Sambut Ramadan, DPKP Kalsel Aktifkan Gerakan Pangan Murah

Banjarbaru – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Program ini tidak hanya ditujukan untuk menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan, tetapi juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah, menekan laju inflasi di Kalimantan Selatan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Saptono mengatakan, bahwa menjelang Ramadan, permintaan masyarakat terhadap bahan pangan cenderung meningkat. Kondisi tersebut kerap memicu kenaikan harga dan berpotensi mendorong inflasi daerah apabila tidak diantisipasi sejak dini.

Kabid Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono

“Gerakan Pangan Murah ini kami laksanakan sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus untuk membantu menurunkan dan mengendalikan angka inflasi di Kalimantan Selatan, terutama menjelang Ramadan,” ujar Saptono, Senin (2/2).

Saptono menjelaskan, pelaksanaan GPM dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalsel, serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel.

Kolaborasi ini bertujuan menghadirkan berbagai komoditas pangan strategis dalam satu kegiatan, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hasil perikanan, hingga produk pangan lainnya. Dengan pasokan yang cukup dan harga terjangkau, kami berharap tekanan harga di pasar bisa ditekan,” jelas Saptono.

Lebih lanjut, Saptono menuturkan, bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari upaya penguatan pengendalian inflasi daerah yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Melalui intervensi langsung di tingkat konsumen, pemerintah berharap dapat memutus rantai distribusi yang panjang dan menekan lonjakan harga pangan.

“Selain membantu masyarakat, GPM juga menjadi instrumen penting dalam menjaga daya beli. Jika harga pangan stabil, maka inflasi bisa lebih terkendali dan kondisi ekonomi masyarakat tetap terjaga,” lanjut Saptono.

Saptono juga menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program penguatan ketahanan pangan yang berkelanjutan, khususnya pada momentum-momentum strategis seperti Ramadan dan hari besar keagamaan lainnya.

Rencananya, Gerakan Pangan Murah akan digelar di sejumlah lokasi strategis yang mudah diakses masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan stabilitas harga pangan di Kalimantan Selatan tetap terjaga, inflasi dapat ditekan, serta masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman. (MRF/RIW/EPS)

Exit mobile version