BANJARBARU – Jelang berakhirnya tahun 2025, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel, melaksanakan Sosialisasi Program dan Kegiatan Prioritas Tahun 2026-2029 Bersama Awak Media, pada Kamis (11/12) dikantornya di Banjarbaru. Sosialisasi dilakukan langsung Kepala Disbunnak Provinsi, drh. Suparmi, didampingi Kepala Biro Adpim Pemprov Kalsel, Berkatullah dan Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Provinsi Kalsel, Siti Noorbayah.
Dalam pemaparannya, Suparmi memastikan, bahwa Disbunnak akan kembali melanjutkan sejumlah program unggulan bidang perkebunan dan peternakan, yang selama ini sudah berjalan dengan baik.
Diantaranya program SISKA KUINTIP atau Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak dan Inti Plasma. Dimana program ini, menjadikan Provinsi Kalsel sebagai pilot project dan percontohan, untuk pelaksanaan di seluruh Indonesia.
“Tahun 2026 nanti, kita juga masih akan menjalankan program pengembangan tanaman karet dan kopi,” jelasnya.
Sementara pada bidang peternakan, Disbunnak Kalsel juga tetap memprioritaskan pembangunan peternakan berkelanjutan. Khususnya untuk ketersediaan daging dan telur unggas, melalui program SITI HAWALARI.
“Untuk program baru, mulai tahun depan kami akan mengembangkan tanaman kelapa dalam, khususnya jenis kelapa Genjah Entok,” urainya.
Untuk program prioritas baru ini, setidaknya sudah disiapkan lahan seluas 3.000 ha di Kabupaten Batola, yang siap ditanami dan dikembangkan mulai tahun 2026-2029.
“Kelapa jenis Genjah Entok ini, memiliki karakter pohon yang tidak terlalu tinggi, namun produktivitas buahnya sangat bagus,” tambahnya.
Program ini, menurut Suparmi, juga merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), melalui ketersediaan bahan baku, khususnya coconut milk atau santan.
“Bahkan ke depan, kita sudah memiliki rencana membangun pabrik pengolahan Coconut Milk untuk tujuan ekspor,” tutupnya. (RIW/RH)

