Banjarmasin – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan Monev Terpadu Pelaksanaan Pembangunan Kelautan dan Perikanan se Kalsel, di salah satu hotel, di Kota Banjarmasin, Senin (17/11). Kegiatan dibuka Gubernur Kalsel Muhidin diwakili Kepala Dislutkan Kalsel Rusdi Hartono.
Rusdi menyampaikan, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini, untuk mengevaluasi kegiatan kegiatan di bidang kelautan dan perikanan, yang telah dilakukan selama ini.
“Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan Monev Terpadu Pembangunan Kelautan dan Perikanan se Kalsel,” ucap Rusdi, kepada sejumlah wartawan.
Rusdi menjelaskan, pada kegiatan ini pihaknya mengundang narasumber dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, BPKD Kalsel, serta Inspektorat, untuk bersama sama melihat dan mengevaluasi program yang telah di jalankan.
“Kami berharap, hasil monev ini dapat diimplementasikan untuk kesejahteraan semua pelaku bidang kelautan dan perikanan, di Provinsi Kalimantan Selatan,” ujar Rusdi.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah untuk memetakan berbagai tantangan serta mencari solusi bersama guna meningkatkan efektivitas program pembangunan kelautan dan perikanan di daerah.
“Kegiatan ini penting dilarang karena untuk mengidentifikasi persolaan persolaan, termasuk potensi hambatan dan evaluasi kegiatan di sektor kelautan dan perikanan selama ini,” ucap Rusdi.
Karena itu, Rusdi mengajak seluruh pihak yang hadir untuk menjadikan forum ini, sebagai ruang produktif dalam menyusun langkah langkah kerja yang lebih terarah.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai forum yang produktif untuk berbagi informasi, menyusun rencana aksi yang konkret, serta memperkuat sinergi antar pihak terkait, dengan kolaborasi yang baik, saya yakin kita dapat meningkatkan kualitas program dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan,” tutur Rusdi.
Sehingga, lanjutnya, melalui kegiatan Monev Terpadu ini, diharapkan pembangunan kelautan dah perikanan di Kalsel semakin terarah, berkualitas, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir serta pelaku utama sektor kelautan dan perikanan.
Dalam kesempatan tersebut, Rusdi juga menyerahkan sertifikat kelayakan pengolahan ikan kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kasi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Dislutkan Kalsel Martiah Akhdianti menyampaikan, pihaknya bertugas memberikan rekomendasi kepada pelaku IKM Perikanan, untuk mendapatkan sertifikat kelayakan pengolahan ikan.
“Pemberian sertifikat tersebut, bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan produk, keberlanjutan, dan kompetensi pelaku usaha tersebut,” ungkapnya.
Sertifikat tersebut, lanjutnya, diperuntukan untuk perusahaan skala besar, sedang untuk pelaku UMKM di Kabupaten dan Kota.
“Karena tidak memiliki penjamin mutu, maka Provinsi Kalimantan Selatan membantu untuk menerbitkan sertifikat tersebut,” ucapnya. (SRI/RIW/APR)

