Meriahkan Puncak Harjad ke-73, Gubernur Muhidin: Semoga HSU Semakin Sejahtera dan ‘Babungas’

HULU SUNGAI UTARA – Ribuan pasang mata tertuju ke Lapangan Pahlawan Amuntai, tempat seluruh rangkaian acara peringatan Hari Jadi ke-73 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berlangsung, Rabu (7/5).

Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin bersama sang istri Fathul Jannah, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Ellyana Trisya, serta jajaran pejabat tinggi Pemprov Kalsel hadir langsung di tengah masyarakat.

Tak hanya dari Kalimantan Selatan, perayaan ini juga dihadiri tamu istimewa dari luar daerah seperti Bupati Barito Timur dan Bupati Barito Selatan. Tampak pula pimpinan Forkopimda Kalsel, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, serta jajaran kepala SKPD lingkup Pemprov Kalsel.

Kedatangan mereka disambut meriah dengan iring-iringan drumband dan parade bendera oleh siswa-siswi SD se-HSU.

Peringatan tahun ini mengangkat tema “Bangkit Bersama, Berbakti Gasan Banua” yang menggambarkan semangat kolaborasi dalam pembangunan. Rangkaian acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an, disusul pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten HSU oleh Ketua DPRD Kabupaten Fadillah.

Momentum ini juga dimanfaatkan untuk penyerahan hibah tanah dan bangunan Makodim 1001/HSU dari Bupati kepada Danrem 101/Antasari.

Gubernur, Muhidin, melalui sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, menyampaikan bahwa Pemprov Kalsel juga memberikan kado spesial berupa operasi katarak gratis bagi 27 warga HSU di RS Pembalah Batung Amuntai.

“Ini adalah bagian dari komitmen Pemprov Kalsel dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia pun mengapresiasi acara yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an, dan berharap hal ini menjadi teladan bagi kabupaten/kota lain di Kalsel.

“Setiap hari jadi hendaknya dimulai dengan lantunan ayat suci, agar penuh keberkahan,” harapnya.

Tak lupa, Gubernur menyampaikan ucapan dan doa khusus untuk masyarakat HSU.

“Mudah-mudahan HSU selalu sejahtera dan ‘Babungas’ (rupawan) seperti orang-orangnya,” ucapnya.

Selain bantuan kesehatan, Pemprov Kalsel juga menyerahkan 50 paket makanan bergizi bagi anak-anak stunting. Acara kemudian dilanjutkan dengan peresmian sejumlah infrastruktur penting, seperti Jalan Fakhrudin/Bypass Bayur di Desa Penangkalan, Gedung Abdul Wahid BKPSDM HSU, dan Jalan Ardansyah Fama.

Penyerahan bantuan oleh Gubernur Kalsel (dua kiri) ke Pemkab HSU. (foto : Adpim)

Bupati HSU, Sahrujani, bersama Wakil Bupati Hero Setiawan, dalam sambutannya menegaskan komitmen untuk terus memajukan daerah sesuai visi “HSU Bangkit” yang berkeadilan, unggul, dan kreatif.

“Tema hari jadi ini adalah ajakan agar kita semua memiliki semangat kuat untuk bangkit bersama, demi keadilan yang memakmurkan, dan kemakmuran yang adil,” tegasnya.

Atraksi panjat pinang menjadi salah satu suguhan menarik di Peringatan Hari Jadi HSU ke-73.(foto: Adpim)

Sebagai penutup, para tamu undangan disuguhi atraksi panjat pinang dari perwakilan 10 kecamatan, dan berkesempatan menikmati beragam kuliner khas yang disajikan di stand-stand jajanan daerah milik SKPD dan instansi Pemkab HSU. (Biroadpim-SYA/RIW/RH)

Perkuat Komitmen Cegah Stunting, DP3APMP2KB Banjarbaru Gelar Sosialisasi Genting dan Rakor TPPS 2025

BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMP2KB) menggelar Sosialisasi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang dirangkai dengan Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kota Banjarbaru Tahun 2025, di salah satu hotel berbintang di Kota Banjarbaru, Rabu (7/5).

Kegiatan ini dibuka Pj. Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik, serta dihadiri sejumlah Kepala SKPD dan Forkopimda Kota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Staf Ahli Walikota Banjarbaru, Abdul Malik menegaskan pentingnya penanganan stunting secara sistematis dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi mendukung Gerakan Genting sebagai langkah kolektif menuju Banjarbaru bebas stunting.

Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Abdul Malik saat membacakan sambutan Pj. Walikota Banjarbaru

“Upaya penanganan stunting perlu dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan. Mari kita jadikan Genting sebagai program bersama untuk memastikan anak Banjarbaru tumbuh kuat, sehat, dan bebas dari stunting,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa evaluasi TPPS menjadi indikator penting dalam menilai capaian sekaligus menentukan langkah strategis selanjutnya dalam upaya penurunan stunting.

“Saya berharap komitmen dan sinergi kita semakin kuat. Evaluasi ini juga menjadi nilai ukur keberhasilan program dan menentukan langkah selanjutnya,” tegasnya.

Pada sesi Rapat Koordinasi TPPS, dilakukan pemaparan capaian program di masing-masing kecamatan serta identifikasi kendala di lapangan yang memerlukan solusi strategis dari semua pihak.

“Dengan adanya kegiatan ini, dapat memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kota Banjarbaru semakin solid demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P3APMP2KB Kota Banjarbaru, Erma Epiyana Hartati menyampaikan, bahwa program Genting hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengentasan kemiskinan.

“Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting ini bertujuan untuk memastikan semua anak Indonesia, khususnya di Banjarbaru, dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta terhindar dari stunting,” tutupnya. (BDR/RIW/RH)

Gelar Uji Publik Calon Anggota KPID 2024–2027, DPRD Kalsel Minta Masukan Masyarakat

BANJARBARU — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan membuka ruang partisipasi publik dengan menggelar uji publik terhadap 21 nama calon Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel masa jabatan 2024–2027. Proses ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 5-14 Mei 2025.

Pernyataan ini disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Kalsel – Rais Ruhayat, kepada wartawan, usai pihaknya secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi dari Tim Seleksi, dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalsel di Banjarbaru, pada Senin (5/5)

Komisi I DPRD Kalsel, secara resmi menerima seluruh berkas hasil uji kompetensi calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalsel periode 2024–2027 dari Tim Seleksi (Timsel).

Uji publik ini bertujuan untuk menghimpun tanggapan, kritik, maupun saran dari masyarakat terhadap para calon yang telah dinyatakan lulus uji kompetensi maupun dari unsur petahana. Masukan masyarakat akan menjadi bahan pertimbangan DPRD Kalsel dalam menentukan calon yang layak mengikuti tahapan selanjutnya, yakni fit and proper test yang akan dilakukan oleh Komisi I DPRD Kalsel.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan masukan terhadap nama-nama calon anggota KPID yang telah diumumkan. Partisipasi publik sangat kami harapkan demi memastikan bahwa figur-figur yang lolos benar-benar memiliki integritas, kapasitas, serta komitmen terhadap dunia penyiaran di Banua,” ujarnya pada Rabu (7/5).

Dari 21 nama yang diumumkan melalui surat resmi DPRD, sebanyak 17 orang dinyatakan lulus uji kompetensi hasil seleksi awal oleh Tim Seleksi, sementara 4 lainnya berasal dari unsur petahana yang sebelumnya telah menjabat sebagai komisioner KPID.

Adapun calon yang dinyatakan lulus uji kompetensi terdiri dari Agus Suprapto, Dedi Kurniadi, Franky Gleen Valery Nayoan, Hanna Mutmainna, Iberahim, Iwan Setiawan, Juhiari Ramadhan, Maisuri, Muhammad Leoni Hermawan, Muhammad Luthfi Rahman, Muhamad Saufi, Muhammad Yusuf, Nanik Hayati, Nurdin Ardalepa, Ridha Affandy, Rina Mei Saputri, dan Syahmiadi.

Sementara itu, empat nama yang berasal dari unsur petahana adalah Gusti Burhanuddin, Analisa, M. Farid Soufian, dan Fadli Rizky.

Masyarakat dapat menyampaikan masukan secara tertulis melalui email ke programsetwankalsel@gmail.com atau melalui laman kalsel.lapor.go.id. Seluruh masukan akan dirangkum dan dijadikan bahan evaluasi oleh Komisi I DPRD sebelum menetapkan tujuh orang yang akan ditetapkan sebagai Anggota KPID Kalsel terpilih.

Rais Ruhayat juga menambahkan, bahwa KPID sebagai lembaga independen memiliki peran strategis dalam menjaga marwah penyiaran daerah, baik dalam konteks pengawasan isi siaran, perlindungan terhadap publik, maupun dalam menjaga keberagaman informasi.

“KPID itu bukan hanya regulator teknis, tapi juga penjaga nilai-nilai dalam dunia penyiaran. Maka dari itu, kita butuh sosok-sosok yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga punya kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (ADV-NHF/RIW/RH)

Motivasi Penulis Daerah, Dispersip Kalsel Datangkan Penulis Nasional

BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan, mendatangkan penulis nasional untuk memberikan motivasi kepada penulis di Banua.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan Adethia Hailina mengatakan, mendatangkan penulis ini, masih dalam rangkaian peringatan Pentas Pekan Literasi Tahun 2025, yang dilaksanakan di kawasan Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan.

Plt Kadispersip Kalsel Adethia Hailina

“Tujuan mendatangkan penulis nasional ini, tentunya untuk memberikan motivasi kepada para penulis daerah di Banua,” ucapnya.

Menurut Adethia, untuk di Provinsi Kalimantan Selatan saat ini sudah banyak penulis muda maupun calon calon penulis. Karena itu Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan perlu untuk memberi dukungan.

Dalam kesempatan tersebut Adethia mengatakan, kunjungan anak usia dini ke Perpustakaan Pal 6 Banjarmasin mengalami peningkatan.

“Perpustakaan Palnam saat ini sudah dilengkapi dengan ruang baca ramah anak, yang menjadi pemicu terjadinya peningkatan kunjungan ke perpustakaan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Adethia, untuk daftar kunjungan dari sekolah sekolah Pendidikan Anak Usia Dini, ke Perpustakaan Palnam ini masuk dalam daftar tunggu.

“Kami terus berupaya meningkatkan pelayanan agar minat membaca anak anak semakin mengalami peningkatan,” ucap Adethia. (SRI/RIW/RH)

Susun Standar Pelayanan Publik, Dinsos Kota Banjarmasin Sosialisasikan DTKS Menjadi DTSE

BANJARMASIN – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Banjarmasin menggelar Publikasi Standar Pelayanan, di Aula Kayuh Baimbai, Rabu (7/5).

Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Nuryadi menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan untuk menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2015 tentang Pelayanan Publik.

Kadinsos Banjarmasin Nuryadi

“Sehingga Dinas Sosial Kota Banjarmasin perlu mempublikasikan Standar Pelayanan yang telah disusun, agar diketahui dan mendapatkan masukan, serta saran perbaikan melalui forum konsultasi ini,” ungkap Nuryadi.

Begitu juga, lanjutnya, saat ini ada perubahan peraturan dari Kementerian Sosial yang disampaikan ke daerah daerah, maka layanan tersebut perlu disampaikan ke masyarakat.

Seperti adanya perubahan pelayanan Pergantian Data Terpadu Kesejahteraan (DTKS) menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSE).

“Data Terpadu Kesejahteraan Sosial yang sebelumnya digunakan sebagai acuan data penerima sosial, kini diganti menjadi Data Tunggal Sosial Ekonomi,” ucapnya.

Pergantian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi dan efektivitas penyalur bantuan sosial, memastikan bantuan tepat sasaran, serta meminimalkan potensi kecurangan.

“Dengan data yang lebih akurat dan terpadu ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial dapat dilakukan secara efektif dan tepat sasaran,” ucap Nuryadi. (SRI/RIW/RH)

Panen Padi Apung Di Tabalong, Inovasi Di Atas Air Untuk Ketahanan Pangan Kalsel

TABALONG – Selama bertahun-tahun, mayoritas petani di daerah rawa Kalimantan Selatan hidup berdampingan dengan tantangan yang sama, lahan rawa yang tergenang hingga 6–7 bulan dalam setahun. Kondisi ini membatasi musim tanam padi, membuat banyak lahan tak bisa dimanfaatkan secara optimal.

Bupati Tabalong berfoto bersama usai panen padi apung perdana

Tapi di tengah keterbatasan, muncul harapan baru melalui inovasi padi apung.
Desa Ampukung di Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, menjadi saksi program penanaman dan pelaksanaan panen padi apung, yang berlangsung pada Senin (5/5).

Panen ini bukan hanya simbol keberhasilan satu musim tanam, tapi juga langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga stabilitas harga, terutama komoditas beras yang harganya selama ini dipengaruhi ketersediaan pasokan.

Program di Tabalong ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Pemerintah Kabupaten Tabalong, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Panen padi apung ini merupakan buah nyata dari keberhasilan program dukungan pengembangan padi apung di wilayah Kalimantan Selatan pada tahun 2024.

Budidaya padi apung merupakan bagian dari program unggulan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel dalam mendukung Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP). Inovasi ini memanfaatkan media tanam terapung di atas lahan rawa, memungkinkan petani tetap menanam meski air tengah pasang.

Di lapangan, program pengembangan padi apung ini dilaksanakan oleh kelompok tani Al Fallah, dengan dukungan dari kelompok tani lain melalui skema berbagi praktik terbaik.

Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program yang dirancang secara terukur dan tepat sasaran mampu menghasilkan capaian yang signifikan, bahkan pada lahan yang sebelumnya tidak dapat dimanfaatkan untuk budidaya.

Berdasarkan hasil sampling, produktivitas padi apung mencapai sekitar 6,5 ton per hektare, setara dengan hasil tanam konvensional. Lebih dari itu, panen ini menunjukkan peningkatan siklus tanam, di mana lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami satu kali dalam setahun, kini dapat dimanfaatkan hingga dua kali musim tanam dalam setahun.

Kegiatan panen padi apung ini dihadiri Bupati Tabalong, M. Noor Rifani, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalsel, Aloysius Donanto, dan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Kalsel, Imam Subarkah.

Sejumlah mitra kerja seperti OJK, DJPb, Bulog, TNI/Polri, instansi teknis, hingga perguruan tinggi juga ikut hadir dalam momentum ini.

Dalam sambutannya, Bupati Tabalong menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan Bank Indonesia Kalsel.

Pada kesempatan yang sama, seremoni panen juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan simbolis dari Pemerintah Provinsi Kalsel kepada Pemkab Tabalong sebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap sektor pertanian daerah.
Keberhasilan padi apung ini membuka peluang baru, bukan hanya untuk Tabalong, tetapi juga bagi daerah-daerah lain dengan karakteristik serupa.

Dengan replikasi dan pengembangan metode budidaya apung yang berkelanjutan, harapan pun tumbuh bukan hanya dari tanah, tapi juga dari permukaan air. (BIKalsel-RIW/RH)

Exit mobile version