Tinjau Lokasi Tes, BKD Kalsel dan BKN Pastikan Seleksi CAT PPPK Tahap II Siap Digelar

Banjarbaru – Dalam rangka memastikan kelancaran pelaksanaan seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II, Kantor Regional VIII Badan Kepegawaian Negara (BKN) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan pengecekan langsung kesiapan lokasi tes Computer Assisted Test (CAT) di Gedung Idham Chalid Banjarbaru, pada Kamis (8/7) sore.

Kepala Bidang Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian Kanreg VIII BKN Banjarmasin, Hospita Gloria Situmorang, mengungkapkan, bahwa hingga hari ini (Kamis) persiapan di lokasi tes telah mencapai 90 persen. Seluruh sarana dan prasarana utama, termasuk perangkat komputer, telah terpasang sejak Selasa (6/5) lalu.

“Yang tersisa hanya proses koneksi jaringan dan aplikasi dari BKN. Tes akan dibagi menjadi tiga sesi per hari, kecuali hari Jumat yang hanya dua sesi. Dalam satu sesi, Gedung Idham Chalid mampu menampung hingga 300 peserta,” jelas Gloria.

Kabid Pengembangan dan Supervisi Kepegawaian, Kanreg VIII BKN, Hospita Gloria Situmorang (kiri) dan Kabid PPIK BKD Kalsel, Mashudi (kanan).

Ia menambahkan, seluruh proses persiapan berjalan lancar tanpa kendala berarti, berkat kerja sama yang solid antara BKN, BKD Kalsel, dan vendor pelaksana yang telah berpengalaman menangani pelaksanaan CAT PPPK tahap sebelumnya.

“Kami mengimbau peserta untuk menjaga kondisi kesehatan dan hadir satu jam lebih awal sebelum jadwal ujian. Peserta yang datang terlambat setelah waktu ujian dimulai tidak akan diizinkan mengikuti tes, sesuai dengan ketentuan yang telah disosialisasikan sebelumnya,” tegas Gloria.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian, dan Informasi Kepegawaian BKD Kalsel, Mashudi, menyampaikan, bahwa pihaknya telah menyiapkan personel yang akan bertugas langsung di lokasi untuk memastikan pelaksanaan berjalan optimal.

“Sebanyak 2.409 peserta PPPK tahap II lingkup Pemprov Kalsel akan mengikuti ujian ini. Sebagian besar akan mengikuti tes di Gedung Idham Chalid sebanyak 2.383 peserta, sementara sisanya tersebar di berbagai lokasi seperti BKN Cililitan Jakarta, Kanreg II BKN Surabaya, JEC Yogyakarta, UTC Semarang, dan lainnya,” terang Mashudi.

Tes CAT PPPK Pemprov Kalsel Tahap II dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Jumat (9/5), dimulai pada sesi kedua, yakni pukul 13.00 WITA untuk registrasi dan 14.30 WITA untuk pelaksanaan ujian. Pelaksanaan seleksi ini akan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (9/5) hingga Senin (12/5).

Sementara itu, Kasubbid Pengadaan dan Pemberhentian BKD Kalsel, Muhammad Randi, mengingatkan peserta agar membawa dokumen wajib berupa KTP asli dan kartu ujian.

“Tidak perlu membawa alat tulis, handphone, maupun barang-barang lain yang tidak berkaitan dengan ujian. Bagi peserta yang kehilangan KTP, segera urus surat keterangan pengganti dari Disdukcapil. Kartu keluarga tidak bisa digunakan karena tidak memuat foto,” jelas Randi.

Randi menambahkan untuk formasi tahap II ini, jumlahnya masih sama seperti tahap sebelumnya, yaitu 1.493 formasi, terdiri atas 1.000 formasi guru, 175 formasi tenaga kesehatan, dan 318 formasi tenaga teknis.

“Untuk seleksi PPPK tahap II masih ada peluang bagi peserta diangkat menjadi PPPK penuh waktu terutama untuk jabatan JF guru dan JF Kesehatan karena formasi tersebut belum terisi semuanya pada saat seleksi PPPK tahap I,” tutupnya. (BDR/RIW/” tutupnya. (BDR/RIW/RSI)

Rapat Perdana Digelar, Pemprov Kalsel Siapkan Perayaan Hari Jadi ke-75

Banjarbaru – Memasuki usia yang ke-75 di tahun 2025, Provinsi Kalimantan Selatan bersiap merayakan momentum bersejarah dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan.

Persiapan peringatan Hari Jadi Provinsi Kalimantan Selatan terus dimatangkan, salah satunya melalui rapat perdana persiapan Hari Jadi ke-75, yang digelar pada Kamis (8/5) di Ruang Rapat Maksid Setdaprov Kalsel, Banjarbaru.

Rapat ini dipimpin Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kalsel, Heriansyah, dan dihadiri perwakilan dari seluruh SKPD lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan termasuk pihak penyelenggara acara atau Event Organizer.

Heriansyah menyampaikan, bahwa Hari Jadi ke-75 yang akan digelar pada 14 Agustus 2025 mendatang, akan mengangkat tema besar “Bekerja Bersama, Merangkul Semua”. Tema ini menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Kepala Bakesbangpol Kalsel, Heriansyah (kiri) dan Tenaga Ahli Gubernur Kalsel, Arifin Noor (kanan).

“Perayaan tahun ini tidak hanya menjadi ajang selebrasi, tetapi juga menjadi wadah membangkitkan semangat kolektif untuk membangun Banua,” ujarnya.

Rangkaian acara Hari Jadi ke-75 Kalsel direncanakan akan berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan budaya, sosial, hingga perlombaan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Tak hanya itu, peringatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya Banjar, meningkatkan daya saing ekonomi lokal, serta membangun citra Kalimantan Selatan sebagai daerah yang kondusif untuk pariwisata, bisnis, dan investasi.

“Kami ingin Kalsel sebagai gerbang logistik Kalimantan, dengan SDM dan pelaku usaha yang mampu berkolaborasi di tingkat nasional maupun internasional,” tambah Heriansyah.

Senada dengan itu, Tenaga Ahli Tim Pemantapan Perencanaan dan Pelaksanaan Pembangunan Daerah Setdaprov Kalsel, Arifin Noor juga mengajak seluruh masyarakat Banua untuk turut meramaikan dan merefleksikan makna kesejahteraan dalam setiap rangkaian kegiatan Hari Jadi Kalsel.

“Hari Jadi ini harus menjadi milik semua lapisan masyarakat. Kita ingin melibatkan seluruh warga dari berbagai latar belakang untuk turut serta merasakan manfaatnya,” tutur Arifin.

Suasana Rapat Persiapan Hari Jadi Provinsi Kalsel ke-75

Ia juga berharap momen ini dapat menjadi sarana mengenang jasa para pendahulu yang telah berjuang membangun Banua serta membangkitkan semangat persatuan dan kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Dengan semangat Kalsel Bekerja, Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Hari Jadi ke-75 sebagai momentum kebangkitan dan kolaborasi menuju Banua yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya.

Untuk diketahui, persiapan visual Hari Jadi juga tengah dilakukan. UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan, yang saat ini tengah menyeleksi desain logo resmi Hari Jadi ke-75.

Sebanyak 43 peserta telah mendaftarkan diri, dan hasil seleksi dijadwalkan akan diumumkan pada Juni mendatang. (BDR/RIW/RSI)

Gubernur Muhidin Apresiasi Amanah Medical Center, Contoh untuk Pengusaha di Banua

Banjarmasin – Gubernur Kalsel H. Muhidin melakukan Peninjauan dan Penandatanganan Prasasti Amanah Medical Center (AMC), Kamis (8/5) menandai kesiapan beroperasi rumah sakit di Jalan Haryono MT Kertak Baru Ilir, Banjarmasin, Kalsel ini.

Rumah Sakit AMC yang pemancangan tiang perdananya dilakukan pada 22 Juli 2022 ini, adalah inisiasi pemilik PT Amanah Grup, Imam Abror dan istri, Sunarti.

Turut menyaksikan penandatanganan prasasti dan peninjauan Rumah Sakit AMC ini, Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Kepala BNN Kalsel Brigjen Pol Nurullah, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel Rina Virawati, Kepala BPK Perwakilan Kalsel, Andriyanto, Kepala Kanwil Kementerian Agama Kalsel,  Muhammad Tambrin, Pj Sekretaris Daerah Provinsi Muhammad Syarifuddin, serta Forkopimda dan mitra kerja lainnya.

Gubernur, Muhidin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada owner PT Amanah Grup Imam Abror dan istri, yang berinisiatif membangun rumah sakit dengan fasilitas lengkap ini di Kalsel.

Diharapkan, apa yang dilakukan Imam Abror ini dicontoh pengusaha lainnya di daerah yang memiliki kemampuan untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat.

“Ini contoh yang bisa diikuti pengusaha pengusaha lain di Banua kita” ujar Muhidin.

Diakui, Kalsel sampai sekarang masih kekurangan rumah sakit, sehingga keberadaan rumah sakit swasta seperti RS AMC ini sangat membantu pemerintah provinsi dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Gubernur Muhidin saat menandatangani prasasti peresmian RS AMC

Setelah penandatanganan prasasti, dilakukan peninjauan ruangan yang diikuti Forkopimda, dipimpin Direktur Rumah Sakit Amanah Medical Centre, Zul Indra yang memberikan penjelasan tiap unit yang ditinjau.

Peninjauan dimulai dari lobby menuju ruang IGD, dilanjutkan ruang radiologi. Naik ke lantai 2 untuk meninjau Ruang rehab medik (fisioterapi), dilanjutkan ke lantai 3 meninjau klinik eksekutif, ke lantai 5 meninjau Ruang ICU dan OK, terakhir ke lantai 8 untuk meninjau Ruang Rawat Inap (Kamar VIP dan VVIP)

Usai melakukan peninjauan, sekali lagi Gubernur menegaskan apresiasinya kepada Imam Abror yang terus melakukan kebaikan untuk masyarakat Kalsel di usai tuanya ini.

Gubernur juga memuji kelengkapan fasilitas yang terdapat di RS AMC yang menurutnya melebihi rumah sakit yang sudah ada.

Sementara itu, Sunarti Imam Abror menegaskan, pihaknya komitmen untuk bekerjasama dengan pemerintah untuk memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat di Banua khususnya.

Dalam tayangan video profil RS AMC, dijelaskan bagaimana alur penanganan pasien dan layanan unggulan seperti perawatan mata, bayi tabung, dan gastroenterologi. Beberapa peralatan medis mutakhir yang akan tersedia antara lain MRI 1/2 tesla, dan CT Scan 160 slice.

RS AMC dilengkapi fasilitas berupa Sentra Pelayanan Radiologi Diagnostik dengan peralatan radiologi terbaru yaitu MRI, X-Ray, Mammografi, Panoramic X-Ray dan CBCT, Fluoroscopy serta Bone Densitometry (BMD), dan Sentra Pelayanan Serebro-Kardiovaskuler untuk melayani pasien-pasien saraf dan jantung.

Rumah Sakit AMC juga melayani tindakan katerisasi jantung dengan Ceiling Mounted Cath-Lab generasi terbaru, dan Sentra Pelayanan Endoskopi yang dapat melayani pemeriksaan lambung, usus besar, bronkoskopi, sampai dengan Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT).

Gubernur didampingi owner PT Amanah meninjau ruangan di RS AMC

Kemudian, Sentra Pelayanan Mata, Sentra Pelayanan Kulit berupa Kecantikan dan Anti-Aging juga dilengkapi dengan Sentra Pelayanan Kebidanan, dan In Vitro Fertilization (IVF) atau Bayi Tabung.

Tidak itu saja, terdapat juga Sentra Pelayanan Medical Check-Up (MCU), “one stop-service”, Sentra Pelayanan Rehabilitasi Medik yang berfokus pada pemulihan pasca stroke, pasca serangan jantung, terapi wicara, terapi okupasi dan lain-lain.

RS AMC juga didukung pelayanan penunjang yang lengkap termasuk laboratorium klinik 24 jam, laboratorium patologi anatomi, Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam, farmasi 24 jam, instalasi gizi dan katering, pelayanan hemodialisis atau cuci darah yang nyaman, intensive care unit (ICU, ICCU, PICU dan NICU), dan tujuh buah kamar operasi yang modern dan canggih. (Biroadpim-RIW/RSI)

Pemkab Banjar Luncurkan Pilot Project Posyandu 6 SPM di Desa Pasar Jati

Banjar – Pemerintah Kabupaten Banjar secara resmi meluncurkan Pilot Project Posyandu dengan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul, Kamis (8/5) siang.

Peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi, disaksikan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Selatan, Fathul Jannah Muhiddin, Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Banjar, Nurgita Tiyas, serta sejumlah undangan dari lintas sektor.

Wakil Bupati Banjar mengatakan, Posyandu kini memiliki peran yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu, yang menekankan fungsi posyandu tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga meliputi pelayanan dasar lainnya sesuai SPM, yakni pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, perlindungan masyarakat, serta sosial.

“Dalam upaya mengimplementasikan Permendagri tersebut, Pemkab Banjar telah menetapkan Desa Pasar Jati Kecamatan Astambul dan Desa Jambu Burung Kecamatan Beruntung Baru sebagai Pilot Project Posyandu 6 SPM melalui keputusan Bupati Banjar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kalsel, Fathul Jannah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas dedikasi para kader posyandu.

“Hari ini ulun (saya) merasa sangat senang bisa hadir di tengah-tengah bapak-ibu sekalian, para penggerak utama Posyandu yang selama ini telah memberikan peran nyata bagi masyarakat kita,” katanya.

Ketua TP Posyandu Kalsel, Fathul Jannah menyampaikan sambutan dalam launching pilot project posyandu 6 SPM Kabupaten Banjar

Fathul Jannah menjelaskan Posyandu saat ini menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan dasar masyarakat di berbagai bidang.

“Posyandu bukan sekadar tempat pelayanan rutin. Di balik kegiatan yang sederhana, Posyandu punya peran penting dalam mendukung pelayanan dasar kepada masyarakat, terlebih dalam pelaksanaan 6 SPM yang menjadi tanggung jawab bersama di tingkat daerah,” ujarnya.

Tugas sebagai pengurus Posyandu, menurutnya, bukanlah tugas yang ringan. Peran kader Posyandu sangat vital, meskipun sering kali dilakukan secara sukarela.

“Tapi ulun percaya, apa yang ibu-ibu lakukan bukan hanya bentuk pengabdian, tapi juga menjadi contoh luar biasa bagi generasi muda dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi peluncuran Pilot Project Posyandu 6 SPM ini sebagai wujud nyata komitmen Pemkab Banjar untuk mendukung transformasi pelayanan New Posyandu.

“Ulun ucapkan selamat dan apresiasi atas peluncuran Pilot Project Posyandu 6 SPM di Desa Pasar Jati. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Bapak Bupati dan Ibu Ketua TP Posyandu Kabupaten Banjar serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Banjar,” tutupnya.

Penyerahan bantuan oleh Ketua TP Posyandu Kalsel Fathul Jannah kepada penerima manfaat

Kegiatan dirangkai dengan penyerahan sejumlah bantuan diantaranya alat permainan edukatif, biskuit balita dan ibu hamil, bantuan sambungan SPAM dan air gratis, perbaikan rumah tidak layak huni, bantuan pembangunan pusat linmas, dan bantuan sembako.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Fathul Jannah turut meresmikan sekaligus meninjau langsung Posyandu Desa Pasar Jati 2, yang menjadi salah satu percontohan Posyandu Wasaka (Wajib Dasar 6 SPM Kalimantan Selatan). (SYA/RIW/RSI)

Niluh And Friends Berhasil Juarai Lomba Jingle Perpustakaan

Banjarmasin – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan Lomba Jingle Perpustakaan perdana tahun 2025, dan menetapkan Niluh And Friends sebagai juara pertama. Penyerahan hadiah dilaksanakan di  Aula Kantor Dispersip Kalsel, Kamis (8/5).

Plt Kepala Dispersip Kalsel Adethia Hailina mengatakan, pihaknya tidak menyangka, bahwa lomba jingle perpustakaan ini, disambut antusias masyarakat Kalimantan Selatan.

“Pada awal pendaftaran hanya sedikit yang mendaftar, namun pada akhir pendaftaran banyak yang mendaftar,” ungkapnya.

Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina

Bahkan, lanjut Adethia, pihaknya mengira hanya 6 sampai 7 peserta saja, yang mengikuti lomba ini. Namun pada kenyataannya terdapat 19 peserta dari perwakilan 13 Kabupaten/Kota yang mengikuti lomba jingle perpustakaan.

“Hingga akhirnya terpilih pemenang lomba jingle perpustakaan dari juara 1 hingga harapan 3,” ucap Adethia.

Tentunya, lanjutnya, jingle dari para pemenang ini akan digunakan dalam setiap acara, promosi, serta kegiatan Dispersip Kalsel .

“Kami berharap jingle perpustakaan dari pemenang ini tersebar luas, sehingga diingat oleh masyarakat,” ujarnya

Harapannya, dengan adanya jingle perpustakaan ini, masyarakat selalu teringat kepada Perpustakaan Pal 6 milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Berikut daftar pemenang Lomba Jingle Perpustakaan :

Juara 1 : Niluh And Friends

Juara 2 : Bayu Azhari

Juara 3 : YAP

Juara Harapan 1 : Nanda Sukma N

Juara Harapan 2 : Hakwatun Nisa

Juara Harapan 3 : Edius Band. (SRI/RIW/RSI)

Belum Kantongi Izin,  Hexagon Diminta Tutup Sementara

Banjarmasin – DPRD Banjarmasin meminta Hexagon, untuk sementara berhenti beroperasi.

Kepada sejumlah wartawan belum lama tadi, Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Aliansyah, menegaskan, hasil rapat dengar pendapat dengan manajemen Hexagon dan instansi terkait seperti Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Satpol PP, serta DPMPTSP Kota Banjarmasin,  meminta THM di kawasan jalan Veteran tersebut, untuk berhenti beroperasi sementara.

“Hexagon ini belum mengantongi izin operasional diskotik, dan izin  penjualan minol yang masih berproses,” ucapnya.

Ketua Komisi I DPRD Banjarmasin Aliansyah, saat diwancara

Aliansyah menyampaikan, managemen Hexagon hendaklah melakukan penghentian operasional sambil menunggu keluarnya surat izin yang sedang diurus tersebut.  Aturan ini tidak hanya berlaku bagi Hexagon saja, tetapi bagi semua pengusaha THM di Banjarmasin.

“Sekarang ini sangat mudah mengurus izin usaha, cukup melalui online,” jelasnya

Aliansyah mengimbau, agar pengusaha Tempat Hiburan Malam (THM) selain Hexagon, mengambil hikmah dari insiden ini, agar tidak terulang kembali.

Meskipun sudah mengantongi izin dari pemerintah pusat dan provinsi, namun pemko sebagai pemilik wilayah usaha, juga harus dihargai.

“Alur perizinan yang benar itu, rekomendasinya dari Disporapar dulu baru ke Kepolisian,” tutup Ali. (NHF/RIW/RSI)

Mushaffa Zakir Dorong Edukasi Lingkungan Lewat Pelatihan Pengelolaan Sampah di Sekolah

Banjarmasin – Demi menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2018, tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah.

Kegiatan ini berlangsung disalah satu sekolah di Banjarmasin pada Rabu (7/5).

Mushaffa menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar para peserta dapat langsung mempraktikkan ilmu yang diperoleh di lingkungan sekolah maupun rumah. Sehingga, hasil edukasi pengelolaan sampah menjadi kontribusi dalam mengatasi persoalan darurat sampah di Banjarmasin.

“Kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, juga dirangkai dengan pelatihan langsung mengenai pengelolaan sampah organik dan anorganik,” jelasnya.

Anggota DPRD Kalsel, Mushaffa Zakir, saat diwancara

Disampaikan Mushaffa, pelatihan ini menekankan tiga poin utama dalam pengelolaan sampah, yaitu pencegahan, pemilahan, dan pengolahan. Dimana, pihaknya ingin membentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya bagi kalangan pendidik dan siswa.

“Cara paling efektif adalah dengan mengelola sampah mulai dari rumah dan sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerhati Lingkungan – Akbar Rahman menambahkan, pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya serta memperkenalkan lima teknik sederhana yang bisa diterapkan oleh masyarakat. Yaitu metode Takakura, ember tumpuk, biopori, budidaya maggot, dan pembuatan eco-enzyme.

Pemerhati Lingkungan, Akbar Rahman , saat memberikan komentarnya

“Eco-enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik selama 90 hari. Produk ini bisa digunakan untuk kebersihan rumah hingga perawatan kecantikan. Untuk hasil terbaik, gunakan kulit buah-buahan yang tinggi vitamin C seperti jeruk, nanas, atau semangka,” tutupnya.

Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Sampah, diikuti peserta didik dan para guru dari berbagai sekolah baik MA, SMA dan SMK se-Kota Banjarmasin. (ADV-NHF/RIW/RSI)

Juni 2026, Revitalisasi Sungai Veteran Tahap 1 Ditargetkan Selesai

Banjarmasin – Balai Wilayah Sungai Kalimantan III menargetkan, revitalisasi Sungai Veteran tahap satu, selesai pada Juni 2026 mendatang.

Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Balai Wilayah Sungai Kalimantan III, Ridwan Fauzi menjelaskan, untuk paket pekerjaan tahap satu ini meliputi pekerjaan revitalisasi sungai di kawasan Tempekong sampai Simpang Ulin.

“Selain itu terdapat juga pekerjaan pembuatan rumah pompa serta pintu air,” ungkapnya, kepada sejumlah wartawan, pada Kamis (8/5).

Kepala Satker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BWS Kalimantan III Ridwan Fauzi (Pakai kacamata)

Untuk rumah pompa, dibangun di tiga lokasi, yaitu Tempekong, Sungai Bilu, serta Sungai Gardu.

“Pekerjaan tahap pertama ini, ditargetkan dapat selesai pada Juni 2026 mendatang,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan juga mengenai, progres pekerjaan pembangunan revitalisasi Sungai Veteran Banjarmasin tahap satu, yang kini sudah mencapai 25 persen.

Seperti yang disampaikan, PPK Sungai dan Pantai Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Anjar Karunia Ladika.

“Saat ini untuk pekerjaan revitalisasi Sungai Veteran yang dimulai sejak 2024 lalu, hingga kini sudah mencapai 25 persen,” ungkapnya.

Dimana pekerjaan sudah memasuki pemasangan tiang pancang dengan kedalaman 300 meter. Begitu juga di lokasi rumah pompa Sungai Gardu serta Sungai Bilu, sudah dipasang tiang pancang.

Sementara itu, Pelaksana Proyek Pembangunan Revitalisasi Sungai Veteran Jhoni mengakui, selama pekerjaan tahap satu ini pihaknya tidak menemukan kendala yang berarti.

“Kami bersyukur dengan adanya dukungan dari masyarakat setempat, hingga pembangunan ini dapat berjalan lancar,” ujar Jhoni.

Sedangkan salah seorang warga Veteran, Yusuf mengatakan, sebagai warga setempat tentu mendukung pembangunan revitalisasi Sungai Veteran di kawasan tempat tinggalnya tersebut.

“Kami memberikan dukungan terhadap pembangunan tersebut, untuk kemajuan pembangunan di Kota Banjarmasin,” ucapnya. (SRI/RIW/RSI)

Kembali Gelar Bintang AKSEL Pelayanan 2025, Wujud Konsistensi Bank Kalsel Meningkatkan Kualitas Layanan

BANJARMASIN — Bank Kalsel dalam waktu dekat akan kembali menyelenggarakan ajang Bintang AKSEL Pelayanan, sebuah program apresiasi dan kompetisi internal yang ditujukan bagi para pegawai garda terdepan Bank. Yakni Teller, Customer Service, dan Satuan Pengamanan (Satpam).

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Bank Kalsel dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah dan masyarakat luas.

Diselenggarakannya Bintang AKSEL Pelayanan 2025 merupakan kelanjutan dari keberhasilan kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun 2023. Ajang ini tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga sarana pembinaan kompetensi bagi frontliner Bank Kalsel di seluruh Kantor Cabang yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.

Keberhasilan program ini terbukti dari hasil survei Bank Service Excellence Monitor (BSEM) tahun 2025 yang dilakukan Marketing Research Indonesia (MRI), dimana Bank Kalsel melesat dari peringkat keempat ke posisi kedua dengan layanan terbaik dari seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia.

Setiap tiga bulan sekali, Bank Kalsel secara rutin melakukan penilaian dan evaluasi terhadap kinerja Frontliner. Hasil dari evaluasi ini menjadi dasar untuk memilih peserta terbaik dari masing-masing cabang yang akan berkompetisi di ajang Bintang AKSEL Pelayanan 2025.

Peserta terpilih akan mengikuti proses seleksi berjenjang yang dirancang untuk membangun iklim kompetisi sehat dan profesional dalam lingkungan kerja.Selain sebagai ajang internal, kegiatan ini juga berfungsi sebagai tahapan seleksi bagi perwakilan Bank Kalsel yang akan dikirim ke tingkat nasional dalam acara Frontliner Championship yang diselenggarakan Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) di bawah naungan ASBANDA.

Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, berkeinginan untuk membentuk frontliner yang tidak hanya tangguh secara teknis, tetapi juga memiliki soft skills, knowledge, integritas, dan semangat pelayanan prima.

Menurutnya Bintang AKSEL Pelayanan adalah bagian dari investasi jangka panjang terhadap kualitas SDM.

“Melalui ajang ini, Bank Kalsel berharap mampu menciptakan standar pelayanan yang semakin tinggi, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap eksistensi dan komitmen Bank Kalsel sebagai bank kebanggaan Banua”, pungkasnya. (ADV-RIW/RH)

Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, Polda Kalsel Tebar 170.000 Benih Ikan Nila di Sungai Barito

BATOLA – Bentuk implementasi Program Asta Cita 2 yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan, dilakukan Polda Kalsel, dengan penebaran 170 ribu benih ikan air tawar jenis Nila di Sungai Barito, kawasan Jembatan Rumpiang, Desa Bagus, Marabahan, Kabupaten Barito Kuala, Rabu (7/5).

Kapolda Kalsel saat penyerahan bantuan stunting di Batola

Benih ikan Nila dilepas di tiga unit keramba milik kelompok pembudidaya ikan air tawar, dalam rangkaian Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel bekerjasama dengan Hasnur Group.

Selain penebaran ikan, Polda Kalsel memberikan 200 paket sembako untuk warga pra sejahtera dan 100 peket bantuan anak stunting.

Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rusyanto Yudha Hermawan, didampingi Dirpolairud Polda Kalsel Kombes Pol Andi Adnan menyampaikan, penebaran benih ikan diharapkan dapat mendorong ketahanan pangan, sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu selaras dengan kearifan lokal masyarakat bantaran Sungai Barito, sehingga ekonomi biru yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan tercapai.

“Ini tentunya tidak lepas terkait tugas-tugas Polri, dimana apabila masyarakat kita sejahtera terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Tentunya angka kejahatan bisa kita tekan,” ujarn Kapolda.

Adapun, paket bantuan yang diberikan berupa makanan bergizi untuk balita, guna penanganan stunting di Kalsel, khususnya Kabupaten Barito Kuala, lanjutnya. Penanganan stunting perlu kerjasama semua pihak. Oleh karena itu, Polda Kalsel bersama jajaran Bhayangkari turut serta dalam pengentasan stunting.

“Pada kegiatan ini kita juga bekerjasama dengan BKKBN, Bhayangkari daerah dan Bhayangkari cabang. Kita melaksanakan kegiatan pengentasan dan pencegahan stunting di lokasi ini,” imbuhnya.

Salah seorang warga, Sampurna berharap ada bantuan rutin agar meringankan kebutuhan sehari-hari dan gizi sang buah hati.

“Alhamdulillah sangat bersyukur. Mudahan kegiatan ini rutin dilaksanakan bisa membantu orang-orang miskin,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Barito Kuala, Herman Susilo mengapresiasi jajaran Polda Kalsel atas kegiatan Bakti Sosial Sambang Nusa Polairud Polda Kalsel.

Hermawan sependapat dengan Kapolda Kalsel, bahwa penanganan stunting merupakan tanggungjawab bersama, tidak ditangani pemerintah daerah saja.

“Apresiasi yang bagus sekali. Untuk ke depan, kita terus evaluasi agar bantuan berjalan dengan baik dan memberikan manfaat untuk warga Kabupaten Barito Kuala,” tutupnya. (PoldaKalsel-SRI/RIW/RH)

Exit mobile version