Majukan Industri Kreatif Berbasis Ramah Lingkungan, Dinas Perindustrian Gelar Pelatihan Pengelolaan Bambu se Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan, secara resmi menutup Pelatihan Pengolahan Bambu se-Kalimantan Selatan, bertempat di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Jum’at (18/7).

Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Abdul Rahim

Pelatihan ini resmi ditutup Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Abdul Rahim. Dimana kegiatan yang telah berlangsung selama lima hari ini, menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bambu, menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta akan dapat menjadi agen perubahan di daerah masing – masing, serta memajukan industri kreatif berbasis bambu yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kepada Abdi Persada FM, Abdul Rahim menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menggali, dan mengembangkan potensi alam Kalimantan Selatan, khususnya bambu, menjadi komoditas strategis yang dapat bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional.

“Diharapkan ilmu, keterampilan, dan jejaring yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah masing-masing,” ungkap Rahim.

Dilanjutkan Rahim, pihaknya menekankan pentingnya kualitas hasil kerajinan. Ia mencontohkan, bahwa produk yang dihasilkan harus lebih rapi dan menarik, agar mampu bersaing di pasar dan meningkatkan daya jual.

Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali dengan teknik pengolahan bambu, inovasi desain kerajinan, serta wawasan pemasaran yang dapat memberikan nilai tambah dan memperluas jangkauan produk kerajinan ke pasar yang lebih luas.

Kalimantan Selatan memiliki sumber daya alam yang melimpah, termasuk bahan baku bambu yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.

“Produk-produk bambu yang memiliki nilai estetika tinggi tentu akan lebih mudah diterima oleh pasar. Kami ingin para peserta tidak hanya berhenti di pelatihan ini, tapi terus meningkatkan kualitas kerajinan dan berbagi ilmu kepada masyarakat sekitar yang belum sempat mengikuti pelatihan,” lanjut Rahim.

Dinas Perindustrian Kalimantan Selatan akan terus mendukung pengembangan kerajinan bambu dan sumber daya alam lainnya melalui program pembinaan lanjutan. Melalui pelatihan ini, akan menjadi bekal yang berkelanjutan.

“Kami akan terus hadir mendampingi agar para pengrajin mampu mandiri secara ekonomi dan turut menggerakkan roda perekonomian daerah,” tutup Rahim.

Sementara itu, Gede Suparti selaku instruktur dari Yogyakarta memberikan apresiasi terhadap kemampuan dasar peserta pelatihan di Kalimantan Selatan yang dinilainya sudah cukup baik.

Menurutnya, sebagian besar peserta telah memiliki pengalaman dasar dalam menganyam, meskipun sebelumnya lebih familiar dengan bahan seperti rotan dan enceng gondok.

“Karena basic-nya mereka sudah bisa nganyam, jadi hasil selama tiga hari praktek cukup lumayan,” ujarnya.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya peningkatan terutama pada proses treatment bambu.

“Bambu itu kalau kena hujan bisa jamuran, jadi perlu perlakuan khusus agar lebih tahan lama,” ucap Suparti.

Gede juga berharap potensi kerajinan bambu di Kalimantan Selatan dapat terus dikembangkan, mengingat saat ini baru sedikit daerah yang mulai dikenal secara nasional.

“Yang mulai muncul itu baru di Loksado, Hulu Sungai Selatan, itupun masih kami dampingi terus setiap ada pelatihan bambu,” tutup Suparti. (MRF/RIW/RH)

Dorong Ekonomi Lokal, Legislatif Kalsel Gali Informasi Bumdes di Tala

TANAH LAUT – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), memandang perlu pengembangan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalsel, Rais Ruhayat, ketika memimpin rombongan komisinya, untuk bertandang ke Kabupaten Tanah Laut, baru-baru tadi.

Foto bersama : sumber (HumasDPRDKalsel)

Rais menjelaskan, pihaknya menggali informasi dan berdiskusi langsung dengan pemerintah daerah setempat, terkait implementasi dan pengelolaan Bumdes.
Diantaranya terkait dengan permodalan hingga minimnya Bumdes yang berbadan hukum.

Inilah nanti, menurut Rais, yang akan menjadi evaluasi komisinya, saat rapat dengar pendapat dengan mitra terkait termasuk juga Biro Hukum, agar percepatan badan hukum Bumdes ini dapat terlaksana.

“Kita sama-sama tadi mendengar, apa-apa saja yang menjadi keluhan dan tantangan yang dirasakan oleh Bumdes,” ucapnya

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Tala Bambang Kusudarisman, mengaku merasa tersanjung dengan kedatangan para anggota legislatif “Rumah Banjar”. Ia berharap melalui pertemuan ini dapat membuka jalan atas segala kendala dan tantangan yang ada.

“Pertemuan ini, merupakan bahan bakar bagi mereka, agar terus memiliki semangat dalam mengembangkan Bumdes di Tala,” tutupnya

Rombongan Komisi I DPRD Provinsi Kalsel disambut langsung Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Bambang Kusudarisman, beserta jajaran, beberapa perwakilan Dinas PMD Provinsi Kalsel, dan sejumlah kepala desa setempat, bertempat di aula kantor Kelurahan Angsau, Kabupaten Tanah Laut. (ADV-NHF/RIW/RH)

Sambut Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalsel, Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kembali Digelar

BANJARMASIN – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2025, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kalsel, kembali menggelar Lomba Kreativitas Pemuda Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel Rokhyatin Efendi mengatakan, pihaknya telah membuka pendaftaran lomba, sejak 9 sampai 20 Juli 2025.

Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Kalsel

“Tahun ini akan ada delapan kategori yang dilombakan, diantaranya, kategori kriya, kuliner, film, fashion, hardware, desain grafis, dan vocal solo,” ungkap Rokhyatin.

Hingga saat ini, lanjutnya, sudah banyak peserta yang mendaftar, untuk mengikuti Lomba Kreativitas Pemuda.

“Kami membatasi peserta sebanyak 25 pemuda, pada masing masing kategori lomba tersebut,” ucapnya.

Rokhyatin juga mengungkapkan, pada lomba kreativitas pemuda kategori film, akan mengangkat tema kehidupan sungai di Kalsel.

“Kehidupan sungai masyarakat di Kalimantan Selatan, menjadi tema Lomba Kreativitas Pemuda Tahun 2025,pada kategori film,” ucapnya.

Dikatakan Rokhyatin, kehidupan masyarakat sungai tetap menjadi data tarik tersendiri, untuk dijadikan film pada lomba kreativitas pemuda mendatang.

Karena, lanjut Rokhyatin, mengangkat budaya masyarakat Banjar yang tinggal di kawasan pesisir sungai, serta sungai tidak lepas dari kehidupan masyarakat Banjar.

Oleh karena itu, pelestarian dari budaya sungai ini, perlu dilakukan oleh generasi muda saat ini.

“Lomba pembuatan film dokumentasi kehidupan budaya sungai, sangat bermanfaat bagi pemuda di Banua,” ucap Rokhyatin. (SRI/RIW/RH)

Dukung Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan UMKM Daerah, Bank Kalsel Serahkan CSR Pembangunan Spot Pasar Terapung di TMII

JAKARTA – Bank Kalsel dengan bangga menyerahkan dukungan pembangunan spot Pasar Terapung di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Inisiatif ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Kalsel dalam mendukung pelestarian budaya nusantara, khususnya budaya pasar terapung yang menjadi ikon khas Kalimantan Selatan.

Dukungan CSR tersebut diserahkan langsung Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, disaksikan Komisaris Non Independen Bank Kalsel, Karmila Muhidin; Plt. Direktur Operasional TMII, I Gusti Putu Ngurah Sedana; serta perwakilan dari Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Selatan di Anjungan Kalimantan Selatan TMII.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya, atas kontribusi ini.

“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga dapat berkontribusi dalam upaya pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia melalui program CSR ini. Pembangunan spot pasar terapung ini bukan hanya bentuk dukungan terhadap sektor pariwisata, tetapi juga wujud perhatian kami terhadap pelestarian budaya dan kearifan lokal,” ujarnya.

Pasar terapung adalah pasar tradisional unik di mana aktivitas jual beli dilakukan di atas air menggunakan perahu tradisional yang disebut jukung. Selain menjadi tempat berdagang, pasar terapung mencerminkan nilai-nilai sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Kalimantan Selatan.

Pembangunan fasilitas ini di TMII dipandang sangat strategis, mengingat TMII merupakan etalase budaya Indonesia yang merepresentasikan keberagaman tradisi dari seluruh penjuru nusantara. Kehadiran spot pasar terapung ini diharapkan dapat menambah daya tarik wisata, menjadi media edukatif bagi pengunjung, serta memperluas akses pasar bagi UMKM lokal.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mendorong pembangunan berkelanjutan. Dan TMII, sebagai pusat budaya nasional, adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas dan wisatawan mancanegara,” tambahnya.

Melalui pembangunan spot ini, Bank Kalsel juga menunjukkan dukungan terhadap implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs). Antara lain SDGs 1, Tanpa Kemiskinan – Memberdayakan pelaku UMKM lokal dengan memperluas akses pasar melalui promosi produk dan budaya khas Kalimantan Selatan. SDG 2, Tanpa Kelaparan – Memperkenalkan hasil pertanian, perikanan, dan kuliner tradisional sebagai bagian dari ketahanan pangan lokal yang bernilai budaya, dan SDGs10, Berkurangnya Kesenjangan – Mengurangi kesenjangan antar daerah dengan memperkuat eksistensi budaya dan produk lokal di pusat kegiatan nasional seperti TMII.

CSR bagi Bank Kalsel bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi komitmen moral untuk turut serta membangun negeri dan menjaga warisan budaya bangsa.Bank Kalsel juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak manajemen TMII atas kerja sama yang solid selama proses pembangunan berlangsung.

“Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama – sama, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Semoga kolaborasi baik ini terus berlanjut di masa mendatang,” tutupnya. (ADV-RIW/RH)

Exit mobile version