Kunjungi Gudang Landasan Ulin, DPD RI Dorong Bulog Kalsel Percepat Penyaluran Sisa Pasokan Beras 2025

Banjarbaru – Tepat pukul 14.30 WITA, jajaran Komite II DPD RI, tiba di gudang milik Perum Bulog Kalsel, di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Senin (10/11). Rombongan yang dipimpin langsung ketuanya, Badikenita Br. Sitepu, langsung mengecek pasokan beras, yang tersimpan di gudang tersebut. Kedatangan DPD RI ini, disambut langsung Pimpinan Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said bersama jajaran. Turut hadir mendampingi kunjungan kerja Komite II DPD RI ini, Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian RI, Yudi Sastro.

Usai memastikan stok beras di Gudang Landasan Ulin, kepada wartawan, Badikenita Br. Sitepu memastikan, kehadiran dirinya dan tim di Kalimantan Selatan, adalah untuk melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan Undang – undang Nomor 18 Tahun 2012, Tentang Pangan.

“Terutama soal ketersediaan pangan kita. Bukan hanya jumlahnya, tetapi sudah berapa lama beras tersimpan, dan apakah kualitasnya masih bagus. Selain itu kami juga mengecek, apakah masih ada sumber – sumber pangan hasil impor,” urainya.

Dari hasil pengecekan langsung ini, Komite II DPD RI mendapatkan informasi dari Bulog Kalsel, bahwa masih tersimpan sejumlah beras sisa impor tahun 2024. Tidak hanya di gudang Landasan Ulin, tetapi tersebar di 9 gudang lainnya di Kalsel.

“Ini harus dibersihkan secepatnya. Tapi jangan sampai dibuang, karena masih bagus kualitasnya, dan dapat dimanfaatkan masyarakat. Terutama untuk keluarga penerima manfaat program bantuan pangan,” jelasnya.

Badikenita berharap, program bantuan pangan menggunakan beras sisa impor ini, dapat diselesaikan maksimal hingga akhir tahun 2025 ini. Sehingga Bulog dapat kembali melakukan pembelian gabah petani, untuk pasokan tahun 2026.

Menanggapi harapan Ketua Komite II DPD RI ini, Pimpinan Bulog Kalsel, Muhammad Akbar Said memastikan, bahwa penyaluran program bantuan pangan Oktober – November untuk wilayah Kalsel, dapat diselesaikan hingga Desember mendatang.

“Memang masih ada beras sisa luar negeri, ini yang akan kita prioritaskan untuk dihabiskan. Secepatnya kita salurkan melalui bantuan pangan, alokasi Oktober November ini,” jelasnya.

Akbar merinci, jumlah beras sisa luar negeri yang masih tersimpan di 10 gudang Bulog Kalsel, adalah sebanyak 2.800 ton.

“Kita harapkan beras luar negeri ini sudah habis di awal tahun 2026,” tutupnya. (RIW/APR)

Exit mobile version