BANJARMASIN – Menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat terkait “super flu”, maka Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menerbitkan klarifikasi resmi terkait virus influenza tersebut.
Dalam keterangan persnya, Jumat (2/1), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, dr. Diauddin menegaskan, bahwa istilah super flu merupakan sebutan media untuk Influenza A (H3N2 subclade K), yang masih termasuk influenza musiman.
“Deteksi virus ini merupakan hasil surveilans rutin penyakit pernapasan yang dilakukan pemerintah,” urainya.
Hingga saat ini, menurut Diauddin, tidak ditemukan bukti ilmiah bahwa virus tersebut lebih berbahaya atau lebih mematikan dibandingkan flu biasa.
Apalagi, sebagian besar kasus menunjukkan gejala ringan hingga sedang, dan dapat sembuh dengan penanganan standar.
“Sistem kesehatan di Kalsel dan Indonesia saat ini dalam kondisi siaga dan terkendali,” tegasnya.
Meski begitu, Diauddin mengingatkan, ada kelompok yang perlu lebih waspada terhadap “super flu” ini. Yakni anak – anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit penyerta.
“Sekali lagi kami imbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), dan gunakan masker bila sedang flu/batuk,” tambahnya.
Selain itu, Diauddin juga mengingatkan masyarakat untuk mencuci tangan secara rutin, istirahat cukup dan menjaga daya tahan tubuh, dan segera ke fasilitas kesehatan bila gejala memberat.
*Vaksin influenza tetap dianjurkan untuk mengurangi risiko keparahan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Diauddin meminta masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada, dan hanya mengikuti informasi dari sumber resmi. (DinkesKalsel-RIW/RH)

