Gelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Payudara, Ribuan Wanita Serbu Mahligai Pancasila

Banjarmasin – Kanker leher rahim dan kanker payudara, merupakan penyakit kanker paling tinggi yang menyerang kaum perempuan di Indonesia. Data Kementrian Kesehatan RI menyebutkan, prevalensi kejadian kanker payudara mencapai 65.858 kasus. Sedangkan kanker leher rahim mencapai 36.633 kasus. Sementara di Provinsi Kalimantan Selatan, berdasarkan aplikasi Sehat Indonesiaku tahun 2024, ditemukan kasus benjolan pada payudara sebanyak 134 orang, dan positif IVA 714 orang.

Namun perlu diketahui, bahwa kedua penyakit ini dapat dicegah dan diobati lebih awal, apabila dilakukan deteksi dini secara rutin.

Alasan inilah, yang kemudian mendasari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara pada Rabu (21/8) di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin. Dimana sasaran dari program ini, sebanyak 1.000 wanita usia subur yang sudah menikah.

“Kita sudah sebarkan link pendaftaran, dan terdata 650 orang mengisi aplikasi untuk mengikuti deteksi dini kanker leher rahim dan payudara hari ini. Sementara hari ini yang datang dan mendaftar langsung, jumlahnya 350 orang lebih” ujar Nurul Ahdani, selaku pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.

Kepada wartawan, Nurul memastikan, pihaknya menyiapkan paket perlengkapan deteksi dini untuk seribu orang lebih, sebagai antisipasi membludaknya jumlah peminat kegiatan ini.

Ketua TP PKK Kalsel (tengah) berfoto bersama perwakilan peserta deteksi dini kanker leher rahim dan payudara

Sementara itu, usai membuka acara, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel, Raudatul Jannah mengingatkan kaum perempuan Banua, pentingnya melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara.

“Tindakan preventif atau pencegahan jauh lebih murah dibanding pengobatan. Karena itu deteksi dini perlu dilakukan kaum perempuan di Banua, untuk memastikan mereka terbebas dari penyakit mematikan ini,” tegas perempuan yang biasa disapa Adil Odah ini.

Acil Odah mengatakan, jikapun ditemukan sel kanker saat deteksi dini, maka langkah pengobatan menjadi lebih mudah, karena penyakit diketahui lebih awal.

Perlu diketahui, gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin diubah suai untuk memastikan seluruh wanita usia subur yang mendaftar, dapat terlayani dengan baik. Terdapat 15 bilik tertutup, yang dibuat khusus di bagian dalam gedung. Dimana di setiap bilik tersedia satu tempat tidur khusus, dan dua tenaga kesehatan untuk melakukan pemeriksaan payudara dan vagina. (RIW/NRH/APR)

Tinggalkan Balasan

Exit mobile version