Dinas PKP Kalsel Gelar FGD Rencana Ketahanan Pangan 2025

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, menggelar Focus Group Discussion dengan rangkaian agenda perencanaan pembangunan ketahanan pangan tahun 2025. FGD ini digelar disalah satu hotel berbintang di Kota Banjarmasin, Rabu (5/2) yang dibuka oleh Plh Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Imam Subarkah. FGD Forum Konsultasi Publik Dan Koordinasi Teknis Perencanaan Tingkat Provinsi merupakan wadah untuk membahas dan mengumpulkan masukan dari Kabupaten/Kota dan Dinas Instansi terkait, masyarakat, akedimisi mengenai isu strategis dan permasalahan urusan pangan dan pertanian serta mensinkronisasikan usulan-usulan kabupaten/Kota, yang hasilnya akan dibawa pada Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pertanian Tingkat Nasional.

Imam mengungkapkan, Pelaksanaan FGD ini menjadi bagian tahapan dari rangkaian penyusunan perencanaan pembangunan daerah, sinkronisasi dan harmonisasi, dengan kabupaten – kota, sehingga perlu dilaksanakan untuk mencapai target Pembangunan Nasional.

“Tersusunnya hasil dari FGD Konsultasi Publik Dan Koordinasi Teknis Perencanaan Pertanian Tingkat Provinsi diharapkan, Menjadi kerangka dasar untuk penyusunan Rencana Strategis (Renstra) yang mendukung visi Gubernur dan Wakil Gubernur, yaitu KALSEL BEKERJA (Berkelanjutan, Berbudidaya, Religi Dan Sejahtera) Menuju Gerbang Logistik Kalimantan,” ungkap Imam kepada Wartawan, usai pergelaran FGD.

Mendukung salah satu Janji Gubernur Muhidin, yaitu memperkuat Ketahanan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif, maka Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel telah melaksanakan Kegiatan secara maksimal , dengan capaian angka sementara produksi untuk komoditas utama pada tahun 2024, yaitu padi 1.006.429,59 ton. Jagung 86.037,21 ton. Kacang tanah 2.761,8 ton. Cabe besar 81.929,35 ton. Cabe rawit 119.704, 38 ton. Bawang merah 4.879,90 ton. Jeruk 1.234.959 ton.

“Diharapkan untuk tahun selanjutnya capaian produksi lebih meningkat dengan perencanaan yang lebih matang dan terkonsep,” tutup Imam. (MRF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version