BANJARMASIN – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Selatan membagikan ikan segar di Pasar Murah Ramadan Kolaborasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dengan Pemerintah Kota Banjarmasin.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono mengatakan, pada Pasar Wadai Ramadhan 1446 Hijriah ini, berdasarkan arahan dari Gubernur Kalsel Muhidin, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan turut meramaikan dengan membagikan paket ikan segar kepada pengunjung.
Kadislutkan Kalsel Rusdi Hartono saat menyerahkan ikan gratis
“Saat ini kami membagikan ikan segar gratis kepada pengunjung Pasar Wadai Ramadan,” ungkap Rusdi, belum lama tadi.
Dengan membagikan ikan segar tersebut, maka Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan memasyarakatkan gemar makan ikan untuk pengunjung Pasar Wadai Ramadan di Kota Banjarmasin.
“Berdasarkan arahan Gubernur Kalsel Muhidin, maka kami mensosialisasikan gemar makan ikan di Pasar Ramadan ini,” ujarnya.
Rusdi berharap, masyarakat di Kota Banjarmasin akan semakin gemar makan ikan.
“Makan ikan untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat, serta dapat mencegah stunting pada anak balita,” ucap Rusdi.
Seperti diketahui, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan membuka stand di Pasar Murah Ramadan Kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kota Banjarmasin di kawasan Siring Nol Kilometer.
Pada Pasar Murah Ramadan tersebut, Dislutkan Kalsel menyediakan produk hasil ikan, serta lainnya. (SRI/RDM/RH)
BANJARBARU – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kebun Raya Banua (KRB) secara resmi menutup ajang Mascot Design Competition, Lomba ini mengangkat tema buah kasturi atau pohon kasturi, tanaman khas Kalimantan Selatan yang memiliki nilai budaya serta ekologi tinggi.
Plt. Kepala UPTD Kebun Raya Banua, Firmansyah menyampaikan bahwa lomba ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat, baik dari dalam maupun luar Kalimantan Selatan.
“Kami sangat senang dengan antusiasme yang tinggi dari peserta. Total ada 425 desain maskot yang masuk dan telah kami himpun,” ucapnya, Senin (17/3).
Lomba yang dibuka sejak 1 hingga 22 Februari 2025 dengan tujuan untuk menciptakan maskot baru bagi Kebun Raya Banua ini memberikan kesempatan bagi masyarakat umum untuk berpartisipasi, dengan proses pendaftaran melalui media sosial Instagram dan pengunggahan karya via Google Drive. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp8,5 juta untuk tiga pemenang terbaik.
“Proses pemilihan maskot ini diharapkan menghasilkan desain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas Kebun Raya Banua sebagai pusat konservasi dan edukasi lingkungan di Kalimantan Selatan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kebun Raya Banua, Herlina Sari, menambahkan bahwa saat ini proses penjurian tengah berlangsung. Para juri yang ahli di bidangnya akan memilih 20 desain terbaik pada 27 Maret 2025.
Kasi Pengembangan dan Pemanfaatan Kawasan Kebun Raya Banua, Herlina Sari
“Nantinya, masyarakat akan ikut menentukan maskot yang akan digunakan KRB dengan memilih dari 20 besar desain terbaik. Ini kami lakukan agar masyarakat merasa memiliki keterlibatan langsung dalam identitas Kebun Raya Banua ke depannya,” tutupnya. (BDR/RDM/RH)
BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin mengapresiasi langkah Dinas Perdagangan Dan Perindustrian, terus gencar melakukan monitoring MinyaKita Di Pasaran.
Kepada sejumlah wartawan, Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Faisal Heriyadi, pada akhir pekan tadi mengatakan, belum lama tadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin, telah melakukan monitoring kepada penjual di Pasar Cemara dan Jalan Perumnas, hasilnya ditemukan beberapa toko distributor MinyaKita yang dijual tidak sesuai takaran. Pihaknya mengapresiasi dan berharap kegiatan ini dapat terus gencar dilakukan monitoring di seluruh Pasar.
Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Faisal Heriyadi, saat memberikan komentarnya
“MinyaKita ini dimaksudkan memenuhi keperluan masyarakat, terhadap minyak goreng dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Faisal menyampaikan, MinyaKita merupakan merek dagang milik Kementerian Perdagangan, yakni minyak goreng murah yang diproduksi untuk membantu masyarakat kurang mampu. Sehingga, mempermudah distribusi, serta menjaga kehigienisannya.
“Kita ingin masyarakat mendapatkan minyak goreng sesuai standar, antara kemasan dan ukuran sama yakni tidak berbeda,” pintanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin Ichrom Muftezar menambahkan, belum lama tadi pihaknya menemukan dua toko penjual minyak goreng bersubsidi, yang melanggar ketentuan, usai dilakukan pengecekan dari sampel yang diambil baik dalam bentuk kemasan bantal dan botol. Hal ini sudah disampaikan Ke Dinas Perdagangan Kalimantan Selatan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banjarmasin Ichrom Muftezar, saat diwancara
“Kami akan terus lakukan monitoring di pasaran khususnya MinyaKita, sesuai instruksi Kementerian Perdagangan RI di wilayah masing-masing,” tutupnya. (NHF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengimbau kepada perusahaan di Kalimantan Selatan agar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) keagaaman bagi pekerja paling lambat H-7 sebelum Idul Fitri 1446 Hijriah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Selatan, Irfan Sayuti mengungkapkan hal itu sesuai dengan edaran Gubernur Kalimantan Selatan Nomor 500.15.14.1/684/Disnakertrans Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2025 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti
“Edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mengenai THR keagamaan tahun 2025 sudah kami informasikan ke seluruh perusahaan di Kalimantan Selatan agar dapat membayar THR secepatnya,” ucapnya, Senin (17/3).
Irfan mengungkapkan, THR adalah hak pekerja harus dibayar perusahaan, lebih cepat lebih baik karena bisa bermanfaat untuk pekerja dan keluarganya menyambut hari raya.
“Pemberian THR kepada pekerja tidak boleh dicicil, yang mana besaran THR pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih adalah sebesar 1 bulan upah, sedangkan bagi pekerja dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan diberikan secara proporsional,” jelasnya.
Sementara itu, Plh Kepala Bidang Hubungan Industrial, Bambang menambahkan apabila perusahaan tidak memberikan THR kepada pekerja, maka nantinya akan mendapat sanksi.
Berdasarkan Pasal 78 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, perusahaan atau pengusaha yang tidak patuh dalam pembayaran THR dapat dikenakan sanksi administratif berupa teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi dan pembekuan kegiatan usaha.
“Akan tetapi, pengenaan denda tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar THR keagamaan kepada pekerja itu sendiri,” jelasnya. (NRH/RDM/RH)
BANJARBARU – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan, akan berkontribusi pada kegiatan – kegiatan pasar murah, yang diadakan setiap instansi daerah di banua ini.
Kepala Dinas PKP Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman mengungkapkan, Kegiatan pasar bertujuan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya yang diadakan pada bulan suci Ramadan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman
“Kami sangat mengapresiasi adanya kegiatan pasar murah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan. Oleh karena itu kami berusaha maksimal untuk turut berkontribusi pada kegiatan pasar murah yang diselenggarakan setiap instansi,” ungkap Syamsir, baru – baru ini.
Dalam kegiatan pasar murah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Kalimantan Selatan turut menggandeng kelompok tani, sehingga manfaat pasar murah bukan hanya dirasakan bagi masyarakat, namun juga dirasakan langsung oleh para petani.
“Dalam kegiatan pasar murah ini, berbagai bahan pokok seperti beras, minyak, gula, sayur, dan ikan disediakan dengan harga yang lebih rendah dari pada harga pasar,” tutup Syamsir. (MRF/RDM/RH)
BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Kalimantan Selatan, berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Salah satunya, yakni mengembangkan dan menambah inovasi – inovasi yang ada, sesuai dengan kebutuhan masyarakat banua.
Plt Kepala Brida Provinsi Kalsel, Husnul Hatimah menyampaikan, untuk tahun 2025 pihaknya berkomitmen dengan program Kalsel Innovation Awards (KIA), dapat meningkatkan Inovasi di Kalimantan Selatan, sebagai pemicu untuk terus memperkuat potensi daerah, dalam menghadapi tantangan global.
Plt Kepala BRIDA Kalsel, Husnul Hatimah
“Pada tahun lalu, BRIDA Kalssl mengirimkan 22 Inovasi Unggulan dari gabungan Inovasi OPD yang ada dan jumlah tersebut akan kembali ditambah pada tahun 2025 ini,” ungkap Husnul, baru – baru tadi.
Dilanjutkan Husnul, BRIDA Kalsel akan mengembangkan inovasi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Contoh inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti peningkatan pelayanan publik pengembangan ekonomi lokal, dan perbaikan infrastruktur. contoh yang disebutkan tersebut akan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya.
“Inovasi dibuat untuk memberikan kenyamanan dalam pelayanan kepada masyarakat. sehingga inovasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat akan memudahkan mereka,” tutup Husnul. (MRF/RDM/RH)
BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an yang digelar pada malam 17 Ramadhan 1446 Hijriah di Ruang Induk Masjid Raya Sabilal Muhtadin, pada Minggu (16/3) malam.
Dihadiri ribuan jamaah, tampak terlihat juga jajaran SKPD lingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Forkopimda, Ketua MUI kabupaten/kota se-Kalsel serta Ketua NU dan Muhammadiyah Kalsel.
Wagub Hasnuryadi Sulaiman, dalam sambutannya berharap, peringatan Nuzulul Qur’an 1446 Hijriah, momentum untuk meneguhkan kesadaran, penghayatan serta perenungan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman untuk menjalani kehidupan di dunia dan di akhirat nanti.
Wagub Kalsel memberikan sambutan di hadapan ribuan jamaah peringatan Nuzulul Qur’an
Wagub Hasnuryadi mengungkapkan, bahwa segala macam tatanan hubungan sosial, akidah, ibadah, muamalah, serta keadaban dan kesantunan sudah dijelaskan dalam kitab suci Al-Quran Nul Karim.
”Karena itu, marilah kita tanamkan cinta Al-Quran, melalui diri kita sendiri, keluarga kita, anak cucu kita, sehingga menjelma ke seluruh lapisan masyarakat khususnya di Banua Kalimantan Selatan,” kata Hasnur.
Untuk itu, Ia mengajak agar saatnya hidupkan kembali kebiasaan magrib mengaji di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, untuk mendidik generasi yang mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan.
”Insya Allah, ketika Al-Qur’an dijadikan bacaan utama yang kita hayati dan kita amalkan isi kandungannya maka kedamaian dan keberkahan hidup akan kita rasakan. Sinarilah rumah-rumah kita dengan bacaan Al-Quran,” ucap Hasnur.
Sementara itu, penceramah, Ahmad Mulkani menyampaikan bahwa, kalimat Al-Quran disebutkan 58 kali didalam Al-Qur’an, kemudian kalimat Qur’anan 10 kali dan Qur’anahu 2 kali.
”Ini menunjukkan begitu pentingnya Al-Qur’an sebagai pedoman umat muslim bahkan seluruh umat bukan hanya muslim,” ucapnya.
Ia menuturkan, Allah SWT berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185 yang berbunyi bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an yang dikenal dengan malam Lailatul Qadar dan dalam Surah Yunus ayat 61 yang berbunyi bahwa tidak ada kamu melakukan dalam keadaan apapun, tidaklah engkau membaca daripada Al-Qur’an, tidaklah engkau melakukan perbuatan kecuali kami menyaksikan perbuatanmu, kami menyaksikan segala keadaanmu, tatkala kalian melakukan itu tidaklah samar disisi Allah walaupun sedikit timbangan sekecil pun di bumi dan di langit, semuanya adalah ketentuan dari Allah SWT.
“Al-Qur’an adalah pedoman kita, Al-Qur’an hendaklah selalu kita baca dirumah kita, sebab rumah itu kalau tidak dibacakan Al-Qur’an ujar nabi sama seperti kalian jadikan rumah itu kuburan, maka bacakanlah Al-Qur’an. Jangan sampai kita tidak ada hubungan dengan Al-Qur’an, sebab kalau kita lepas daripada hubungan dengan Al-Qur’an kita akan jauh daripada rejeki yang berkah, jauh daripada ketaatan dan mudah masuk dalam kemaksiatan,” sampainya.
Adapun dalam laporannya, Ketua Badan Pengelola Masjid Raya Sabilal Muhtadin, M Tambrin mengatakan, peringatan Nuzulul Quran di Masjid Raya Sabilal Muhtadin ini dihadiri jamaah hingga 5.000 orang, yang didukung oleh para guru dan siswa-siswi madrasah.
“Setiap malam pelaksanaan sholat Isya dan Tarawih tidak kurang seribu jamaah dan malam ini lebih daripada tiga ribu jamaah atau mendekati hampir 5.000 jamaah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan, selama bulan Ramadhan ini pelayanan berbuka puasa di Masjid Raya Sabilal Muhtadin peserta berbuka puasa antara 900 hingga 1.400 orang.
”Ini luar biasa untuk tahun ini untuk kehadiran jamaah dan merasakan bubur Sabilal Muhtadin. Kami sampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memfasilitasi kegiatan ini sehingga berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Adapun pelaksanaan peringatan malam Nuzulul Quran 1446 Hijriah dimulai setelah sholat Isya dan sholat Tarawih berjamaah dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan 5 qori terbaik Kalsel dan ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin Ahmad Mulkani. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)
BANJARMASIN – Ramadan hari ke-16, Gubernur Kalsel, Muhidin menggelar silaturahmi dan berbuka puasa bersama jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kalsel di kediaman pribadinya pada Minggu (16/3) sore.
Suasana pertemuan Gubernur dengan jajaran Kemenag Kalsel, MUI, Muhammadiyah dan NU Kalsel
Selain jajaran Kepala Kemenag se-Kalsel, tampak hadir juga perwakilan MUI Kalsel, Ketua Muhamadiyah Kalsel serta Ketua Nahdlatul Ulama Kalsel.
Pada silaturahmi penuh keakraban itu, Gubernur, Muhidin menyampaikan rasa terimakasih atas kedatangan para jajaran Kemenag, MUI, Muhamadiyah dan NU Kalsel.
Disampaikan Muhidin, selain silaturahmi, pada kesempatan itu juga dirinya mendapatkan berbagai masukan untuk program pembangunan dirinya sebagai Gubernur bersama Wagub Hasnuryadi dalam membangun Banua untuk kesejahteraan masyarakat serta memantapkan Visi Misi Kalsel 2025-2030, dengan tagline Bekerja Bersama, Merangkul Semua.
“Peningkatan akhlak setelah menjalani bulan Ramadan selama sebulan penuh, menyambut hari kemenangan. Akhlak baik, Insya Allah akan lebih baik masyarakat kita Kalimantan Selatan,” sampai Muhidin.
Pada kesempatan silaturahmi, perwakilan MUI Kalsel menegaskan komitmennya tegak lurus dan mendukung semua program Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel .
Hal senada juga disampaikan Muhamadiyah serta NU Kalsel yang siap menyukseskan semua program-program pemerintah ke semua kalangan hingga 5 tahun kedepan.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin menyampaikan rasa terimakasih atas perkenan Gubernur silaturahmi berdialog dan berbuka puasa dengan jajaran Kemenag se-Kalsel, MUI, Muhammadiyah dan NU Kalsel.
Silaturahmi selanjutnya diisi dengan berbuka puasa bersama dan dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah. (BIROADPIM-RIW/RDM/RH)