Sekdaprov Kalsel Raih Juara Tiga Tenis Lapangan Veteran FORNAS Di NTB

NUSA TENGGARA BARAT – Kontingen Barisan Atlet Veteran Tenis Indonesia (Baveti) Kalimantan Selatan menorehkan prestasi membanggakan, pada ajang Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) ke delapan yang berlangsung di Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin (28/7).

Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin mengatakan, keberhasilan Tim Baveti Kalsel meraih juara tiga ini, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi Tenis Lapangan Veteran Kalsel di tingkat nasional.

Sekdaprov Kalsel Muhammad Syarifuddin

“Keikutsertaan Baveti Kalsel dalam ajang ini, dinilai tidak hanya mempererat kekompakan antar atlet veteran, tetapi juga menjadi sarana promosi olahraga Tenis di Tanah Air,” ungkapnya.

Sekda Kalsel juga menyampaikan terimakasih, atas pelayanan panitia selama pelaksanaan FORNAS di NTB ini.

“Kami mengapresiasi kepada panitia yang telah melaksanakan FORNAS dengan sangat baik,” ucapnya.

Dalam ajang tersebut, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin berhasil meraih juara tiga, pada Tenis Veteran Lapangan FORNAS Tahun 2025.

“Saya bermain pada Tenis Veteran Lapangan spesialis ganda usia 115 tahun, berpasangan dengan Krisna,” ujarnya.

Mereka berhasil meraih medali perunggu setelah mengalahkan tim dari Papua di babak semifinal, dengan skor 2-1

Pada babak perebutan tempat ketiga Tim Kalsel menghadapi Tim Sumatera Selatan, dengan kemenangan 2 – 1 untuk Tim Kalsel.

“Kami berharap kedepannya Inorga Baveti bisa lebih maju,dengan semangat dan daya juang yang tetap menyala meski usia sudah tidak muda lagi,” ucap Syarifuddin. (SRI/RIW/RH)

Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan Perkuat Sinergi Tanggap Darurat Pelabuhan Lewat Forum Coffee Morning Bersama Stakeholder

BANJARMASIN — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi keadaan darurat di lingkungan pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Sub Regional Kalimantan, menyelenggarakan forum Coffee Morning dengan tema “Sinergi Tanggap Darurat di Pelabuhan” yang dihadiri berbagai pemangku kepentingan. Termasuk KSOP Kelas I Banjarmasin, Basarnas, TNI AL, Polairud, KPLP, Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin, dan asosiasi pengguna jasa pelabuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 3 Sub Regional Kalimantan ini dibuka Sub Regional Head Kalimantan, Sugiono.

Dalam sambutannya, Sugiono menegaskan pentingnya membangun sinergi lintas instansi guna menciptakan sistem tanggap darurat yang lebih tangguh, khususnya dalam menghadapi meningkatnya kompleksitas operasional dan risiko pelayaran.

“Pelabuhan adalah titik temu berbagai kepentingan, keselamatan, pelayanan publik, dan keamanan. Maka, tidak ada pilihan selain membangun kolaborasi nyata untuk menghadapi berbagai potensi risiko darurat secara terpadu dan proaktif,” ujar Sugiono.

Dari sisi regulator, KSOP Kelas I Banjarmasin menekankan pentingnya pengembangan prosedur dan rencana kontinjensi tanggap darurat. Contoh konkret mitigasi yang diangkat mencakup penanganan tumpahan B3, evakuasi kapal, pengendalian kebakaran, serta koordinasi pencarian dan penyelamatan korban secara terintegrasi antar instansi.

“Sinergi adalah kunci. Dalam operasi SAR (Search And Rescue), waktu adalah segalanya. Oleh karena itu, komunikasi dan pemahaman prosedur antarlembaga harus terus diasah,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana.

Dalam sistem operasi SAR, Basarnas memiliki struktur komando mulai dari SAR Coordinator (SC), SAR Mission Coordinator (SMC), On Scene Coordinator (OSC), hingga Search and Rescue Unit (SRU) yang bergerak cepat sesuai kondisi di lapangan.

Operasi SAR tidak hanya menanggulangi kecelakaan kapal, namun juga evakuasi medis, pencemaran, hingga korban yang terperangkap di lokasi sulit dijangkau.
Pelindo sebagai operator pelabuhan juga memaparkan upaya konkret yang telah dilakukan, antara lain penyusunan SOP tanggap darurat, pelaksanaan simulasi tahunan, penguatan peralatan APAR, sistem safety patrol, dan implementasi SMK3 serta ISPS Code.

Dalam paparannya, Junior Manager HSSE menyebut bahwa berbagai potensi bahaya seperti tumpahan bahan berbahaya, kebakaran kapal, hingga kecelakaan kerja menjadi fokus penguatan prosedur mitigasi di lapangan.
Forum ini juga menjadi ajang berbagi pengalaman penanganan insiden dan penyusunan drill skenario terpadu ke depan.

Diskusi berlangsung konstruktif dan menghasilkan beberapa action plan, termasuk peningkatan jadwal latihan gabungan, pembentukan tim reaksi cepat di terminal utama, dan harmonisasi SOP tanggap darurat antar instansi.

Kegiatan ini menegaskan kembali komitmen Pelindo untuk tidak hanya menghadirkan pelayanan jasa pelabuhan yang efisien, tetapi juga membangun pelabuhan yang aman, tanggap, dan adaptif terhadap risiko.

“Melalui forum ini, kami ingin menyatukan tekad dan langkah bersama agar pelabuhan bukan hanya pusat logistik, tapi juga ruang kerja yang selamat dan tangguh dalam segala situasi,” tutup Sugiono. (Pelindo-RIW/RH)

Exit mobile version