidak lagi hanya bicara rencana, tapi sudah bergerak dengan aksi nyata melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa tercapai lewat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge
sudah jadi contoh nyata kolaborasi tersebut,” ujar Erick.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono mengatakan, sengitnya pertandingan dari fase grup hingga babak puncak MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 menandakan perkembangan kemampuan pesepakbola putri usia dini yang kian merata.

Hal ini tak lepas dari upaya untuk terus menumbuhkan ekosistem sepak bola putri Indonesia agar terus bergeliat melalui turnamen yang diselenggarakan secara berjenjang dan berkesinambungan.

Untuk menyaring lebih banyak lagi talenta pesepakbola putri Tanah Air, musim depan MilkLife Soccer Challenge melakukan ekspansi dengan penambahan kota penyelenggara, yakni Jayapura, Garut, serta Jakarta yang dibagi dua regional (Jakarta Timur dan Jakarta Utara).

“Musim ini kami melihat perkembangan yang sangat positif yang terlihat dari pertandingan berlangsung lebih kompetitif mulai fase grup hingga final, kualitas permainan, semangat dan
mental mereka meningkat, kemampuan antar peserta pun kian berimbang. Bersamaan dengan itu, dukungan dari orangtua, sekolah, dan stakeholder terkait juga semakin besar. Banyak pemain yang kini rutin berlatih di SSB karena ingin lebih menekuni sepak bola. Perkembangan ini memberikan keyakinan kepada kami untuk memperluas jangkauan pembinaan dengan menambah tiga kota penyelenggara mulai musim depan,” kata Teddy.

Sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan, Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife kembali memberikan kesempatan bagi atlet belia untuk merasakan atmosfer kompetisi di level internasional.

Setelah sukses mengirim dua tim ke JSSL Singapore 7’s 2025 dan menjadi runner-up, tahun ini sebanyak 34 pemain terbaik MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026
diterbangkan ke SingaCup 2026 yang berlangsung pada 31 Oktober – 7 November mendatang.

Sementara itu, Pelatih Sepak Bola Putri Kota Banjarmasin Pelatih Kepala Tim All-Stars Banjarmasin, Indra Syafruddin mengatakan, Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin saat ini sudah memiliki pengalaman bertanding pada tingkat nasional.

“Setelah ini kami akan melakukan peningkatan keterampilan Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin,” ungkapnya.

Bahkan, pihaknya mengimbau, agar pemain sepak bola Putri Kota Banjarmasin agar bisa masuk Sekolah Sepak Bola (SSB), agar memiliki teknik bermain bola yang lebih baik lagi kedepannya.

“Tim sepak bola Putri Kota Banjarmasin ini, terdiri dari hasil seleksi di sekolah sekolah, yang memiliki bakat alami, belum tersentuh di SSB,” ujarnya. (Rilis-SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version