Perkuat Silaturahmi dan Semangat Kerja, Disdikbud Kalsel Gelar Halalbihalal

Banjarmasin – Dalam rangka memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat kerja pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan Halalbihalal, Jumat (27/3).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Panggung Rampa, Taman Budaya Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin ini, diikuti jajaran pegawai Disdikbud, UPTD, dan insan pendidikan dari berbagai satuan pendidikan di Kalimantan Selatan, serta dihadiri Tenaga Ahli Gubernur Kalsel.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim, saat diwancara

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Abdul Rahim menyampaikan, halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum penting untuk mempererat hubungan antarpegawai, sekaligus membangun kembali semangat kerja setelah libur panjang Idulfitri.

Disdikbud Kalsel optimis, semangat baru yang tumbuh pasca lebaran, dapat memperkokoh komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas dan fungsi secara optimal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di bidang pendidikan dan kebudayaan.

“Melalui kegiatan ini, kita saling memaafkan dan memperkuat kebersamaan antar insan pendidikan. Ini menjadi langkah awal untuk kembali fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Rahim menegaskan, solidaritas dan kerja sama menjadi kunci utama dalam mendukung kinerja organisasi. Oleh karena itu, seluruh jajaran, baik di tingkat dinas, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), maupun satuan pendidikan seperti SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Selatan, agar terus menjaga kekompakan.

Foto : suasana Halalbihalal Disdikbud Kalsel

“Semangat kebersamaan yang terbangun melalui halalbihalal, diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja di seluruh lini pendidikan,” harapnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan tausiah keagamaan dari K.H. Muslimin. Dalam ceramahnya, Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momen Idulfitri sebagai sarana memperbaiki diri, memperkuat ukhuwah, serta meningkatkan keikhlasan dalam bekerja.

“Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang menjadi fondasi dalam dunia pendidikan,” tutupnya. (NHF/RIW/EPS)

177 ASN Banjarbaru Terima SK Kenaikan Pangkat, Tekankan Profesionalisme dan Kinerja

Banjarbaru – Sebanyak 177 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Banjarbaru, menerima Surat Keputusan (SK) Kenaikan Pangkat periode 1 April 2026. Penyerahan dilakukan pada kegiatan yang berlangsung di Aula Gawi Sabarataan, Pemko Banjarbaru, pada Jumat (27/3).

SK kenaikan pangkat tersebut diserahkan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, kepada para ASN dari berbagai golongan.

Ket : Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni saat menyampaikan sambutan

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni menyampaikan, bahwa kenaikan pangkat tidak sekadar dimaknai sebagai perubahan jenjang jabatan, tetapi juga merupakan bentuk kepercayaan negara atas kinerja ASN.

“Pangkat bukan hanya simbol kedudukan, melainkan cerminan tanggung jawab dan kepercayaan yang diberikan negara. Karena itu, kenaikan pangkat harus diiringi dengan peningkatan kinerja, kompetensi, integritas, dan profesionalisme. ASN juga dituntut untuk terus belajar serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, dinamika pelayanan publik yang terus berkembang menuntut ASN untuk lebih inovatif, responsif, dan solutif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan bahwa setiap kenaikan pangkat harus sejalan dengan peningkatan tanggung jawab, kompetensi, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara,” katanya.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Banjarbaru, Slamet Riyadi menjelaskan, bahwa kenaikan pangkat merupakan bentuk penghargaan atas kinerja dan produktivitas ASN yang telah memenuhi persyaratan.

“Kenaikan pangkat adalah bentuk reward atau penghargaan. Artinya, tidak bersifat otomatis. ASN yang belum memenuhi kriteria kinerja tidak wajib naik pangkat. Pangkat diberikan kepada mereka yang menunjukkan kinerja baik dan produktivitas optimal,” jelasnya.

Melalui kebijakan kenaikan pangkat berbasis kinerja ini, Pemerintah Kota Banjarbaru berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat. ASN diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, sekaligus menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional kepada masyarakat. (BDR/RIW/EPS)

Tingkatkan Layanan, Dispora Perbaiki Fasilitas Kolam Renang GOR Hasanuddin HM

Banjarmasin – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan perbaikan fasilitas kolam renang Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Hasanuddin HM Banjarmasin.

Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kalsel, Zulhaidir menjelaskan, perbaikan yang dilakukan, bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Ket foto : Kepala Seksi Peningkatan Tenaga dan Organisasi Keolahragaan Dispora Kalsel Zulhaidir

“Perbaikan fasilitas kolam renang ini, untuk memastikan pelayanan terbaik bagi pengunjung serta atlet atlet renang,” ungkap Zulhaidir, kepada sejumlah wartawan, Jumat (27/3).

Mengingat, lanjutnya, kolam renang di GOR Hasanuddin HM tersebut, tidak hanya untuk latihan para atlet renang Kalsel, tetapi juga digunakan masyarakat umum.

Fasilitas yang diperbaiki tersebut, berada di bagian samping kolam renang, agar terlihat lebih rapi serta nyaman bagi pengunjung.

“Yang kami perbaikan bagian samping, sehingga tidak menganggu bagian utama kolam renang, pengunjung serta latihan atlet tetap berjalan seperti biasanya, ” jelas Zulhaidir.

Pihaknya berharap, pemeliharaan ini dapat dilakukan setiap tahunnya. Namun, disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Pemeliharaan yang dilakukan secara rutin di kawasan kolam renang GOR Hasanuddin HM Banjarmasin ini, seperti air kolam, wc, sedangkan untuk perbaikan disesuaikan dengan anggaran yang ada,” ucap Zulhaidir.

Dalam kesempatan tersebut, Zulhaidir juga menyampaikan secara keseluruhan perbaikan pemeliharaan di kawasan GOR Hasanuddin HM. Seperti perbaikan kantor sekretariat cabang olahraga panahan, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan di area kolam renang. (SRI/RIW/EPS)

Pemerintah Desa Kalsel, Diminta Aktif Dukung Pengembangan Inovasi Desa

Banjarbaru – Pemerintah desa di Kalimantan Selatan diharapkan dapat berperan aktif, mendukung pengembangan inovasi desa, untuk meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Iwan Ristianto, melalui Kepala Seksi Pengembangan Inovasi Desa, Ahmad Zaky Maulana menjelaskan, peran aktif pemerintah desa menjadi faktor penting dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal yang dimiliki masing-masing wilayah.

Menurutnya, setiap desa memiliki karakteristik dan keunggulan tersendiri yang dapat dikembangkan menjadi sebuah inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Ia menegaskan, bahwa inovasi desa tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain, seperti pengelolaan sumber daya alam, peningkatan kualitas pelayanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi desa.

“Dengan pendekatan tersebut, inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ucap Zaki, Jum’at (27/3).

Pemerintah desa memiliki peran strategis, mendorong lahirnya inovasi. Tidak hanya berbasis teknologi, tetapi juga inovasi dalam pelayanan dan pengelolaan potensi desa.

Zaky menyebutkan, bahwa keterlibatan aktif pemerintah desa akan mendorong tumbuhnya kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Hal ini penting agar inovasi yang dikembangkan benar – benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Pemerintah desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menciptakan berbagai terobosan yang berdampak nyata bagi masyarakat, baik dalam peningkatan pendapatan, pembukaan lapangan kerja, maupun penguatan ketahanan ekonomi desa,” lanjut Zaki.

Selain itu, sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah juga perlu terus diperkuat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memastikan program inovasi desa dapat berjalan secara optimal, terarah, dan berkelanjutan.

Menurut Zaky, dukungan dari pemerintah daerah dalam bentuk pembinaan, pendampingan, serta fasilitasi program akan sangat membantu desa dalam mengembangkan inovasi yang berdaya saing.

“Dengan adanya kolaborasi yang baik serta peran aktif pemerintah desa, diharapkan inovasi desa di Kalimantan Selatan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah secara menyeluruh,” tutup Zaki. (MRF/RIW/EPS)

Dorong Kerja ke Luar Negeri, Disdikbud Kalsel Siapkan Strategi Tingkatkan Serapan Lulusan SMK

Banjarbaru – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kualitas dan serapan kerja lulusan SMK pada tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada perluasan peluang kerja, termasuk ke luar negeri, serta penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (Dudika).

Kepala Bidang Pembinaan SMK Disdikbud Kalsel, Firna Arsika mengatakan, pihaknya tengah memfasilitasi seluruh SMK negeri dan swasta untuk terlibat pada program penempatan kerja luar negeri yang diinisiasi pemerintah pusat.

Kantor Disdikbud Kalsel di Banjarbaru.(foto : net)

“Untuk tahun 2026, kami mendukung program pusat terkait keberkerjaan di luar negeri. Seluruh SMK sudah kami fasilitasi untuk menyampaikan usulan melalui Takola,” ujarnya di Banjarbaru, belum lama tadi.

Selain membuka peluang kerja ke luar negeri, Disdikbud Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap kerja sama antara sekolah dengan pihak industri. Hal ini dinilai penting untuk meningkatkan kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Kami mencoba memperbaiki pola kerja sama dengan Dudika. Selama ini kami melihat dari sisi bargaining masih belum optimal untuk mendorong keberkerjaan lulusan,” jelas Firna.

Untuk itu, Disdikbud menggandeng Biro Pemerintahan Otonomi Daerah (Otda), untuk memfasilitasi penyusunan kerja sama yang lebih kuat antara sekolah dan dunia usaha.

Upaya lain yang dilakukan adalah berkolaborasi dengan Bappeda Kalsel dalam penyusunan Peraturan Daerah, tentang Tanggung Jawab Lingkungan dan Sosial Perusahaan (TJLSP).

Menurut Firna, regulasi tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang dapat membuka peluang dukungan perusahaan terhadap dunia pendidikan, khususnya SMK.

“Perda TJLSP ini nantinya menjadi jembatan bagi kami untuk mendapatkan dukungan dari perusahaan, termasuk dalam mendorong peningkatan kualitas dan peluang kerja bagi lulusan SMK,” katanya.

Meski berbagai program telah disiapkan, Disdikbud Kalsel mengakui masih ada tantangan yang perlu dibenahi, terutama terkait sikap dan mentalitas kerja lulusan SMK.

“Masukan dari Dudika, yang masih belum optimal itu adalah sikap keberkerjaan, seperti kedisiplinan dan budaya kerja yang perlu disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ungkap Firna.

Sebagai langkah tindak lanjut, Disdikbud akan berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk memberikan pembekalan kepada siswa terkait kesiapan menghadapi dunia kerja.

“Kami rencanakan sosialisasi peningkatan kapasitas ini dilaksanakan pada triwulan kedua tahun 2026,” tambahnya. (SYA/RIW/EPS)

Exit mobile version