Berstatus RS Pendidikan, RSGM Gusti Hasan Aman Fasilitasi IPC Mahasiswa ULM

BANJARMASIN – Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman Kalimantan Selatan, kembali menunjukkan perannya sebagai rumah sakit pendidikan, dengan memfasilitasi kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC), yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Kegiatan IPC ini merupakan kolaborasi lintas disiplin dari tiga program studi profesi di ULM. Yaitu Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Gigi Program Profesi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM, Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) ULM, serta Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ULM.

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, melalui rilisnya Senin (19/1) menyampaikan, pelaksanaan
Interprofessional Collaboration (IPC) digelar selama tiga hari, dari 19-24 Januari 2026, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam praktik pelayanan kesehatan yang kolaboratif, terintegrasi, serta berorientasi pada keselamatan pasien.

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, menyampaikan sambutan

“Melalui pendekatan kerja tim antarpofesi, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing profesi dalam penatalaksanaan pasien secara komprehensif,” ucapnya

Disampaikan Mashuda, selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dari ketiga program studi bekerja bersama dalam berbagai aktivitas klinik dan diskusi kasus. Proses pembelajaran meliputi pengkajian pasien, perencanaan perawatan, hingga evaluasi terapi yang dilakukan secara kolaboratif.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di lingkungan klinik RSGM Gusti Hasan Aman sebagai rumah sakit pendidikan, sehingga memberikan pengalaman nyata dalam praktik kolaborasi interprofesional di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kegiatan IPC ini sejalan dengan komitmen rumah sakit dalam mendukung pengembangan pendidikan kesehatan berbasis kolaborasi. Model pembelajaran seperti ini dinilai penting untuk mempersiapkan calon tenaga kesehatan yang mampu bekerja secara tim dan berorientasi pada mutu serta keselamatan pasien,” jelasnya.

Lebih lanjut Mashuda menambahkan, pelaksanaan IPC juga menjadi bagian dari upaya Universitas Lambung Mangkurat dalam menjawab tantangan sistem pelayanan kesehatan modern yang menuntut sinergi antartenaga kesehatan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan lulusan profesi dokter gigi, dokter, dan apoteker memiliki kesiapan yang lebih baik untuk berkolaborasi di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Peran RSGM Gusti Hasan Aman sebagai wahana pendidikan dan pelayanan, kegiatan IPC diharapkan dapat berkontribusi dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan bermutu bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” tutupnya. (RSGMGUSTIHASANAMAN.KALSEL-NHF/RIW/RH)

Perkuat Komitmen Dan Profesionalitas, Diskominfo Kalsel Teken Pakta Integritas 2026

BANJARBARU – Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kinerja aparatur dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kinerja dan Pakta Integritas Tahun 2026, di halaman Kantor Diskominfo Kalsel, Banjarbaru, Senin (19/1).

Penandatanganan tersebut dilaksanakan usai apel pagi, dan disaksikan langsung Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim. Kegiatan ini diikuti juga diikuti seluruh pejabat struktural, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu, serta PPPK paruh waktu di lingkungan Diskominfo Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim menegaskan, bahwa penandatanganan perjanjian kinerja dan pakta integritas merupakan bentuk keseriusan ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sesuai dengan indikator program yang telah ditetapkan.

“Penandatanganan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi komitmen bersama agar seluruh ASN Diskominfo bekerja secara profesional, terukur, dan berorientasi pada hasil, sesuai dengan indikator kinerja yang telah disusun,” ujar Muslim.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi tujuan utama dari komitmen tersebut. Oleh karena itu, kinerja seluruh ASN akan terus dipantau dan dievaluasi secara berkala.

“Semua ini kita lakukan dengan niat memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi masyarakat. Kinerja ASN akan terus kita monitoring dan evaluasi agar pelaksanaan program berjalan efektif dan tepat sasaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muslim juga mengingatkan, bahwa tantangan di tahun 2026 akan semakin kompleks, seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan tuntutan masyarakat terhadap layanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.

“Ke depan tantangan semakin berat, sehingga saya harap seluruh ASN Diskominfo dapat terus berinovasi. Manfaatkan sumber daya yang ada untuk menciptakan program dan kegiatan yang lebih variatif, kreatif, dan berdampak. Dan yang tidak kalah penting, semua itu harus kita lakukan dengan semangat kerja yang positif,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Exit mobile version