BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah Angkatan I Tahun 2025 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel.
Kegiatan ini dibuka secara resmi Plt Kepala BPSDMD Kalsel, Sulkan, di Aula BPSDMD Kalsel, Banjarbaru, Senin (16/6).
Pelatihan akan berlangsung hingga 20 Juni 2025, dan diikuti 30 peserta yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam sambutannya, Sulkan menegaskan pentingnya peran pengelola keuangan di instansi pemerintahan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance).
Plt Kepala BPSDMD Kalsel, Sulkan (kiri) saat menyampaikan sambutan. (foto:BPSDMD Kalsel)
“Pengelolaan keuangan daerah yang baik merupakan salah satu pilar utama dari Good Governance. Hal ini penting untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, efektivitas, dan efisiensi dalam setiap kegiatan dan program pembangunan di Kalimantan Selatan,” jelasnya.
Sulkan juga menekankan tata kelola keuangan daerah harus menjadi perhatian serius seluruh ASN. Sebab Kalsel sendiri hingga kini telah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 13 kali berturut-turut.
“Ini menjadi bukti komitmen terhadap standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual,” ungkapnya.
Sulkan menyebut pelatihan ini menjadi bekal penting bagi para ASN, terutama yang ke depan akan mengemban tugas sebagai bendahara, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), hingga Pengguna Anggaran (PA).
“Pelatihan ini dilaksanakan secara konsisten oleh BPSDMD Kalsel setiap tahun. Selain menyegarkan kembali pemahaman yang sudah ada, juga bertujuan untuk meningkatkan kompetensi ASN, terlebih karena regulasi pengelolaan keuangan terus berkembang,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)
BANJARBARU – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan, menerima kunjungan peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Tahun 2025, di Aula Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Banjarbaru, Senin (16/6).
Kunjungan diterima Kepala Dinas Kominfo Kalsel, Muhamad Muslim diwakili Plt. Sekretaris Diskominfo Kalsel, Sucilianita Akbar dan Kepala Bidang Informasi Publik dan Statistik, Tarwin Patik Mustofa.
Suasana kunjungan peserta PKA ke Diskominfo Kalsel
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program Pelatihan Kepemimpinan Administrator yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel.
Sebanyak delapan peserta dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan hadir dalam kunjungan ini dan menyampaikan hasil analisis serta rekomendasi terhadap isu yang mereka kaji.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Sekretaris Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar menyambut baik kunjungan tersebut, dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran para peserta.
“Dinas Kominfo Provinsi Kalimantan Selatan menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk sinergi dan kolaborasi antarinstansi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap agar kegiatan ini dapat memberikan nilai tambah bagi para peserta, khususnya dalam memahami penerapan kepemimpinan yang adaptif dan inovatif.
“Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan serta inspirasi bagi peserta dalam menerapkan prinsip-prinsip kepemimpinan yang adaptif dan inovatif di tempat tugas masing-masing,” harapnya.
Sementara itu, Widya Iswara Utama BPSDMD Kalsel, Rahmadi menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan tahapan ekspos advokasi, di mana peserta mempresentasikan hasil analisis terhadap permasalahan organisasi serta rekomendasi solutif yang telah mereka susun.
“Kegiatan hari ini merupakan tahapan ekspos advokasi, yaitu penyampaian hasil analisis dan rekomendasi peserta kepada instansi yang menjadi objek studi,” jelas Rahmadi.
Menurutnya, tahapan ini penting untuk menumbuhkan kemampuan peserta dalam memberikan kontribusi nyata melalui saran dan solusi berdasarkan pendekatan kreatif dan inovatif.
“Diharapkan menjadi momen pembelajaran yang bermanfaat dalam membentuk karakter kepemimpinan ASN yang unggul dan berdaya saing di masa mendatang,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Kafilah Kota Banjarmasin untuk MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, resmi dilepas Wakil Walikota Banjarmasin Ananda mewakili Walikota Banjarmasin Muhammad Yamin, Senin (16/6).
Ananda mengatakan, Pemerintah Kota Banjarmasin telah menutup kegiatan simulasi, dengan pelepasan Kafilah MTQ Kota Banjarmasin, untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi di Kabupaten Banjar.
Wakil Walikota Banjarmasin Ananda
“Dengan adanya simulasi ini maka Kafilah Kota Banjarmasin telah siap bertanding baik secara mental serta fisik,” ucap Ananda.
Karena itu, lanjutnya, Kafilah Kota Banjarmasin diharapkan mampu meraih juara umum pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, di Kabupaten Banjar.
“Pada pelaksanaan MTQ tahun sebelumnya, Kota Banjarmasin hanya berada diurutan kedua. Oleh karena itu, diharapkan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 ini di Kabupaten Banjar, Kafilah Kota Banjarmasin mampu meningkatkan prestasi, dengan meraih juara umum,” tutur Ananda.
Sementara itu, Ketua Panitia Juli Khair mengatakan, Kota Banjarmasin mengirimkan kafilah sebanyak 125 orang, terdiri dari pimpinan kafilah sebanyak 6 orang, Koordinator Lapangan 6 orang/Bidang Penunjang 26 orang, pelatih 11 orang, pendamping serta official sebanyak 15 orang, dan peserta sebanyak 61 orang.
“Kafilah Kota Banjarmasin, dipastikan mengikuti seluruh cabang perlombaan pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan di Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Sedangkan, Ketua 1 LPTQ Kota Banjarmasin Fahrurazi mengaku siap menjalankan target juara umum MTQ Tingkat Provinsi tahun ini.
Ketua 1 LPTQ Banjarmasin Fahrurazi
“Kesiapan ini didasarkan pada kesiapan seluruh peserta, selama proses pemilihan di tingkat kecamatan hingga tingkat kota Banjarmasin, yang sudah sangat maksimal,” jelasnya.
Dengan kesiapan tersebut maka Kafilah Kota Banjarmasin siap meraih juara umum pada pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025 di Kabupaten Banjar. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Pelatihan Youth Digital Skill Tahun 2025 di Kota Banjarmasin, Senin (16/6). Pelatihan dibuka secara resmi Gubernur Muhidin, diwakili Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi.
“Pelatihan Youth Digital Skill Tahun 2015 ini digelar, untuk meningkatkan keterampilan pemuda pada bidang digital. Contohnya pengembangan usaha melalui teknologi,” ungkap Fitri, kepada sejumlah wartawan.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
Dikatakan Fitri, kegiatan ini diikuti 3 Sentra Pemberdayaan Pemuda di Provinsi Kalimantan Selatan. Yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Tanah Laut, serta Kabupaten Hulu Sungai Utara.
“Pada pelatihan ini dengan total peserta 60 pemuda,” ucapnya.
Fitri berharap, para pemuda Kalimantan Selatan, dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dunia digital yang berkembang saat ini.
“Teknologi digital dapat menjadi senjata bagi generasi muda, salah satunya untuk peningkatan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menurut Fitri, saat ini pengembangan ekonomi kreatif cukup pesat secara global, sehingga pemuda di Kalimantan Selatan diharapkan mampu mengikuti perkembangan tersebut.
Selain itu, lanjut Fitri, pihaknya meminta para pemuda untuk dapat membawa pengaruh positif kepada masyarakat sekitar, untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi digital ini.
Pelatihan dilaksanakan dari 16 sampai 18 Juni 2025,dengan mengangkat tema Pemanfaatan Teknologi Digital. (SRI/RIW/RH)
JAKARTA – Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Fathul Jannah, menghadiri silaturahmi dan halal bihalal bersama warga Banjar Kalimantan Selatan se Jabodetabek di Auditorium Manggala Wanabakti Kementrian Kehutanan RI, Jakarta pada Minggu, (15/6)
Gubernur saat tiba di lokasi silaturahmi bersama warga Banjar Jabodetabek
Silaturahmi dan Halalbihalal warga Banjar Kalsel se Jabodetabek ini terasa istimewa. Pasalnya, selain langsung dihadiri Gubernur Muhidin dan wakilnya Hasnuryadi Sulaiman dan istri drg. Ellyana Trisya, juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurrofiq, Bupati/Walikota se- Kalsel dan sejumlah tokoh masyarakat Banua di perantauan.
Bahkan, antusiasme warga bubuhan urang Banjar se Jabodetabek yang hadir dalam kegiatan menyambung silaturahmi tahun ini lebih dari 2.000 warga.
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, acara silaturahmi dan halal bihalal tahun ini jumlah para undangan yang berhadir meningkat.
Kehadiran Gubernur Kalsel Muhidin didampingi sang isteri, Fathul Jannah disambut dengan pertunjukan seni hadrah.
Bahkan, sebelum memasuki ruang gedung, Gubernur, Muhidin menyempatkan diri untuk meninjau stand bazar UMKM sambil berswafoto dan bersilaturahmi dengan bubuhan urang Banjar.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin berharap, melalui kegiatan halal bihalal dan silaturahmi ini akan semakin menambah rasa ‘badangsanak’, sebagai sesama urang Banjar di perantauan maupun urang Banjar yang berada di Banua.
“Kiranya ikatan bubuhan yang menjadi kultur urang Banjar ini tidak pernah sirna dalam situasi maupun kondisi apapun,” ujar Gubernur.
Gubernur didampingi istri dan Wagub beserta istri, saat memberikan sambutan
Disampaikan Gubernur, bersama Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi, dirinya merasa bahagia dapat bertemu dan menyapa bubuhan banua yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.
“Sungguh ulun merasa himung dan ini sebuah kebahagiaan yang tiada terkira hingga kita bisa menyambung dan memoerkuat tali silaturahmi apalagi ini juga bisa berkumpul dengan walikota, bupati dan para tokoh Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini Gubernur Muhidin juga berpesan kepada warga Banjar se Jabodetabek agar selalu merawat silaturahmi dan hubungan baik tanpa membedakan status sosial baik dengan sesama bubuhan Banua maupun dengan suku bangsa lainnya yang hidup berdampingan dengan kita.
‘Tetaplah menjadi urang Banjar yang santun, ramah dan pemurah yang melekat dalam hati diri sebagai urang Banjar, Jangan lupa falsafah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung,” pesan Muhidin.
Ketua Panitia pelaksana Rumaisah Satyawati mengungkapkan, kegiatan halal bihalal tahun ini dihadiri sekitar 2 ribu lebih warga bubuhan urang Banjar di perantauan.
Acara halal bihalal, kata Rumaisah, mengambil tema “ Menyambung Tali Silaturahmi dan Menguatkan Identitas Banua”.
“Kehadiran pak gubernur merupakan simbol kekuatan antara pemerintah daerah bersama warga banjar se-Jabodetabek,” ungkap Rumaisah.
Sementara itu, Ketua umum warga Banjar se jabodetabek A.M Fachir mengungkapkan, jika pihaknya akan membuat program alkah bagi warga bubuhan Banjar se Jabodetabek.
“Kita masih memerlukan dana yang banyak untuk membeli lahan dan rencana pengembangan lahan makam. Untuk itu kami sangat berharap ada dukungan dari semua pihak, agar program ini bisa terealisasi,” kata Fachir seraya menyebutkan jika program alkah bagi warga perantauan ini digratiskan.
Acara silaturahmi dan halal bihalal warga urang Banjar se Jabodetabek ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Habib Hamid Abdullah, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, sejumlah anggota DPRD Provinsi Kalsel, Pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel dan Tenaga Ahli Gubernur, serta sejumlah walikota/bupati se Kalsel dan sejumlah tokoh masyarakat Banua di perantauan.
Di acara ini turut pula dilaksanakan pertunjukan seni, bazar UMKM yang diikuti puluhan pelaku usaha dari bubuhan urang Banjar se Jabodetabek. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARBARU – Jemaah haji Debarkasi Banjarmasin tiba kembali di Bumi Lambung Mangkurat pada Minggu (15/6) dinihari, pukul 03.30 WITA. Kedatangan kloter pertama ini, menggunakan pesawat jenis A330-300 Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3119 di bandara Internasional Syamsudin Noor. Dalam penerbangan ini tercatat sejumlah 423 jamaah haji kembali ke tanah air.
“Alhamdulilah, kloter pertama jemaah haji dari Kalimantan Selatan telah tiba di tanah air dan Insya Allah menjadi haji yang mabrur. Keseluruhan proses berlangsung dengan aman dan lancar. Selanjutnya proses debarkasi periode ini direncanakan akan berlangsung mulai 15 Juni sampai 8 Juli 2025”, ungkap Khaerul Assidiqi, General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Manajemen InJourney Airports selaku operator bandar udara memberikan pelayanan prima dengan berkomitmen dalam penyediaan fasilitas dan personel terbaik untuk para tamu Allah.
Untuk memastikan kelancaran proses tersebut, sinergi dan komunikasi aktif terus dijalin dengan para stakeholder terkait seperti Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Imigrasi, Bea Cukai, maskapai, ground handling, BKK, dan Perum DAMRI.
Untuk mempermudah proses kepulangan, para jemaah haji turun dari pesawat menggunakan fasilitas garbarata dan langsung dibawa menuju Asrama Haji Banjarmasin dengan menggunakan armada bus yang telah disiapkan.
Selain itu, fasilitas pendukung seperti wheel chair hingga mobil ambulans juga disiapkan bagi yang membutuhkan.
“Perjalanan panjang yang ditempuh para jemaah haji kami sadari tentu menguras kondisi fisik. Oleh sebab itu, upaya pelayanan maksimal dan pelayanan kesehatan kami siapkan bersama para stakeholder terkait agar para jamaah haji nyaman selama proses debarkasi ini”, pungkas Khaerul. (AngkasaPura-RIW/RH)
BATOLA – Gubernur Kalsel, Muhidin, meresmikan sekaligus menandatangi prasasti Gedung Rektorat Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, pada Jumat (13/6), di Kampus III Jalan Trans Kalimantan – Handil Bhakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.
Gubernur menandatangani prasasti peresmian gedung rektorat UNISKA MAB
Menurut Gubernur Muhidin, keberadaan gedung rektorat baru ini sebagai simbol kemajuan dan komitmen yang kuat seluruh jajaran UNISKA MAB yang saat ini memiliki sekitar 18.000 mahasiswa dan 450 dosen.
Gubernur didampingi Bupati Batola meninjau gedung rektorat baru UNISKA MAB
“Ini menandakan Universitas Islam Kalimantan MAB maju, dan mudah mudahan bisa mencerdaskan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar Gubernur Muhidin kepada wartawan usai peresmian.
Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kalsel, Gubernur Muhidin menyampaikan selamat atas terbangunnya gedung ini disertai harapan, dapat dimanfaatkan segala sarana yang ada dan difungsikan sebagai mana mestinya.
Gubernur juga menyatakan dukungan atas upaya UNISKA MAB untuk memperkuat fasilitas dan menyelenggarakan pendidikan dalam menghadapi tantangan global kedepannya.
Diingatkan juga agar gedung ini dijaga dan memanfaatkannya sebagai rumah ilmu dan rumah pembinaan karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menyampaikan harapan agar pihak UNISKA MAB ini menjalankan segala kegiatan akademik sesuai prosedur atau aturan yang berlaku, termasuk menjalani proses mendapat gelar guru besar bagi para dosen.
“Jadi harus selektif, jangan sampai menimbulkan masalah di kemudian hari,” pesan Gubernur.
Pada kesempatan itu, Rektor UNISKA MAB, Mohammad Zainul mengatakan, kehadiran Gubernur Muhidin untuk meresmikan gedung empat lantai ini, merupakan wujud apresiasi Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap pihaknya dan menjadi spirit jajarannya untuk terus berbuat yang terbaik lagi dalam rangka memacu kemajuan UNISKA kedepan.
“Dengan gedung rektorat yang baru ini, mudah mudahan kami mampu meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Zainul.
Turut hadir dalam kegiatan, para ulama dan tokoh agama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Muhammad Tambrin, Bupati Batola, Bahrul Ilmi, Forkopimda Kabupaten Batola, Direktur Bank Kalsel Fahrudin, dan jajaran UNISKA MAB Banjarmasin.
Peresmian gedung rektorat ditandai dengan pemotongan pita untaian melati dan penandatanganan prasasti didampingi Rektor dan Ketua Yayasan UNISKA MAB Banjarmasin. (Biroadpim-RIW/RH)
BANJARBARU – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79 Tahun 2025, Polda Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kesehatan Interaktif Penyakit Jantung dan Metabolik, bertempat di Ruang Rupatama Mapolda Kalsel, Banjarbaru, Jumat (13/6).
Kegiatan ini dibuka langsung Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, dan turut dihadiri Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM mewakili Gubernur Kalsel, Husnul Hatimah, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, serta jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Selatan.
Foto bersama usai pembukaan seminar kesehatan
Seminar kesehatan menghadirkan narasumber spesialis jantung, dr. Agung Hadi Susanto, dan diikuti personel Polda Kalsel, Bhayangkari, serta jajaran Polres se-Kalsel secara virtual.
Dalam sambutannya, Kapolda Kalsel menegaskan pentingnya kesadaran terhadap penyakit jantung dan metabolik, terutama bagi personel kepolisian yang dituntut tetap prima dalam menjalankan tugas.
“Kesehatan adalah pilar utama dalam kehidupan, terlebih di era modern saat ini. Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Oleh karena itu, menjaga kebugaran tubuh dan kesehatan bukan hanya kebutuhan personal, tetapi juga kewajiban profesional dan moral sebagai anggota Polri. Tanpa kesehatan, segalanya tidak berarti,” tegas Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Ia juga menekankan, bahwa seminar ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan sebagai bagian penting dari peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri yang unggul dan berdaya saing.
“Kesadaran akan pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri. Pencegahan penyakit, khususnya yang berkaitan dengan jantung dan metabolik, memerlukan kedisiplinan dalam menjaga pola makan, olahraga teratur, dan kontrol kesehatan berkala,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Kapolda menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Polda Kalsel semakin peduli terhadap kesehatannya, baik secara fisik maupun mental.
“Saya berharap seluruh personel Polda Kalsel bisa lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya masing-masing. Karena dengan tubuh dan mental yang sehat, kita bisa memberikan pelayanan kepolisian yang profesional dan semakin humanis kepada masyarakat,” pungkas Kapolda. (BDR/RIW/RH)
BANJARMASIN – Pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Rapat Kerja (Raker) dalam upaya peningkatan prestasi serta mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor olahraga tersebut.
Raker dilaksanakan di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Jumat (13/6). Dipimpin Ketua PGI Kalsel Arifin Noor.
Arifin menyampaikan, raker kerja yang dilaksanakan ini, dihadiri Perwakilan Pengurus PGI yang ada di Kabupaten dan Kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi, serta Kabid Peningkatan Prestasi Dispora Kalsel Heru Sumianto.
Ketua PGI Kalsel Arifin Noor
“Raker ini tidak hanya membahas peningkatan prestasi atlet golf, tetapi juga potensi lapangan yang dimiliki pemerintah provinsi, serta daerah,” ungkap Arifin.
Seperti Lapangan Golf Swargaloka yang asetnya milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
“Dengan organisasi yang terstruktur dalam pengelolaan aset tersebut, dapat menghasilkan PAD yang transparan, sehingga dapat dilihat oleh Gubernur Kalsel,” ungkapnya.
Dalam hal ini, menurut Arifin, PGI berkoordinasi dengan Dispora Kalsel, terkait penggunaan aset pemerintah tersebut.
Seperti, tempat latihan para atlet golf tidak dikenakan tarif pada saat berlatih atau diberikan tarif khusus.
“Jika bisa gratis untuk para atlet berprestasi dan atlet pemula,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan Fitri Hernandi mengatakan, pihaknya mendukung Raker PGI Tingkat Provinsi tersebut.
Plt Kadispora Kalsel Fitri Hernandi
“Sehingga kami banyak menerima masukan yang selama ini tidak termonitor oleh Dispora Kalsel,” ungkap Fitri.
Akhirnya pada raker ini pihaknya dapat membuka kolaborasi bagaimana pengelolaan lapangan golf tersebut.
“Agar para atlet dapat berlatih, berkembang, serta dapat mengikuti kompetisi tingkat nasional,” ucap Fitri.
Dalam kesempatan tersebut, Fitri juga berharap, olahraga golf ini dapat lebih dikenal luas masyarakat, tidak hanya disukai orang yang menyukai golf saja.
“Dengan semakin ramainya penyuka golt tersebut, untuk Pemprov dapat meningkatkan PAD dari lapangan golf Swargaloka,” ucap Fitri. (SRI/RIW/RH)
BANJARMASIN – Keberadaan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Provinsi Kalimantan Selatan, sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah terus menjadi perhatian DPRD Provinsi Kalsel.
Suasana rapat Pansus I DPRD Kalsel, sumber (Humas DPRD Kalsel)
Melalui Panitia Khusus (Pansus) I, DPRD Kalsel menggelar rapat pembahasan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemberdayaan Kemasyarakatan, pada Rabu (11/6). Raperda ini bertujuan untuk memberikan payung hukum bagi seluruh ormas yang ada di Kalsel.
Wakil Ketua Pansus I, Habib Hamid Bahasyim, menjelaskan, bahwa pertemuan yang melibatkan Tenaga Ahli, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel, serta Biro Hukum Setda Kalsel ini bertujuan mengkaji kembali substansi Raperda, khususnya terkait pembinaan dan perlakuan terhadap ormas yang berbadan hukum maupun yang belum berbadan hukum.
Salah satu anggota Pansus I yang cukup aktif dalam rapat, Dirham Zein, menekankan pentingnya pendataan ormas oleh Kesbangpol.
“Ormas ini didirikan dengan tujuan yang baik. Mereka bergerak di berbagai bidang seperti sosial, seni, budaya, kemasyarakatan, hingga keagamaan. Oleh karena itu, bagi ormas yang ingin terdaftar, terutama yang telah berbadan hukum dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), dipersilakan mendaftar ke Kesbangpol. Nantinya, mereka berhak memperoleh dana pembinaan,” jelas Dirham.
Pansus I berkomitmen menyusun Perda yang akomodatif dan berpihak pada penguatan peran ormas dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan. (ADV-NHF/RIW/RH)