BANJARBARU – Gubernur, Muhidin, menginstruksikan seluruh dinas dan instansi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, untuk menggunakan serta menyajikan air minum dalam kemasan Bakula Water pada setiap kegiatan resmi pemerintahan.
Gubernur Muhidin menjelaskan, Bakula Water merupakan produk air minum dalam kemasan yang diproduksi Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga sudah sepatutnya mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Penggunaan Bakula Water di setiap kegiatan resmi, dinilai sebagai langkah konkret dalam mendorong pemanfaatan produk milik daerah.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat kemandirian daerah, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan menggunakan produk sendiri, perputaran ekonomi dapat kembali ke daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi pembangunan Kalimantan Selatan.
“Ini adalah upaya kita untuk memajukan produk milik sendiri dengan menggunakan produk sendiri. Dari situ, kita bisa menambah pemasukan atau pendapatan daerah,” ucap Muhidin, saat launching Bakula Water, yang dirangkaikan dengan kegiatan Puncak Gebyar Panutan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2025, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru, Selasa (16/12).
Selain mendukung produk daerah, Muhidin juga menilai Bakula Water memiliki kualitas yang baik dan aman untuk dikonsumsi. Air minum ini memiliki kandungan pH berkisar antara 7 hingga 8, yang dinilai dapat membantu menetralkan kadar asam dalam tubuh, mendukung sistem pencernaan, serta menjaga hidrasi karena kualitas airnya yang murni dan terjaga.
“Oleh karena itu, saya menganjurkan seluruh dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan agar menggunakan Bakula Water,” lanjut Muhidin.
Muhidin menekankan, agar Bakula Water selalu disajikan dalam setiap kegiatan pemerintahan, termasuk saat kunjungan kerja Gubernur dan pejabat daerah lainnya. Ia meminta seluruh jajaran perangkat daerah benar-benar melaksanakan instruksi tersebut secara konsisten.
“Jangan sampai pada saat gubernur melakukan kunjungan, tetapi yang disajikan justru bukan Bakula Water,” tegas Muhidin.
Dengan kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap penggunaan Bakula Water dapat semakin meluas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung produk daerah, memperkuat kemandirian ekonomi, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara berkelanjutan.
“Penggunaan Bakula Water ini juga dalam rangka meningkatkan PAD, sehingga pendapatan daerah dapat meningkat,” tutup Muhidin. (MRF/RIW/RH)

