Resmi Berstatus Bank Devisa, KADIN Minta Bank Kalsel Lepas Saham untuk Tingkatkan Profit

Banjarmasin – KADIN Kalsel menyambut baik peningkatan status Bank Kalsel menjadi bank devisa, pada Senin (22/6). Dimana peningkatan status sebagai bank devisa ini, merupakan pencapaian positif yang patut diapresiasi, karena berdampak terhadap kemajuan ekonomi daerah.

Kordinator Bidang Perbankan dan Investasi, KADIN Kalsel, Tajuddin Noor mengatakan, sudah saatnya Kalsel memiliki bank devisa, yang memang diperlukan pengusaha untuk menjalankan bisnis ekspor impor.

Keterangan: Tajudin Noor (paling kiri) saat hadir disebuah acara

“Dari BPD menjadi Bank Kalsel dan sekarang bank devisa. Saya mengikuti perkembangan bank ini dari awal terbentuk, siapa saja pendirinya, dari sebuah kantor dengan tata laksana sederhana dan sekarang punya kantor yang monumental dan mampu bersaing dengan bank BUMN serta bank swasta lainnya. Sekarang yang ditunggu masyarakat sudah tercapai yaitu bank devisa,” katanya.

Tajudin bersyukur, pihak BPD mau mendengar saran, pendapat, buah pikiran dan kritik konstruktif dari KADIN Kalsel. Apalagi selama ini, pihaknya sudah lama menjalin kerjasama dengan Bank Kalsel.

“Dengan status ini, Bank Kalsel bisa menjual sahamnya. Sebagai gambaran saat ini ada 1.000 anggota KADIN Kalsel dan jika menjual saham 20 juta rupiah per lembar, ini akan menjadi suatu profit di depan mata,” paparnya.

Harapannya lanjut Tajudin, dengan status bank devisa, maka para pelaku usaha ekspor impor, baik batubara, emas, kayu, rotan, dan perikanan, semakin dimudahkan dengan layanan Bank Kalsel yang dapat menerbitkan letter of credit (LC).

“Adanya penerbitan LC juga mendapat profit, selain itu pemasukan pajak dan sirkulasi uang. Ke depan juga potensi dari kuota haji yang di Kalsel sekitar 5.000 jemaah, bisa digarap Bank Kalsel,” katanya.

Ke depan, Tajudin berharap, unsur pimpinan Bank Kalsel bukan dari politisi atau birokrat tapi seseorang dengan latar belakang banker.

“Banker punya analisa dan insting bisnis. Semua personil yang duduk di Bank Kalsel agar memahami dunia ekonomi, jangan lagi sifatnya konservatif, itu hilangkan,” tegas Tajudin. (RIW/EPS)

Bank Kalsel Perkuat Ekonomi Daerah, Sinergi UMKM Bersama Jamkrida Kalsel

Banjarmasin – Bank Kalsel berkomitmen mendukung pertumbuhan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kalimantan Selatan, melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama PT Jamkrida Kalsel (Perseroda).

Penandatanganan dilakukan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin dengan Direktur utama Jamkrida Kalsel, M. Fauzan Noor, pada Selasa (23/6) di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, Banjarmasin.

Kegiatan ini juga turut disaksikan Kepala Biro Perekonomian Provinsi Kalimantan Selatan, Eddy Elminsyah Jaya, serta Perwakilan Divisi Konsumer dan UMK dan Jamkrida Kalsel.

Perjanjian ini bukan merupakan kerja sama baru, melainkan kelanjutan sinergi yang telah terjalin baik antara Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel sejak tahun 2021.

Dengan adanya dukungan penjaminan, penyaluran KUR diharapkan semakin menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan permodalan, untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas kegiatan produktif dan menambah daya saing serta menghadirkan layanan keuangan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memberi kontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyambut baik perpanjangan kerja sama tersebut sebagai bentuk komitmen bersama memperkuat pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM.

Menurutnya, sinergi antara Bank Kalsel dan Jamkrida Kalsel merupakan bentuk dukungan BUMD terhadap visi dan misi Gubernur, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

‘Sinergi hari ini, merupakan bagian dari komitmen kami memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, sekaligus mendukung program pemerintah daerah memperkuat sektor usaha produktif,” jelasnya.

Diharapkan, penyaluran KUR semakin optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat Kalimantan Selatan.

Sementara itu, Direktur Utama Jamkrida Kalsel, M. Fauzan Noor menyampaikan, bahwa penjaminan memiliki peran penting untuk memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha produktif, khususnya UMKM yang berpotensi berkembang namun masih membutuhkan dukungan pembiayaan.

“Melalui penjaminan KUR ini, Jamkrida Kalsel berkomitmen mendukung perluasan akses permodalan bagi pelaku usaha produktif di Kalimantan Selatan. Kami juga mengajak pelaku UMKM memanfaatkan KUR secara bijak, meningkatkan literasi keuangan, serta mengelola usaha dengan baik, sehingga pembiayaan yang diperoleh benar-benar digunakan untuk kegiatan produktif yang mampu menambah daya saing usaha,” ungkap Fauzan.

Sebagai Informasi, Bank Kalsel merupakan Bank Pembangunan Daerah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Bank Kalsel menjalankan fungsi intermediasi perbankan serta mendukung pembangunan ekonomi daerah melalui berbagai layanan keuangan, termasuk pembiayaan bagi UMKM dan masyarakat produktif. Pada Senin (22/6), Bank Kalsel resmi beroperasi sebagai Bank Devisa. (ADV-RIW/EPS)

Exit mobile version