BANJARBARU – Dalam rangka mendukung pencapaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, UPTD Kebun Raya Banua tengah mengusulkan penyesuaian tarif masuk bagi pengunjung.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung pengelolaan, pengembangan fasilitas, serta meningkatkan PAD Kebun Raya Banua secara berkelanjutan.
Plt Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah mengatakan, bahwa apabila usulan revisi tarif tersebut disetujui, pihaknya optimistis target PAD sebesar Rp1,5 miliar dapat tercapai, bahkan berpeluang terlampaui.
“Dari sisi kebijakan, apabila nanti ada revisi tarif, misalnya dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu, maka kami optimistis pendapatan Kebun Raya Banua bisa melampaui target Rp1,5 miliar,” ujar Firmansyah.
Adapun usulan penyesuaian tarif yang diajukan meliputi Rp10.000 untuk pengunjung umum, Rp8.000 untuk pelajar, dan Rp6.000 untuk anak-anak.
Meski demikian, Firmansyah menegaskan, bahwa usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan dan menunggu persetujuan sesuai dengan ketentuan peraturan daerah yang berlaku.
“Kami telah mengusulkan penyesuaian tarif menjadi Rp10 ribu untuk pengunjung umum, Rp8 ribu untuk pelajar, dan Rp6 ribu untuk anak-anak. Namun, usulan ini masih dalam proses pertimbangan dan menunggu kebijakan serta persetujuan peraturan daerah,” jelasnya.
Ia berharap, penyesuaian tarif masuk tersebut nantinya dapat disetujui agar pengelolaan Kebun Raya Banua semakin optimal, sejalan dengan kebutuhan operasional serta pengembangan kawasan ke depan.
“Mudah-mudahan dapat disetujui, sehingga pengelolaan Kebun Raya Banua dapat menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada dan terus berkembang,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Sungai Gatot Subroto mulai dikeruk Pemerintah Kota Banjarmasin, sejak Rabu (14/1) malam, hingga Kamis (15/1). Kegiatan ini di pantau langsung Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, didampingi Kadis PUPR Kota Banjarmasin Suri Sudarmadiyah, serta Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin Syafiq Huwaida.
Yamin menyampaikan, bahwa pengerukan Sungai Gatot Subroto merupakan langkah konkret untuk memperbaiki aliran air, yang selama ini kerap menimbulkan genangan di lingkungan sekitar.
“Rabu malam kita melaksanakan pengerukan Sungai Gatot Subroto di kawasan Perumahan Perwira Menengah TNI AD,” ujar Yamin.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin saat meninjau
Pengerukan dilakukan di salah satu titik, yang sebelumnya sempat tergenang saat cuaca ekstrem, sehingga perlu segera ditangani.
“Pengerukan dilakukan sepanjang kurang lebih 400 meter, yang terbagi masing masing sekitar 200 meter di sisi kiri dan kanan sungai, dengan estimasi waktu pengerjaan selama setengah bulan mendatang,” ucap Yamin.
Dengan sistem pengerjaan dilakukan secara bertahap, satu minggu di sisi kiri dan satu minggu di sisi kanan, sehingga secara keseluruhan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar setengah bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, mengungkapkan, bahwa Sungai Gatot Subroto menjadi prioritas karena memiliki lebar sungai yang cukup, sehingga memungkinkan penggunaan alat berat berkapasitas besar.
“Sungai Gatot ini cukup lebar sehingga memudahkan manuver alat berat. Kami menggunakan excavator BC 200 yang memiliki jangkauan lebih besar dibandingkan alat-alat kecil,” ungkapnya.
Suri menambahkan, bahwa keberadaan anak-anak sungai kecil di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses normalisasi.
“Tidak semua anak sungai bisa dimasuki alat berat. Ke depan, akan kita carikan solusi dengan membuat penampungan di lokasi yang cukup luas agar aliran sungai kecil dapat tertampung dan mengalir ke Sungai Gatot,” ujarnya.
Sedangkan, Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Syafiq Huwaida menyebutkan, bahwa pengerukan ini diharapkan dapat mereduksi genangan air di kawasan permukiman sekitar.
“Dengan pengerukan ini, kita harapkan genangan air di permukiman dapat lebih cepat masuk ke Sungai Gatot. Ini merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir yang terus kita lakukan,” ujarnya.
Syafiq juga menjelaskan bahwa saat ini Dinas PUPR mengoperasikan tiga unit alat berat yang secara bergilir dikerahkan ke sejumlah titik prioritas di Kota Banjarmasin.
“Dua alat menggunakan ban karet sebelumnya bekerja di Sungai HKSN depan Kantor Kecamatan Banjarmasin Utara dan Sungai Melai di Jalan Pondok Kelapa. Saat ini kami juga telah bergerak ke kawasan Belitung. Pola pengerjaan terus berputar ke lokasi-lokasi prioritas yang memungkinkan alat berat masuk,” jelasnya. (SRI/RIW/RH)
JAWA TENGAH – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) turut ambil bagian dalam memeriahkan puncak peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, yang digelar di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/1).
Keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam ajang nasional ini, menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan peran desa sebagai ujung tombak pembangunan nasional, sekaligus sebagai sarana promosi potensi desa dan produk unggulan daerah.
Pada kegiatan tersebut, Dinas PMD Provinsi Kalimantan Selatan membuka stand pameran yang menampilkan beragam produk unggulan l desa yang dikelola BUMDesa, khususnya produk khas Banua. Berbagai hasil kerajinan, olahan pangan lokal, hingga produk kreatif berbasis potensi desa mendapat perhatian pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia.
Puncak peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026, secara resmi dibuka Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimun. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia, pegiat desa, serta pelaku BUMDesa.
Dalam sambutannya, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto menegaskan, bahwa desa memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional dan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
“Hari Desa Nasional ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat membangun desa dari pinggiran. Desa bukan lagi objek pembangunan, tetapi subjek utama yang harus terus didorong agar maju, mandiri, dan berdaya saing,” ujar Yandri Susanto.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif pemerintah daerah, termasuk Kalimantan Selatan, yang dinilai konsisten mendorong penguatan ekonomi desa melalui UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Selatan, Iwan Ristianto mengatakan, keikutsertaan Pemprov Kalsel dalam peringatan Hari Desa Nasional 2026 merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Melalui pameran ini, kami ingin mengenalkan potensi desa dan produk BUMDesa khas Kalimantan Selatan ke tingkat nasional. Ini juga menjadi ajang berbagi praktik baik antar daerah dalam membangun desa,” kata Iwan, saat ditemui di Kantornya di Banjarbaru, baru – baru ini.
Iwan menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperluas jejaring kerja sama antardaerah serta membuka peluang pengembangan ekonomi desa yang lebih luas.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pameran, Kalimantan Selatan juga menorehkan berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional pada ajang Hari Desa Nasional 2026.
Sejumlah desa, kelurahan, serta perwakilan masyarakat Banua berhasil meraih penghargaan dalam berbagai kategori lomba dan apresiasi dari Kementerian Desa dan PDT.
Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru, berhasil meraih Juara II Lomba Kelurahan Nasional, mencerminkan keberhasilan tata kelola pemerintahan, inovasi pelayanan publik, serta partisipasi masyarakat.
Di bidang ekonomi desa, Peringkat III Duta BUMDesa Nasional diraih oleh Zaenal Arifin dari BUMDesa Berkah Mulia, Desa Bukit Mulia, Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut.
Selain itu, Desa Awang Bangkal Barat meraih Penghargaan Program Kementerian Berbasis Desa atas inovasi pemanfaatan lahan eks tambang pasir menjadi unit usaha BUMDesa yang produktif dan berkelanjutan.
Kalimantan Selatan juga masuk Peringkat IX Nasional BUMDesa Inspiratif melalui BUMDes Wake Berkah Abadi Baru, Desa Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Di bidang kepemudaan dan digitalisasi desa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah meraih Juara II E-Sport Desa Nasional, sementara Juara II Pemuda Pelopor Desa Bidang Kebudayaan diraih Sam’ani.
Deretan prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Kalimantan Selatan sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendorong desa yang maju, mandiri, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional. (MRF/RIW/RH)
BANJARMASIN – Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), menegaskan komitmennya untuk memperkuat fungsi pengawasan, legislasi, serta penyerapan aspirasi masyarakat tahun 2026.
Langkah ini dinilai penting, untuk memastikan kinerja DPRD berjalan semakin efektif, terarah, dan profesional. Penguatan peran kelembagaan tersebut dibahas dalam pertemuan yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat, baru-baru tadi ke DPRD Provinsi DKI Jakarta.
Dalam pertemuan, Rais menekankan pentingnya DPRD bekerja secara responsif dan adaptif, terhadap dinamika serta kebutuhan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya pengayaan perspektif dan pertukaran pengalaman antarlembaga legislatif.
Ketua Komisi I DPRD Kalsel, Rais Ruhayat
“Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk berbagi praktik terbaik dalam penguatan fungsi pengawasan dan pelayanan aspirasi publik,” ucapnya.
Disampaikan Rais, sejumlah isu strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari penyelarasan program kerja DPRD di awal tahun, evaluasi pola kerja kelembagaan, hingga pengelolaan agenda dan prioritas pembahasan agar lebih efektif dan terukur.
Tidak kalah penting, Komisi I DPRD Kalsel juga menyoroti peran kemitraan antara DPRD dan sekretariat sebagai unsur pendukung utama pelaksanaan tugas-tugas kedewanan.
“Sinergi yang kuat antara kedua pihak dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan kinerja DPRD yang optimal dan profesional,” ungkapnya.
Lebih lanjut Rais menambahkan, dengan adanya penguatan kinerja DPRD tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi yang solid dari seluruh unsur lembaga. Sehingga, tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kemitraan yang kuat dengan sekretariat.
Sinergi ini terus terjaga saling mendukung, agar pelaksanaan tugas-tugas kedewanan dapat berjalan lebih optimal.
“Melalui langkah ini, Komisi I DPRD Kalsel berharap fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh publik, sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan daerah di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)
BANJAR – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Kalimantan Selatan, kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui Penyaluran Donasi Tahap II bagi masyarakat terdampak banjir.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu (14/1) dengan sasaran wilayah Sungai Lulut Dalam RT 01, serta wilayah perbatasan Desa Gudang Tengah dan Desa Lok Buntar, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Penyaluran bantuan berupa paket sembako ini merupakan lanjutan dari aksi solidaritas KADIN Kalsel Peduli, sebagai wujud nyata kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak banjir.
Rombongan KADIN Kalsel berkumpul terlebih dahulu di Kantor KADIN Provinsi Kalimantan Selatan pada pukul 10.00 WITA, sebelum bergerak bersama menuju lokasi penyaluran.
Direktur Eksekutif KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, Nur Mahya menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dunia usaha yang secara konsisten dijalankan KADIN.
Menurutnya, dunia usaha tidak boleh berjarak dengan masyarakat, terlebih dalam situasi bencana.
“Bantuan ini adalah amanah dari anggota KADIN dan mitra dunia usaha yang kami salurkan langsung kepada masyarakat terdampak. Semoga dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan dasar di tengah kondisi yang masih sulit,” ujar Nur Mahya.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, Muhamad Pazri, turut hadir dan terlibat langsung membantu proses distribusi bantuan kepada warga.
Ia menegaskan bahwa aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk empati dan solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat terdampak banjir.
“Banjir ini bukan semata persoalan alam, tetapi persoalan kemanusiaan. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud tanggung jawab moral agar masyarakat tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” tegas Pazri.
Selain itu, kegiatan penyaluran donasi ini juga dihadiri Sutono, Komtap Perdagangan dan Pemasaran Dalam Negeri KADIN Provinsi Kalimantan Selatan, yang sekaligus merupakan pemilik usaha roti.
Dalam kesempatan tersebut, Sutono turut berkontribusi dengan membagikan bantuan roti kepada warga terdampak banjir sebagai tambahan konsumsi bagi masyarakat.
Warga di Sungai Lulut Dalam serta wilayah perbatasan Desa Gudang Tengah dan Desa Lok Buntar, menyambut baik kehadiran KADIN Kalsel dan para pelaku usaha yang turun langsung ke lapangan.
Bantuan sembako dan roti yang disalurkan dinilai sangat membantu, khususnya bagi keluarga yang masih mengalami keterbatasan akses kebutuhan pokok akibat banjir.
Melalui program KADIN Kalsel Peduli, KADIN Provinsi Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan berperan aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta mendorong semangat gotong royong dan solidaritas dunia usaha dengan masyarakat Kalimantan Selatan. (RIW/RH)