BANJARMASIN – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Forum Perangkat Daerah tahun 2025 untuk membahas berbagai isu strategis di bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Acara yang dilaksanakan pada Senin (3/2), untuk menjaring permasalahan dan isu terkini yang ada di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, yang nantinya akan menjadi bahan penyusunan draf rancangan awal RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) serta Renstra (Rencana Strategis) SKPD Disnakertrans Kalsel untuk periode 2025-2029.
Kepala Disnakertrans Kalsel, Irfan Sayuti, dalam sambutannya menjelaskan forum ini bertujuan untuk menciptakan kesamaan persepsi antar perangkat daerah dalam upaya penyelarasan substansi dokumen perencanaan pembangunan. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kinerja instansi pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di seluruh Kabupaten/Kota di Kalsel.
“Melalui forum ini, kami berharap dapat merumuskan langkah-langkah strategis yang efektif dalam menangani permasalahan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian di Kalsel,” ujar Irfan Sayuti di aula kantor Disnakertrans Kalsel.
Pada kesempatan tersebut, Irfan Sayuti memaparkan gambaran umum mengenai kondisi ketenagakerjaan di Kalsel pada tahun 2024. Data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2024 tercatat sebesar 4,20 persen, sedangkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) sebesar 70,22 persen. Meskipun ada penurunan TPT sebesar 0,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya, masih banyak tantangan yang perlu diatasi.
“Beberapa permasalahan ketenagakerjaan yang dihadapi antara lain adalah ketidakseimbangan antara penyediaan lapangan pekerjaan dan kebutuhan masyarakat, rendahnya kualitas angkatan kerja, serta kurangnya dukungan terhadap wirausaha baru. Selain itu, perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 juga menjadi tantangan baru, yang dapat berpotensi meningkatkan angka pengangguran,” jelasnya.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, menurut Irfan, Disnakertrans Kalsel menargetkan beberapa program prioritas, seperti pelatihan kerja, penempatan tenaga kerja, pengawasan ketenagakerjaan, serta pengembangan hubungan industrial. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja serta mengurangi pengangguran di Kalsel.
“Sasaran kami adalah menyerap angkatan kerja baru, mengurangi jumlah pengangguran, dan menciptakan lapangan kerja yang produktif dan berkelanjutan,” katanya.
Dalam bidang ketransmigrasian, ungkap Irfan, beberapa permasalahan yang disoroti antara lain terbatasnya lahan yang memenuhi kriteria Clear and Clean (2C) dan Layak Huni, serta rendahnya legalitas kepemilikan lahan transmigrasi. Selain itu, pengelolaan potensi kawasan transmigrasi masih belum optimal dan membutuhkan koordinasi yang lebih baik dengan pihak terkait.
“Sebagai solusi, program pengembangan kawasan transmigrasi akan dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan serta kualitas hidup masyarakat transmigrasi dan warga sekitar. Kami berharap melalui program tersebut, kawasan transmigrasi dapat berkembang dengan lebih baik dan berkelanjutan,” terangnya.
Irfan juga menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mencapai tujuan bersama dalam pembangunan ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Ia mengajak seluruh instansi terkait untuk memperkuat koordinasi dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program-program yang telah disusun.
“Sinergitas antara provinsi dan kabupaten/kota sangat penting agar program-program yang direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan berdampak positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Irfan berharap agar seluruh peserta forum dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali ide-ide kreatif dalam memecahkan masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasian. Ia juga berpesan agar kualitas data dan perencanaan terus ditingkatkan agar pembangunan yang dilaksanakan dapat mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Kita semua bekerja dalam bidang ketenagakerjaan untuk kemanusiaan, khususnya untuk meningkatkan derajat hidup angkatan kerja dan pekerja di Kalsel,” tutup Irfan. (DisnakertransKalsel-NRH/RDM/RH)

