Estafet Kepemimpinan PBJI Kalsel Berlanjut, Tetapkan Ketua Umum Baru Periode 2026-2030

Banjarmasin – Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda), di salah satu hotel di Banjarmasin, Minggu (14/6). Dalam forum tertinggi organisasi tersebut, Muhammad Luthfi Rahman terpilih secara aklamasi, sebagai Ketua Umum PBJI Kalimantan Selatan periode 2026-2030.

Musda yang dihadiri pengurus kabupaten/kota, insan olahraga, serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Selatan itu, menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan arah pengembangan olahraga jujitsu di
Kalsel untuk empat tahun ke depan.

Ket : Ketua Umum PBJI Kalimantan Selatan terpilih periode 2026-2030, Muhammad Luthfi Rahman (tengah)

Sekretaris KONI Kalimantan Selatan, Enly Hadiyannor mengatakan, Musda merupakan agenda penting untuk memilih kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid dan berprestasi.

Menurutnya, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak hanya diukur dari kekuatan organisasi, tetapi juga dari peningkatan prestasi atlet yang dihasilkan secara berkelanjutan.

“Jujitsu harus terus eksis sebagai organisasi olahraga dan mampu meningkatkan prestasi. Apa yang sudah dilakukan pengurus sebelumnya perlu dilanjutkan dan ditingkatkan. Organisasi harus semakin terkonsolidasi sehingga mampu mengikuti berbagai kejuaraan, baik tingkat lokal, regional, nasional hingga internasional,” ujar Enly.

Ia menambahkan, prestasi olahraga memang membutuhkan proses panjang yang didukung dedikasi dan keseriusan seluruh pengurus.

“Sebagai cabang olahraga prestasi, salah satu indikator keberhasilan pengurus adalah meningkatnya prestasi atlet. Karena itu semangat, komitmen, dan kerja keras harus terus dijaga agar prestasi dapat mengikuti,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua PBJI Kalimantan Selatan periode 2022-2026, Yeni Widodo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan organisasi selama masa kepengurusannya.

Ket : Susana Musda PBJI Kalimantan Selatan

Ia mengucapkan terima kasih kepada KONI Kalimantan Selatan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, para atlet, pelatih, serta masyarakat yang selama ini turut berkontribusi terhadap perkembangan jujitsu di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada KONI, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung PBJI Kalimantan Selatan. Musda ini bukanlah akhir dari sebuah kepengurusan, melainkan kelanjutan estafet organisasi menuju arah yang lebih baik,” katanya.

Yeni berharap kepengurusan baru dapat melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus meningkatkan capaian prestasi atlet di berbagai level kompetisi.

“Prestasi harus lebih baik dari sebelumnya. Semangat kebersamaan dan kolaborasi harus terus dijaga agar kepentingan organisasi dan pembinaan atlet dapat berjalan seiring,” ujarnya.

Usai terpilih, Ketua Umum PBJI Kalimantan Selatan periode 2026-2030, Muhammad Luthfi Rahman, menegaskan komitmennya segera mempercepat program kerja dan pembinaan atlet.

Menurutnya, langkah awal yang akan dilakukan adalah menggelar rapat kerja untuk menyusun strategi pengembangan organisasi dan target prestasi yang akan dicapai dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami akan segera melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program pengembangan organisasi. Tujuan utama kami adalah membawa PBJI Kalimantan Selatan meraih prestasi-prestasi yang lebih baik pada berbagai kejuaraan yang akan datang,” ungkap Luthfi.

Ia juga menekankan pentingnya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat pembinaan atlet usia dini dan memperluas pencarian bibit-bibit potensial di Kalimantan Selatan.

“Kami ingin menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencari dan membina bibit-bibit muda yang nantinya bisa menjadi atlet kebanggaan Kalimantan Selatan. Pembinaan atlet harus dilakukan secara berkelanjutan agar prestasi dapat terus meningkat,” katanya.

Lebih lanjut, Luthfi menyebut, dalam waktu dekat terdapat sejumlah agenda dan kejuaraan nasional yang menjadi fokus PBJI Kalsel.

Karena itu, pihaknya akan mengakselerasi pembinaan, agar atlet-atlet Banua mampu bersaing di tingkat nasional.

“Kami ingin membawa nama Kalimantan Selatan di berbagai ajang nasional. Tantangan ini tentu tidak mudah, namun kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pembinaan dan prestasi cabang olahraga jujitsu,” tegasnya.

Melalui kepemimpinan baru ini, PBJI Kalimantan Selatan diharapkan mampu memperkuat tata kelola organisasi, memperluas pembinaan atlet di daerah, serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Banua di tingkat nasional maupun internasional. (BDR/RIW/EPS)

Exit mobile version