Jelang Nataru dan 5 Rajab, Stok Bahan Pokok Kalsel Dipastikan Aman

Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memastikan, ketersediaan bahan pokok tetap aman menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta momen 5 Rajab yang tahun ini jatuh berdekatan. Masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap berbelanja secara wajar.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Ahmad Bagiawan menyampaikan, bahwa hasil pemantauan di sejumlah kabupaten/kota menunjukkan stok bahan pokok masih mencukupi hingga akhir tahun 2025.

“Atas arahan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, kami terus mengawal ketersediaan bahan pokok agar tetap tercukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi momen Nataru dan 5 Rajab,” ujarnya di Banjarbaru, Senin (10/11).

Kepala Disdag Kalsel, Ahmad Bagiawan

Untuk menjaga stabilitas harga, Dinas Perdagangan Kalsel akan menggelar pasar murah selama satu bulan penuh, dimulai dari akhir November hingga akhir Desember.
Program ini akan diselenggarakan di berbagai titik strategis di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.

“Kami menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Salah satunya minyak goreng sebanyak 500 hingga 600 liter di setiap lokasi, yang akan dijual seharga Rp 14.700 per liter,” jelasnya.

Selain minyak goreng, bahan pokok lain seperti beras, gula pasir, dan tepung terigu juga akan disediakan melalui kegiatan pasar murah tersebut untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga menjelang akhir tahun.

Bagiawan menegaskan, kenaikan harga pada periode tertentu seperti Nataru merupakan hal yang wajar, akibat meningkatnya permintaan. Namun, Ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Kenaikan harga di momen-momen seperti ini adalah hal yang lumrah, karena hukum pasar berlaku, semakin tinggi permintaan, harga akan ikut naik. Yang penting stok tetap aman, jadi masyarakat tidak perlu melakukan pembelian dalam jumlah besar,” tegasnya.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Perdagangan juga akan memperkuat koordinasi dengan Satgas Pangan, Bulog, dan distributor utama untuk memastikan distribusi barang berjalan lancar.

“Pengawasan harga di pasar tradisional dan ritel modern akan dilakukan secara rutin agar fluktuasi harga dapat dikendalikan,” pungkasnya. (SYA/RIW/APR)

Exit mobile version