Bank Kalsel Raih Penghargaan Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik, PTBI Tahun 2025

BANJARMASIN – Bank Kalsel kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, yang mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan” yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia, melalui siaran langsung, dengan acara utama terpusat di Kantor Pusat Bank Indonesia Jakarta.

Pada acara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bersama jajaran kementerian, lembaga negara, industri keuangan, perbankan, dan pelaku ekonomi nasional tersebut, Bank Kalsel dianugerahi penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik”, yang diraih Kas Titipan Bank Kalsel Batulicin.

Penghargaan ini diberikan Bank Indonesia kepada mitra perbankan yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menjaga ketersediaan uang rupiah layak edar, khususnya di wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal), serta mendukung kelancaran distribusi uang rupiah ke masyarakat.

Kas Titipan Batulicin dinilai sebagai unit layanan yang sangat aktif, sigap, dan konsisten dalam menjalankan perannya.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, menyampaikan apresiasi atas penghargaan ini, sebagai wujud pengakuan terhadap kerja keras seluruh insan Bank Kalsel, khususnya tim di Kas Titipan Batulicin.

“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen Bank Kalsel dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar bagi masyarakat. Kami berterima kasih kepada Bank Indonesia atas kepercayaan dan apresiasi ini. Prestasi ini akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat layanan kas titipan dan meningkatkan kualitas layanan Bank Kalsel di seluruh wilayah Kalimantan Selatan,” ujar Fachrudin.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki jangkauan luas di Kalimantan Selatan, Bank Kalsel terus berperan aktif dalam mendukung kebijakan Bank Indonesia terkait pengedaran uang rupiah, penguatan layanan kas, dan edukasi ciri keaslian uang.

Melalui Kas Titipan Batulicin, Bank Kalsel mampu menjangkau masyarakat di wilayah yang jauh dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, sehingga distribusi rupiah dapat berjalan lancar dan merata.

Fachrudin menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari soliditas tim serta sinergi yang baik antara Bank Kalsel dan Bank Indonesia.

“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Kas Titipan Batulicin telah bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan uang layak edar, memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan aman. Kami akan terus memperbaiki layanan demi mendukung kelancaran sistem pembayaran dan kenyamanan transaksi masyarakat,” jelasnya.

Penghargaan “Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik” ini semakin menegaskan posisi Bank Kalsel, sebagai mitra strategis Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas sistem pembayaran dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan semangat Setia Melayani, Melaju Bersama, Bank Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Indonesia serta menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. (ADV-RIW/RH)

Sambangi Panti Mulia Satria Banjarbaru, RSGM Gusti Hasan Aman Gelar Aksi Sikat Gigi Bersama

BANJARBARU — Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Gusti Hasan Aman, kembali menunjukkan komitmennya meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut anak-anak, melalui bakti sosial penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama. Kegiatan dilaksanakan di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Anak dan Remaja Mulia Satria, Banjarbaru, Sabtu (29/11).

Plt Direktur RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Mashuda, diwakili Kabid Pelayanan Efrin Riyadi, mengatakan, kegiatan yang menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-61 ini, menyasar 50 anak penghuni panti.

Kabid Pelayanan RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, Efrin Riyadi, dan Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati. (Ki-Ka)

Rangkaian acara meliputi edukasi kesehatan gigi dan mulut serta praktik sikat gigi bersama, untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

“Alhamdulillah, RSGM Gusti Hasan Aman pada hari ini melaksanakan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut di Panti Mulia Satria Banjarbaru, dengan sasaran 50 anak-anak,” katanya

Efrin Riyadi menjelaskan, bakti sosial ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang agar anak-anak benar-benar memahami praktik menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Foto bersama : sumber humas RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel

Selain penyuluhan, tim RSGM memandu anak-anak melakukan praktik menyikat gigi yang benar, serta memberikan bingkisan kebutuhan kebersihan mulut.

“Upaya ini diharapkan mendorong kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di kalangan anak-anak, mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka dengan kondisi kesehatan mulut yang lebih baik,” harapnya

Sementara itu, Kepala UPTD Panti Mulia Satria, Sacik Kartikowati, menyampaikan apresiasi atas perhatian tim RSGM. Ia mengungkapkan antusiasme tinggi dari anak-anak selama kegiatan berlangsung.

Dimana pihaknya sangat berbahagia dengan kedatangan tim RSGM. Antusiasme anak-anak juga sangat tinggi, dan tertarik mendengarkan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut.

“Dengan kebiasaan baik yang dikenalkan dapat diterapkan sehari-hari oleh penghuni panti sehingga tumbuh menjadi generasi sehat,” tutupnya.

Kegiatan bakti sosial RSGM Gusti Hasan Aman Kalsel, di Panti Mulia Satria Banjarbaru, merupakan salah satu wujud tanggung jawab sosial institusi kesehatan terhadap masyarakat rentan.

Selain penyuluhan dan praktik sikat gigi bersama, Aksi sosial kali ini juga diisi berbagi kepada anak-anak seperti memberikan sajadah dan tumbler, serta sembako untuk operasional kebutuhan Panti perlindungan dan rehabilitasi sosial remaja dan anak Mulia Satria Banjarbaru. (RSGM.KALSEL-NHF/RIW/RH)

PTBI Kalimantan Selatan 2025, Sinergi Untuk Pertumbuhan Ekonomi Berdaya Tahan

BANJARMASIN – Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Kalimantan Selatan 2025, merupakan forum strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berdaya tahan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia dan Gubernur Bank Indonesia pada PTBI Nasional 2025 di Jakarta. Sebagai kelanjutannya di daerah, PTBI Kalimantan Selatan menjadi sarana echoing agenda dan arah kebijakan PTBI Nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi di tingkat regional untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras dari pusat hingga daerah.

Dalam arahannya pada PTBI Nasional 2025, Jumat (28/11) malam, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto menegaskan, bahwa Indonesia telah menunjukkan ketahanan ekonomi yang tinggi di tengah ketidakpastian global, dan capaian ini merupakan hasil kolaborasi kuat seluruh elemen bangsa.

Presiden mendorong agar pertumbuhan dan stabilitas harus terus berjalan beriringan, sembari memperkuat kepercayaan diri nasional.

“Kemandirian ekonomi sangat penting, saling membantu, dan menghadirkan solusi cepat kepada rakyat melalui kebijakan yang dirumuskan dengan ketenangan, dilaksanakan dengan keyakinan, dan dijiwai tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Presiden dalam arahannya.

Optimisme senada disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, yang menyatakan bahwa perekonomian Indonesia diprakirakan tumbuh lebih tinggi dan tetap berdaya tahan pada 2025–2027, didukung konsumsi dan investasi yang solid, serta ekspor yang tetap baik, meski ekonomi global melambat.

“Inflasi nasional diperkirakan tetap rendah dalam sasaran 2,5 ± 1%, didukung konsistensi kebijakan moneter, sinergi pengendalian inflasi pusat–daerah, dan penguatan ketahanan pangan nasional,” paparnya.

Di tengah prospek yang baik, Bank Indonesia menekankan pentingnya penguatan sinergi kebijakan dalam lima area strategis, termasuk stabilitas makro dan sistem keuangan, pembiayaan perekonomian, akselerasi digitalisasi, serta kerja sama ekonomi internasional sebagai respons terhadap meningkatnya tantangan global.

Sejalan dengan optimisme pada tingkat nasional, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, A. Donanto H.W., menyampaikan bahwa perekonomian Kalimantan Selatan tetap tumbuh kuat, sebesar 5,19% (yoy) pada triwulan III 2025, dengan inflasi yang terkendali, ditopang peningkatan produksi pertanian, akselerasi investasi di Kawasan Industri dan Kawasan Ekonomi Khusus, serta berkembangnya ekonomi digital.

“Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Kalsel tetap solid pada 2025 di kisaran 4,8–5,6% dan meningkat pada 2026, dengan dukungan hilirisasi SDA, penguatan UMKM, potensi pariwisata Geopark Meratus, serta perluasan digitalisasi ekonomi dan keuangan,” paparnya saat PTBI Kalimantan Selatan di Banjarmasin, pass Jumat (28/11) malam.

Untuk menjaga momentum tersebut, Donanto menambahkan, BI Kalsel mendorong tiga fokus strategi daerah. Yakni akselerasi sumber pertumbuhan ekonomi baru, peningkatan efisiensi transaksi melalui digitalisasi, serta penguatan stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Pelaksanaan PTBI Kalsel juga menjadi ruang apresiasi atas sinergi yang kuat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, perbankan, pelaku usaha, akademisi, media, dan masyarakat Banua.

Mewakili Wakil Gubernur Kalsel, melalui Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Kalsel, Subhan Nor Yaumil menyampaikan, bahwa sejumlah capaian daerah sepanjang tahun 2025 merupakan buah kerja bersama yang konsisten dan berkelanjutan.

Kalimantan Selatan berhasil mencatat prestasi nasional dan regional, antara lain, Peringkat 1 nasional Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2025 dengan skor 81,98%,
Kota Banjarmasin meraih predikat TPID Terbaik se-Kalimantan dalam TPID Award 2025, Kabupaten Tanah Laut meraih predikat TP2DD Terbaik se-Kalimantan dalam TP2DD Award 2025, dan Kas Titipan Batu Licin, BPD Kalsel sebagai Mitra Rupiah Tepian Nusantara Terbaik.

“Prestasi tersebut, menjadi bukti bahwa sinergi, konsistensi, dan keberlanjutan program mampu menghasilkan kemajuan nyata,” tegas Subhan.

Kalimantan Selatan disebut memiliki modal besar untuk memainkan peran strategis dalam transformasi ekonomi nasional melalui hilirisasi batu bara dan kelapa sawit, penguatan UMKM dan perdagangan, realisasi investasi bernilai tambah tinggi, dan percepatan pariwisata Geopark Meratus sebagai destinasi global.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menguatkan kolaborasi demi ketahanan dan kebangkitan ekonomi Bumi Banua, selaras dengan tema PTBI 2025.
Dengan sinergi pusat dan daerah yang semakin erat, PTBI Kalimantan Selatan 2025 meneguhkan komitmen bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, berdaya tahan, inklusif, dan berkelanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif yang konsisten, inovatif, dan terarah. (BIKalsel-RIW/RH)

Exit mobile version