BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), tengah menyelesaikan penyusunan database guru dan tenaga kependidikan sebagai dasar pemerataan dan peningkatan kesejahteraan pendidik di Banua.
Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengungkapkan, database tersebut menjadi bagian dari upaya analisis kebutuhan guru di seluruh kabupaten/kota untuk mengatasi ketimpangan distribusi.
“Ada daerah yang kekurangan dan ada yang bertumpuk. Ini yang kita susun agar distribusinya dapat lebih merata. Mohon dukungan semua pihak karena ini tahun pertama kita melakukan pendataan ulang,” ujarnya di Banjarmasin, belum lama tadi.
Digitalisasi pendidikan juga terus digenjot. Salah satunya melalui peluncuran Sistem Informasi Manajemen Guru dan Tenaga Kependidikan (SIM GTK) pada tahun ini.
Tantri menyebut, indikasi awal memang sudah menunjukkan adanya ketidakmerataan tenaga pendidik di beberapa wilayah. Namun pihaknya masih menunggu data final yang lebih solid.
“Tim sudah bekerja dan Insya Allah Desember terlihat nyata dan komprehensif. Jika ada penumpukan, kita akan mengambil kebijakan bersama,” katanya.
Ia menegaskan distribusi guru tidak hanya sekadar memindahkan dari daerah yang kelebihan ke daerah yang kekurangan. Aspek domisili dan kondisi keluarga guru tetap menjadi faktor penting.
“Ketika guru ditempatkan dan urusan keluarga selesai, proses belajar mengajar pun tidak terganggu,” ucapnya.
Selain pemerataan, Tantri menegaskan peningkatan kesejahteraan guru masih menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ia bahkan menyebut sekitar 60 persen guru di Kalsel, baik ASN maupun non ASN, belum tersertifikasi.
Semula Pemprov menargetkan penyelesaian sertifikasi berlangsung bertahap hingga 2029. Namun ada peluang akselerasi berkat kebijakan pemerintah pusat.
“Ada relaksasi dari Kementerian Dikdasmen RI. Semua pembiayaan ditanggung kementerian dan harus selesai tahun 2026,” tegasnya.
Dengan sertifikasi, menurutnya kesejahteraan guru akan meningkat signifikan.
“Pendapatan mereka otomatis naik dua kali lipat. Kalau kesejahteraan meningkat, dedikasi juga akan meningkat,” pungkasnya. (SYA/RIW/RH)

