Banjarmasin – Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, menggelar Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Best Of The Best Tahun 2026, Rabu (20/5). Lomba dibuka Wali Kota Muhammad Yamin, didampingi Ketua Dekranasda Banjarmasin Neli Listriani.
Neli menjelaskan, kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin, yang menjadi momentum bersejarah dan refleksi perjalanan panjang Kota Seribu Sungai menjaga budaya, membangun kreativitas, serta memperkuat identitas daerah.
“Lomba kali ini mengangkat tema Simfoni 5 Abad Estetika Lokal Sasirangan Identitas Banua,” ungkap Neli.
Tema ini, lanjutnya, menggambarkan harmonisasi perjalanan budaya Banjar selama lima abad, yang diwujudkan melalui keindahan motif Sasirangan sebagai identitas lokal yang terus hidup, berkembang, dan relevan di setiap zaman.
“Pelaksanaan LDMS selama sembilan tahun ini merupakan bukti nyata, bahwa kreativitas masyarakat Kota Banjarmasin terus tumbuh dan
berkembang,” ujarnya.
Berbagai motif yang lahir dari para peserta tidak hanya menunjukkan nilai estetika, tetapi juga menggambarkan kekayaan filosofi, kearifan lokal, dan karakter budaya Banjar.
“Sebagai Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, saya merasa bangga dan
bersyukur karena kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata bahwa tujuan dan fungsi Dekranasda dapat diwujudkan dengan baik,” ucap Neli.
Dekranasda, sebagai organisasi yang menghimpun para pencinta dan peminat seni untuk memayungi, membina, dan mengembangkan produk kerajinan daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan usaha para pelaku industri kecil dan menengah agar semakin maju dan berdaya saing.
“Kami percaya bahwa Sasirangan bukan hanya produk kerajinan, tetapi juga aset budaya dan ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk mengangkat nama Kota Banjarmasin di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Neli.
Melalui LDMS Best of The Best ini, tidak hanya memberikan penghargaan kepada karya terbaik, tetapi juga mengapresiasi semangat para pengrajin, desainer, dan pelaku industri kreatif yang terus berinovasi menjaga eksistensi Sasirangan di tengah perkembangan zaman.
“Saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin,
dewan juri, seluruh panitia, serta semua pihak yang telah mendukung
terselenggaranya kegiatan ini dengan baik,” ucapnya lagi.
Kepada seluruh peserta, baik yang menjadi pemenang maupun yang belum memperoleh kesempatan terbaik pada tahun ini, pihaknya berharap agar terus
berkarya, terus berinovasi, dan terus mencintai budaya daerah.
Karena setiap motif yang diciptakan adalah bagian dari sejarah dan identitas Banua yang akan diwariskan kepada generasi mendatang.
“Semoga melalui kegiatan ini, Sasirangan semakin dikenal, semakin dicintai, dan semakin menjadi kebanggaan masyarakat Kota Banjarmasin,” ujar Neli.
Sementara itu, Tim Juri Lomba Desain Motif Sasirangan Kota Banjarmasin, mengakui kreativitas para peserta semakin meningkat.
Salah satu Juri LDMS Catherine Ambar Sari menyampaikan, pada tahap penjurian, pihaknya menilai pada dua kategori, yaitu reguler, serta best of the best.
Dikatakan Catherine, pada kategori Best of the best, diikuti para juara 1 dari lomba desain motif Sasirangan sebelumnya. Sehingga karya yang dihasilkan merupakan standar juara.
“Hasil karya peserta lomba kategori best of the best ini, semuanya bagus, rapi, serta mengagumkan,” ucap Catherine. (SRI/RIW/EPS)

