Peneliti Gemologi Prancis Kunjungi Museum Lambung Mangkurat, Dalami Sejarah Intan Kalsel

Banjarbaru – Kunjungan tim peneliti gemologi internasional asal Prancis ke Kalimantan Selatan, tidak hanya berfokus pada aktivitas lapangan di kawasan pertambangan dan perdagangan intan, tetapi juga menyentuh aspek sejarah dan edukasi. Salah satu agendanya adalah kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat, Senin (27/4).

Tim dari Laboratoire de Gemmologie yang dipimpin Agatha Cristol, didampingi Badan Pengelola Geopark Meratus, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, serta Bappeda Kalsel, memanfaatkan kunjungan tersebut untuk memperdalam pemahaman tentang sejarah geologi, budaya, dan perkembangan industri intan di daerah ini.

Tim Gemologi Prancis melihat benda koleksi museum tentang pendulangan intan.(foto : Muslam Kalsel)

Di museum, rombongan meninjau berbagai koleksi artefak yang menggambarkan keterkaitan masyarakat lokal dengan kekayaan alam, khususnya intan yang menjadi salah satu identitas Kalimantan Selatan.

Plt Kepala Museum Lambung Mangkurat, Raudati Hildayati, menyambut positif kunjungan tersebut dan menilai kehadiran peneliti internasional menjadi momentum penting, memperkuat peran museum sebagai pusat edukasi dan referensi ilmiah.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami. Museum tidak hanya menjadi ruang penyimpanan sejarah, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran yang mampu menjembatani pengetahuan lokal dengan kajian ilmiah internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, interaksi langsung antara peneliti dan pengelola museum turut membuka ruang pertukaran pengetahuan, terutama terkait karakteristik geologis intan Kalimantan yang memiliki keunikan tersendiri.

“Kami berharap melalui kunjungan ini, potensi dan kekayaan sejarah intan Kalimantan Selatan semakin dikenal luas, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset ke depan,” tambahnya.

Kunjungan ke Museum Lambung Mangkurat menjadi pelengkap dari rangkaian kegiatan penelitian yang berlangsung pada 26 April hingga 2 Mei 2026.

Sebelumnya, tim juga telah mengunjungi lokasi penambangan tradisional intan di Cempaka, tempat pengolahan, serta pasar intan. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version