Integrasikan Fitur Pajak dengan E-Ijamkes dan E-Performance, Diskominfo Kalsel Gelar Bimtek

BANJARBARU – Dalam rangka melaksanakan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek), di salah satu hotel di Banjarbaru, pada Jumat (3/10).

Suasana Sosialisasi E-Ijamkes dan E-Performance Diskominfo Kalsel

Kegiatan ini dihadiri perwakilan 85 sekolah dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, dengan fokus Bimtek ini pada penggabungan aplikasi E-Ijamkes dan E-Performance, sekaligus penambahan fitur pajak dalam aplikasi E-Performance.

Kepala Dinas Kominfo Provinsi Kalsel, Muhamad Muslim, melalui Kepala Bidang Aplikasi Informatika, Hasnan Ash Shiddieqy, menjelaskan, bahwa sesuai amanat Perpres, Diskominfo memiliki tugas untuk mengintegrasikan sejumlah aplikasi ke dalam satu platform.

“Integrasi ini bertujuan meningkatkan kecepatan, efisiensi, dan efektivitas pelayanan publik. Melalui bimtek ini, kami ingin para admin sekolah dapat memahami proses penggabungan aplikasi E-Performance dan E-Ijamkes dengan baik,” ujar Hasnan.

Ia menambahkan, pelatihan seperti Bimtek ini perlu terus dikembangkan karena pada tahun depan akan ada perubahan dari SPBE menuju sistem Pemerintahan Digital. Dengan perubahan tersebut, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dituntut lebih inovatif dalam memberikan pelayanan.

“Harapannya, pelayanan publik ke depan semakin mudah, cepat, dan inovatif, sehingga benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain itu, dengan jaringan intranet yang terintegrasi, keamanan data juga lebih terjamin,” pungkasnya. (BDR/RIW/RH)

Gubernur Muhidin, Ingatkan Daerah Prioritaskan Program Pelayanan Masyarakat

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus berupaya menyesuaikan arah kebijakan fiskal, seiring terbatasnya alokasi Dana Transfer 2026 dari pemerintah pusat. Fokus utama diarahkan pada program prioritas yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, sekaligus mendorong pelaksanaan program strategis melalui skema multi years.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, usai menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Fiskal Daerah dalam Menyikapi Dana Transfer 2026”, baru – baru ini.

Muhidin menegaskan, kondisi keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah untuk lebih selektif dalam menjalankan program. Ia meminta para bupati, walikota, serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kalsel, agar mengurangi kegiatan yang tidak mendesak seperti perjalanan dinas maupun hibah.

Menurutnya, penghematan di pos-pos tersebut dapat memberi ruang bagi daerah untuk lebih memfokuskan anggaran pada program pelayanan masyarakat.

Gubernur Kalsel, Muhidin

“Pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama. Dengan mengurangi belanja yang kurang penting, kita bisa memperkuat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Banua,” ungkap Muhidin.

Selain itu, Gubernur Muhidin juga menyarankan agar kegiatan strategis yang membutuhkan alokasi anggaran besar dapat dilaksanakan melalui pola multi years atau tahun jamak. Dengan skema ini, pembangunan tetap dapat berjalan berkesinambungan meskipun terjadi keterbatasan anggaran dalam satu tahun tertentu.

“Program pembangunan yang bersifat strategis harus tetap dilanjutkan. Pelaksanaan secara multi years adalah solusi agar pembangunan tetap terarah, meskipun kita menghadapi keterbatasan fiskal,” lanjut Muhidin.

Ia berharap, seluruh pemerintah kabupaten/kota bersama SKPD lingkup Pemprov Kalsel dapat menyesuaikan perencanaan anggaran dengan kondisi fiskal yang ada. Dengan demikian, program pembangunan tetap berkesinambungan tanpa mengurangi prioritas utama yaitu pelayanan kepada masyarakat. (MRF/RIW/RH)

Wujud Kepedulian, Komisi IV DPRD Kalsel Dukung Peningkatan Fasilitas Puskesmas Tambang Ulang

TANAH LAUT – Untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar berjalan sesuai standar, termasuk ketersediaan tenaga medis, obat, peralatan, dan sarana pendukung, Komisi IV DPRD Kalsel memantau infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, melalui kunjungan kerja baru-baru tadi.

Foto bersama : sumber Humas DPRD Kalsel

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha, menyampaikan apresiasinya terhadap kondisi infrastruktur Puskesmas Tambang Ulang, yang dinilai sudah baik. Namun, Ia menyoroti adanya sejumlah kebutuhan tambahan dari pihak puskesmas, terutama alat kesehatan yang belum tersedia.

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha

“Dari segi infrastruktur sudah bagus, tetapi ada beberapa permintaan dari rekan-rekan di sini terkait alat-alatnya. Salah satunya inkubator yang memang belum ada di puskesmas ini. Mudah – mudahan bisa kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk dibantu pengadaannya,” jelas Jihan

Jihan menambahkan, beberapa kebutuhan yang diajukan pihak puskesmas sebenarnya berada di bawah kewenangan kabupaten, seperti penambahan ruangan. Pihaknya akan mengarahkan ke pemerintah kabupaten. Ia berharap mutu dan kualitas pelayanan Puskesmas Tambang Ulang dapat terus meningkat.

“Kami ingin bisa lebih baik lagi dalam mutu dan pelayanannya, karena banyak juga pasien BPJS maupun non-BPJS yang datang untuk berobat di sini,” tambahnya.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Puskesmas Tambang Ulang, Insanul Kamilah, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan DPRD Provinsi. Sehingga, akan terus berupaya optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ada beberapa sarana dan prasarana yang masih menjadi kendala dalam pelayanan, di antaranya Safety Cabinet, Mikroskop Olympus, Oksigen tempel dinding, Inkubator, Alat Partus Set, Oximeter anak, Termometer digital dewasa dan anak, Stetoskop anak dan dewasa, Senter terapi, Optalmoskop, Stadiometer, alat Bedah Minor, serta Contra Angle low dan high speed,” tutupnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Tingkatkan Konektivitas, Bandara Internasional Syamsudin Noor Buka Rute Langsung Banjarmasin – Samarinda

BANJARBARU – Manajemen Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional Syamsudin Noor, gelar penerbangan perdana Samarinda – Banjarmasin Jumat (3/10).

GM Angkasa Pura mengalungkan kain Sasirangan kepada penumpang pertama rute Samarinda – Banjarmasin

Bertempat di Terminal Kedatangan Domestik, rangkaian prosesi untuk menyambut rute penerbangan baru dilakukan. Dimulainya prosesi inaugural flight ditandai dengan water salute untuk penerbangan pesawat Wings Air dengan nomor penerbangan IW1480 tujuan Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) pada pukul 13.45 WITA.

Penerbangan menggunakan jenis pesawat ATR72 ini membawa 38 penumpang yang disambut dengan pengalungan kain sasirangan General Manager Bandara Internasional Syamsudin Noor.

“Hadirnya rute baru Samarinda (AAP) – Banjarmasin (BDJ) merupakan salah satu upaya sinergi kami dengan maskapai untuk meningkatkan konektivitas udara intra Kalimantan. Melalui rute ini diharapkan menjadi jembatan penghubung dari peningkatan perekonomian antar daerah di Kalimantan”, terang Stephanus Millyas Wardana, General Manager Bandara Internasiona Syamsudin Noor.

Mulai Jumat (3/10), penerbangan rute Samarinda – Banjarmasin dijadwalkan akan terbang setiap hari melalui Bandara Internasional Syamsudin Noor. Adapun untuk rute keberangkatan Banjarmasin – Samarinda dilakukan pukul 06.50 WITA dan rute sebaliknya pukul 11.15 WITA.

“Kami optimis dengan terhubungnya dua ibukota daerah, yaitu Samarinda dan Banjarbaru, akan memfasilitasi kemudahan pertukaran informasi maupun perjalanan bisnis untuk kemajuan kedua daerah. Harapan kami rute ini dapat senantiasa diberikan kelancaran dan keselamatan”, tutup Millyas. (AP-RIW/RH)

Exit mobile version