Banjarmasin – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (BEM ULM) Tahun 2026, di ruang rapat Komisi IV DPRD Kalsel, baru-baru tadi.
Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Jihan Hanifa mengapresiasi kehadiran puluhan mahasiswa, yang aktif menyuarakan kondisi riil di masyarakat, khususnya pada sektor pendidikan dan sosial.
Menurutnya, berbagai masukan dari mahasiswa menjadi bahan penting bagi DPRD, untuk menjalankan fungsi pengawasan dan penyusunan kebijakan daerah.
“Dalam diskusi tersebut, salah satu isu yang menjadi perhatian yakni tingginya angka Anak Putus Sekolah atau APS serta Anak Tidak Sekolah atau ATS di Kalimantan Selatan,” ucapnya.
Jihan menilai, kondisi di Kalsel memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain.
Banyak anak yang tercatat tidak sekolah, namun sebenarnya sedang menempuh pendidikan di pondok pesantren, karena belum terdata dalam sistem EMIS atau Education Management Information System milik Kementerian Agama Republik Indonesia.
Karena itu, Komisi IV DPRD Kalsel menilai diperlukan sinkronisasi data.
“Koordinasi lintas sektor dimaksudkan agar kondisi pendidikan di daerah dapat tergambar secara lebih akurat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BEM ULM 2026, Ahmad Zidan Satrio Utomo berharap, DPRD Kalsel terus memerhatikan aspirasi masyarakat kecil, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.
Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa dan DPRD penting untuk mendorong lahirnya kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat.
“Melalui audiensi ini, kami berharap sinergi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa dapat terus diperkuat untuk mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua,” tutup Jihan. (ADV-NHF/RIW/EPS)

