Triwulan Kedua 2025, RSUD Ansari Saleh Catatkan SKM Kategori Sangat Baik

BANJARMASIN – Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, terus menunjukkan tren positif. Terbukti, hingga triwulan kedua tahun 2025, rumah sakit ini mencatat nilai Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebesar 90,63 poin, yang masuk dalam kategori Sangat Baik dengan nilai A.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh, Among Wibowo mengungkapkan, bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari evaluasi dan peningkatan berkelanjutan diberbagai lini layanan.

Direktur RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin, Among Wibowo

“Data yang kami himpun menunjukkan Survei Kepuasan Masyarakat sebesar 90,63. Ini mencerminkan kualitas layanan kami, baik di rawat jalan, rawat inap, poliklinik, farmasi, laboratorium, maupun layanan lainnya,” katanya, Jumat (25/7).

Ia menjelaskan, masing-masing unit layanan memiliki sistem pengukuran indeks tersendiri. Pendekatan ini dilakukan guna mengetahui aspek mana saja yang perlu ditingkatkan dan mana yang harus dipertahankan agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Evaluasi ini menjadi dasar kami untuk terus meningkatkan mutu layanan. Dengan demikian, masyarakat bisa merasakan layanan yang semakin optimal dan berkualitas,” tambahnya.

Among juga menegaskan, RSUD Moch. Ansari Saleh berkomitmen kuat dalam menjaga mutu pelayanan serta mengedepankan keselamatan pasien sebagai prioritas utama.

Koordinasi internal dan eksternal terus diperkuat demi menjaga standar layanan yang profesional dan berkelanjutan.

“Komitmen kami adalah menjaga mutu layanan dan keselamatan pasien. Semua lini pelayanan kami evaluasi agar terus meningkat dan dapat memberikan kepuasan maksimal bagi masyarakat,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Kunker ke DPRD Kalsel, Pansus RPJMD Sulteng Bahas Keberhasilan Strategi Pembangunan

BANJARMASIN – Rombongan Panitia Khusus DPRD Provinsi Sulawasi Tengah, study komparasi ke DPRD Kalsel, membahas berbagai strategi dan program yang telah berhasil di Kalsel.

Suasana pertemuan di Ruang Komisi III DPRD Kalsel

Dalam sambutannya, Ketua Pansus RPJMD Sulawesi Tengah Yas Simangun menyampaikan, tujuan kunjungan ini, untuk mempelajari berbagai pengalaman dan praktik terbaik di Kalimantan Selatan khususnya bidang pembangunan.

“Kami ingin mempelajari dan mengadopsi beberapa strategi dan program yang telah berhasil di Bumi Lambung Mangkurat,” ucapnya saat kunker di DPRD Provinsi Kalsel belum lama tadi.

Sementara itu, Anggota Pansus RPJMD DPRD Kalsel, Mustaqimah menyampaikan, pihaknya membahas berbagai isu terkait pembangunan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur, dan pertumbuhan ekonomi.

Anggota Pansus RPJMD Kalsel Mustaqimah

“Kita berbagi pengalaman dan pengetahuan,” jelasnya

Lebih lanjut Mustaqimah menambahkan, dalam pertemuan juga membahas kesiapan
kerjasama dengan Sulawesi Tengah, untuk meningkatkan kualitas pembangunan di Indonesia. Sehingga, tercipta saling sinergi antar daerah.

“Kunjungan ini dapat meningkatkan pemahaman,” tutup Mustaqimah

Untuk diketahui, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, menerima tamu dari Panitia Khusus (Pansus) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, terkait study komparasi
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) 2025 – 2029, pada Rabu (23/7). (NHF/RIW/RH)

Lulus Fit and Proper Test OJK, Dewan Komisaris Baru Bank Kalsel Resmi Menjabat

BANJARMASIN – Dewan Komisaris Bank Kalsel periode 2025–2030 resmi dikukuhkan dalam sebuah seremoni di Auditorium Idham Khalid, Banjarbaru, pada 14 Juli 2025 lalu. Prosesi ini dipimpin langsung Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, dan dihadiri Forkopimda, para kepala daerah, serta perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, DPRD, dan mitra strategis lainnya.

Pelantikan ini merupakan tindaklanjut dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 13 Maret 2025 lalu. Proses pengangkatan seluruh calon Dewan Komisaris dipastikan telah melalui mekanisme dan tata cara perundang-undangan yang berlaku. dimulai dari penetapan calon Dewan Komisaris oleh seluruh peserta Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pada 13 Maret 2025, seleksi administratif, tes kesehatan, serta ujian sertifikasi perbankan. Yaitu Sertifikasi Manajemen Risiko Jenjang 6 yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Selanjutnya seluruh calon Dewan Komisaris mengikuti Penilaian Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pusat, sebagai lembaga independen yang bertujuan untuk memastikan, bahwa para calon Dewan Komisaris memiliki kualifikasi yang memadai, dan memenuhi standar integritas serta kompetensi yang telah ditetapkan OJK.

Setelah seluruh tahapan dilalui dan dinyatakan memenuhi syarat, pengangkatan resmi dilakukan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor: SR-242/PB.02/2025 dan Akta Penetapan Nomor 04 tanggal 11 Juli 2025.

Susunan Dewan Komisaris Bank Kalsel yang menjabat untuk periode 2025–2030 adalah Subhan Nor Yaumil – Komisaris Utama Non-Independen, Riza Aulia – Komisaris Independen, Karmila Muhidin – Komisaris Non-Independen, dan Widya Ais Sahla – Komisaris Independen.

“Pengukuhan jajaran Dewan Komisaris ini menjadi bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat struktur pengawasan dan memastikan keberlanjutan tata kelola Perusahaanyang baik. Bank Kalsel senantiasa menjadikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)yang meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kewajaran sebagai landasan utama dalam menjalankan seluruh proses bisnis dan pengambilan keputusan,” ujar Firmansyah, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Kalsel. (ADV-RIW/RH)

Kejurnas Seri III Triathlon Piala Gubernur Kalsel Resmi Digelar

BANJARBARU – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Seri 3 Triathlon Piala Gubernur Kalsel Tahun 2025 resmi digelar, setelah dibuka Sekretaris Daerah Kalimantan Selatan Muhammad Syarifuddin, di Kebun Raya Banua, Banjarbaru, Jumat (25/7).

Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan Budiono menyampaikan, pada pelaksanaan Kejurnas Triatlon Seri 3 ini, Kalsel ditunjuk sebagai tuan rumah, setelah Jakarta dan Jawa Timur.

Ketua FTI Kalsel Budiono

“Kejurnas Triatlon Seri 3 ini, diikuti seluruh atlet atlet nasional, setelah mereka mengikuti kejuaraan di Malaysia,” ungkap Budiono, kepada sejumlah wartawan.

Karena, lanjutnya, Kejurnas Seri 3 ini merupakan salah satu kejuaraan penting, untuk mengumpulkan poin bagi atlet Triatlon, agar dapat mengikuti ajang Kejurnas triatlon lainnya. Salah satunya untuk mengikuti PON mendatang.

“Kejurnas Triatlon Seri 3 ini diikuti 20 Provinsi yang ada di Tanah Air, dengan kategori elit serta junior,” ucapnya.

Pada Kejurnas Seri 3 ini, atlet Triathlon Provinsi Kalimantan Selatan, mengikuti seluruh kelas yang dipertandingkan. Baik pada kelas elit maupun kelas junior.

Budiono mengatakan, prestasi atlet triathlon Banua saat ini sudah masuk pada lima sampai 10 besar tingkat nasional.

“Sehingga keberadaan atlet Kalsel pada pKejurnas Triathlon sudah diperhitungkan. Kami berharap, atlet Kalsel yang bertanding pada Kejurnas Triathlon Seri 3 ini, dapat memberikan prestasi terbaiknya,” ucap Budiono. (SRI/RIW/RH)

Exit mobile version