BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Ekspos Penyusunan Pemutakhiran Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Provinsi. Kegiatan dibuka secara resmi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel, Muhammad Syarifuddin, diwakili Sekretaris Disdikbud Kalsel Hadel Rosyaidi, didampingi Kepala Bidang Kebudayaan Kalsel Raudati Hildayati, Kepala Seksi Kesenian Sunjaya Adhiarso, Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Arry Risfansyah dan jajaran Bidang Kebudayaan Kalsel, bertempat disalah satu hotel berbintang di Banjarmasin.
Kepada sejumlah wartawan, usai membuka acara Kamis (26/6), Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel Hadeli Rosyaidi, mengatakan, ekspos ini merupakan bagian penting dari tahapan penyusunan dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Dimana, tujuannya untuk menyampaikan hasil-hasil pengumpulan data, kajian, dan pemetaan unsur kebudayaan yang telah dilakukan secara partisipatif oleh tim penyusun bersama para pemangku kepentingan budaya di Banua.
“Ekspose ini, dapat menjaring masukan, kritik, dan saran konstruktif dari para peserta untuk menyempurnakan substansi dokumen PPKD agar benar-benar representatif, akurat, dan implementatif,” ucapnya
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Raudati Hildayati, menjelaskan, kegiatan ini membahas berbagai tantangan, solusi, dan strategi dalam pengajuan kebudayaan ke dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Poin-poin penting dari PPKD diakomodasi dalam perencanaan pembangunan yang telah dirancang,” jelas Hilda.
Pada kesempatan yang sama, anggota tim penyusun pemutakhiran PPKD periode 2025–2029 dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat, Prof. Dr. Rusma Noortyani menambahkan, dalam pemetaan data, pihaknya memfokuskan pada 11 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Adapun 11 OPK meliputi: manuskrip, tradisi lisan, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan cagar budaya.
“Dari hasil pemetaan di lapangan, kami mencatat sebanyak 2.807 jenis OPK yang tersebar di seluruh wilayah Kalsel,” tutupnya
Turut hadir Tim Peneliti ULM, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIII Kalselteng, Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Balai Bahasa Kalsel, Taman Budaya Kalsel, diikuti Bidang Kebudayaan 13 Kabupaten dan Kota, Dewan Kesenian Kalsel. (NHF/RIW/RH)

