JAWA TENGAH – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turut ambil bagian dalam memeriahkan puncak peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, yang digelar di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1).
Keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam ajang nasional ini, menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional, sekaligus sebagai sarana promosi potensi desa dan produk unggulan daerah.
Pada kegiatan tersebut, Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan membuka stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan l desa yang dikelola BUMDesa, khususnya produk khas Banua. Berbagai hasil kerajinan, olahan pangan lokal, hingga produk kreatif berbasis potensi desa mendapat perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, secara resmi dibuka Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, pegiat desa, serta pelaku BUMDesa.
Dalam sambutannya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan, bahwa desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari Desa Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun desa dari pinggiran. Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang harus terus didorong agar maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Yandri Susanto.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif pemerintah daerah, termasuk Kalimantan Selatan, yang dinilai konsisten mendorong penguatan ekonomi desa melalui UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto mengatakan, keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Melalui pameran ini, kami ingin mengenalkan potensi desa dan produk BUMDesa khas Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. Ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar daerah dalam membangun desa,” kata Iwan, saat ditemui di Kantornya di Banjarbaru, baru – baru ini.
Iwan menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama antardaerah serta membuka peluang pengembangan ekonomi desa yang lebih luas.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran, Kalimantan Selatan juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional pada ajang Hari Desa Nasional 2026.
Sejumlah desa, kelurahan, serta perwakilan masyarakat Banua berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori lomba dan apresiasi dari Kementerian Desa dan PDT.
Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, berhasil meraih Juara II Lomba Kelurahan Nasional, mencerminkan keberhasilan tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta partisipasi masyarakat.
Di bidang ekonomi desa, Peringkat III Duta BUMDesa Nasional diraih oleh Zaenal Arifin dari BUMDesa Berkah Mulia, Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Selain itu, Desa Awang Bangkal Barat meraih Penghargaan Program Kementerian Berbasis Desa atas inovasi pemanfaatan lahan eks tambang pasir menjadi unit usaha BUMDesa yang produktif dan berkelanjutan.
Kalimantan Selatan juga masuk Peringkat IX Nasional BUMDesa Inspiratif melalui BUMDes Wake Berkah Abadi Baru, Desa Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Di bidang kepemudaan dan digitalisasi desa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah meraih Juara II E-Sport Desa Nasional, sementara Juara II Pemuda Pelopor Desa Bidang Kebudayaan diraih Sam’ani.
Deretan prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Selatan sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong desa yang maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (MRF/RIW/RH)

