BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru memperketat pengawasan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi insiden seperti yang sempat terjadi di beberapa daerah lain. Upaya ini dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan pembentukan Satgas MBG di tingkat kota.
Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby menegaskan, bahwa pengawasan dan koordinasi di lapangan menjadi hal penting untuk memastikan makanan yang disalurkan benar-benar aman dan berkualitas.
“Langkah ini kita laksanakan dalam upaya pencegahan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Menurut Wali Kota, Pemko Banjarbaru telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satgas MBG setelah melalui proses penyempurnaan.
Ia juga membuka kemungkinan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur pengelola guna memastikan standar kebersihan dan mutu makanan tetap terjaga.
“Insya Allah, tidak menutup kemungkinan nanti kami akan menyidak beberapa dapur yang ada di Kota Banjarbaru,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Erna Lisa menyampaikan bahwa sejauh ini pelaksanaan program di Banjarbaru berjalan dengan baik dan tidak ditemukan kendala berarti.
“Untuk Banjarbaru, tidak ada masalah. Mudah – mudahan ke depan pun tidak akan terjadi apa-apa,” tutupnya.
Saat ini, terdapat 21 SPPG yang tersebar di lima kecamatan di Kota Banjarbaru. Masing – masing SPPG mampu menyiapkan lebih dari 3.000 porsi makanan bergizi setiap harinya, dengan pengawasan berlapis dari pihak terkait guna menjamin kualitas dan keamanan pangan bagi penerima manfaat. (BDR/RIW/RH)

