Jakarta – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan terus menunjukkan komitmennya, memperkuat sektor pertanian sebagai penopang ekonomi daerah di masa depan. Salah satunya melalui kunjungan kerja ke PT Sang Hyang Seri (SHS), akhir pekan tadi.
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Kartoyo, bersama jajaran Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, dan disambut langsung Direktur PT SHS, Adhi Cahyono Nugroho.
Dalam pertemuan itu, Kartoyo menegaskan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi faktor penting, untuk menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Hal itu dimaksudkan, untuk memastikan ketersediaan benih padi berkualitas mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan produksi pertanian di Banua.
“Kami ingin memastikan penyediaan bibit berkualitas untuk padi di Kalimantan Selatan dapat tersedia secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung ketahanan pangan daerah,” ucapnya.
Kartoyo menjelaskan, proses menghasilkan benih padi unggul tidak dapat dilakukan secara instan karena membutuhkan tahapan hingga dua tahun sebelum dinyatakan siap tanam dan memperoleh sertifikasi resmi.
Selama ini, Kalsel
telah memiliki fasilitas pengolahan benih modern lengkap dengan mesin pemrosesan dan gudang penyimpanan yang berada di Kabupaten Tanah Laut dan Hulu Sungai Selatan.
Menurutnya, penguatan sektor pertanian menjadi langkah strategis di tengah upaya daerah mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan batubara.
“Produksi padi Kalimantan Selatan tahun ini mencapai 1.179.000 ton atau setara Rp7,7 triliun. Ini menjadi kekuatan ekonomi baru yang potensinya sangat besar bagi Banua,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kalsel, Zainal Arifin menyampaikan, bahwa keberhasilan Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung padi nasional, tidak lepas dari ketersediaan benih unggul dan bersertifikat.
Ia menyebut saat ini terdapat 249 penangkar benih yang tersebar di berbagai desa di Kalimantan Selatan dengan nilai perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp134 miliar.
“Penangkaran benih bukan hanya mendukung produksi padi, tetapi juga menggerakkan ekonomi desa, menciptakan usaha produktif, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ungkapnya.
Komisi II DPRD Kalsel menilai kolaborasi antara DPRD, Dinas Pertanian, dan PT Sang Hyang Seri menjadi langkah penting, menjaga keberlanjutan swasembada pangan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis pertanian.
Melalui kunjungan ini, DPRD Kalsel berharap sektor pertanian dapat terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi strategis Banua yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (ADV-NHF/RIW/EPS)

