Saco Print, Sasirangan Baru Kota Banjarmasin

Banjarmasin – Dekranasda Kota Banjarmasin terus meningkatkan produk sasirangan dari pelaku UMKM binaan, salah satunya dengan mengenalkan produk Saco Print, Jumat (5/6). Produk baru ini dikenalkan langsung Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani.

“Saco Print merupakan pengembangan kreativitas dari Pelaku UMKM, yaitu mengombinasikan kerajinan sasirangan dan ecoprint,” ungkap Neli, kepada sejumlah wartawan.

Ket foto : Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin Neli Listriani saat memperkenalkan produk Saco Print

Kombinasi ini, lanjutnya, menjadikan karya kain sasirangan semakin beragam di Kota Banjarmasin.

“Saco Print hanya ada di Kota Banjarmasin, sedangkan untuk ecoprint sudah ada di daerah lain di Indonesia,” ucap Neli.

Sedangkan, untuk pangsa pasar produk Saco Print sudah mendapat tempat tersendiri di hati konsumen.

“Sako print saat ini sudah memiliki pangsa pasar tersendiri, tidak kalah dengan sasirangan biasa,” tutur Neli.

Untuk harga jual, produk Saco Print berkisar 400 sampai 500 ribu, hampir sama dengan kain sasirangan lainnya.

“Kami berharap, dengan semakin beragam produk yang dihasilkan, dapat meningkatkan kunjungan ke showroom Dekranasda Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Meskipun saat ini, tercatat jumlah kunjungan ke showroom Dekranasda Kota Banjarmasin mengalami peningkatan.

“Produk UMKM binaan Dekranasda Kota Banjarmasin semakin beragam. Mulai dari kain khas sasirangan, produk anyaman, pakaian jadi, hingga aksesoris, dapat menjadi pilihan ketika berbelanja di Showroom Dekranasda yang berada di Balai kota Banjarmasin,” jelas Neli lebih lanjut.

Dikatakan Neli, peningkatan terjadi setelah adanya pemindahan showroom Dekranasda dari Rumah Anno ke lingkungan Balai Kota.

“Lokasi baru memberikan dampak positif terhadap jumlah kunjungan masyarakat . Selain lebih mudah diakses, setiap tamu yang berkunjung ke Balai Kota diarahkan untuk singgah ke stand Dekranasda,” ucapnya.

Meskipun, tidak diwajibkan membeli produk, pengunjung setidaknya diajak mengenal berbagai hasil kerajinan dan produk UMKM binaan Dekranasda.

“Alhamdulillah, antusias masyarakat dan kunjungan keluarga meningkat dibandingkan lokasi sebelumnya. Dampaknya sangat terasa terhadap penjualan produk UMKM,” ujar Neli.

Berdasarkan evaluasi yang dihimpun, omzet Dekranasda pada 2024 hingga 2025 mengalami peningkatan signifikan hingga sekitar 40 persen dibanding periode sebelumnya.

“Capaian tersebut menjadi indikator bahwa promosi produk lokal melalui showroom Dekranasda semakin efektif memperluas pasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM di Kota Banjarmasin,” jelasnya lagi.

Meski demikian hal itu juga menjadi tantangan bagi Dekranasda. Meningkatnya permintaan terhadap produk-produk UMKM menjadi tantangan tersendiri.

Di satu sisi, minat masyarakat terus bertambah, namun di sisi lain kapasitas ruang showroom yang tersedia saat ini masih terbatas sehingga belum mampu menampung seluruh produk yang ingin dipasarkan.

“Kami sebenarnya menghadapi kendala keterbatasan ruang. Permintaan dan minat pelaku UMKM untuk menitipkan produknya cukup tinggi, tetapi kapasitas showroom belum memungkinkan untuk menampung semuanya,” ungkapnya.

Meski demikian, Dekranasda terus berupaya melakukan penataan dan seleksi produk agar lebih banyak pelaku UMKM dapat memperoleh kesempatan memasarkan hasil karyanya.

“Kami berharap adanya penambahan ruang atau pengembangan fasilitas agar semakin banyak produk unggulan lokal yang dapat dipromosikan kepada masyarakat dan tamu yang berkunjung ke Balai Kota Banjarmasin,” ucap Neli. (SRI/RIW/EPS)

Exit mobile version