Jelajah Cagar Budaya, Ajak Pelajar Susuri Jejak Sejarah

Batola – Upaya menanamkan kecintaan terhadap sejarah dan budaya daerah, terus digalakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan, salah satunya melalui Bidang Kebudayaan, Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, dengan menggelar Jelajah Cagar Budaya di SMK Negeri 1 Marabahan, Barito Kuala, pada Rabu (3/6).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, diwakili Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, mengatakan, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan materi sejarah dari narasumber berkompeten, tetapi juga memberikan pengalaman belajar di lapangan.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah (kiri)

Para peserta diajak mengunjungi sejumlah cagar budaya dan lokasi bersejarah yang memiliki nilai penting bagi perkembangan masyarakat Kalimantan Selatan. Dimana,
Jelajah Cagar Budaya merupakan program tahunan yang bertujuan meningkatkan pemahaman sejarah, sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pelestarian warisan budaya.

“Pembelajaran sejarah akan lebih efektif apabila peserta didik dapat melihat langsung peninggalan yang menjadi saksi perjalanan masa lalu,” ucapnya.

Arry menjelaskan, pada kegiatan tersebut, peserta mengunjungi kompleks makam Datu Abdussamad, salah satu tokoh penyebar Islam di Kalimantan Selatan, keturunan Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Selain itu, mereka juga mengunjungi Tiang Bendera 5 Desember, monumen bersejarah yang menjadi simbol perjuangan rakyat Barito Kuala pada 5 Desember 1945.

Pelajar SMKN 1 nampak antusias mendengarkan penjelasan di makam Datu Abdussamad, salah satu tokoh penyebar Islam di Kalimantan Selatan

“Para pelajar tidak hanya memahami sejarah melalui buku pelajaran, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata yang dapat memperkuat pemahaman mereka terhadap identitas daerah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Marabahan, Hormuzi, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, Jelajah Cagar Budaya menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena menghubungkan teori sejarah dengan kondisi nyata di lapangan.

Ia menilai kegiatan tersebut mampu membangun karakter kebangsaan sekaligus memperkuat jiwa nasionalisme para pelajar. Melalui kunjungan langsung ke situs bersejarah, siswa siswi dapat memahami perjuangan para pendahulu yang berkontribusi membangun daerah dan bangsa.

“Selain memperkuat pemahaman sejarah, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pembangunan kebudayaan yang terus didorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

Exit mobile version