BANJARBARU – Pemprov Kalsel akan terus mengkaji potensi investasi di Kabupaten/Kota, khususnya pada sektor ekonomi hijau.
Plh Kepala DPMPTSP Kalsel, Fitridani mengatakan, pihaknya terus membuat Investment Project Ready to Offer (IPRO) atau dokumen proposal investasi terkait potensi investasi yang bisa ditawarkan kepada calon investor.
“Kita sudah membentuk beberapa IPRO menggunakan APBD, anggaran daerah dan meminta Kementrian Investasi untuk membuat kajian potensi investasi di Kalsel,” katanya, belum lama tadi.
Salah satu IPRO yang saat ini sedang menjadi tawaran hangat untuk calon investor yakni terkait industri pengolahan ikan gabus.
Pemprov Kalsel merencanakan pengembangan industri ikan air tawar khas Banua itu di Kabupaten Tanah Bumbu dengan luas lahan 100 hektare.
“Rencananya di lahan tersebut akan dibangun pembibitan hingga pengolahan industri hilirisasi ikan gabus menjadi albumin,” jelasnya.
Fitridani berharap potensi investasi ikan gabus bisa menarik minat investor, sama halnya dengan cabai hiyung Tapin yang telah mendapat ketertarikan dari perusahaan ternama di Indonesia.
“Jelas akan mempengaruhi tingkat ekonomi masyarakat, karena ini akan berimbas pula terhadap serapan tenaga kerja di Kalsel,” tuturnya.
Fitridani menilai, Pemprov Kalsel sendiri sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menanamkan modal usaha di provinsi ini. Apalagi Kalsel sendiri merupakan gerbang Ibu Kota Nusantara, dan memiliki berbagai potensi investasi dalam berbagai sektor.
“Kita optimis dengan segala kekayaan dan keindahan alam di Kalsel, akan menarik minat para calon investor,” pungkasnya. (SYA/RDM/RH)

