Dinas PKP Provinsi Kalsel Programkan Normalisasi Saluran Tersier

BANJARBARU – Tahun 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP), kembali melaksanakan program normalisasi saluran tersier kawasan pertanian di tiga daerah yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara, Batola dan Tanah Laut. Pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Provinsi Kalimantan Selatan yang terkenal dengan luasnya lahan pertanian, memiliki agenda penting pada tahun 2024, yaitu program normalisasi saluran tersier.

Program Normalisasi Saluran Tersier

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman melalui Kepala Seksi Lahan dan Irigasi, Muhammad Gazali Habibi menyampaikan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi pertanian di Kalimantan Selatan dan membantu para petani untuk mendapatkan hasil panen yang lebih baik.

“Untuk kegiatan normalisasi saluran ini nantinya masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan dilibatkan untuk membersihkan saluran tersier yang ada di persawahan mereka,” ungkap Gazali.

Dilanjutkanny, Program program normalisasi saluran tersier, dilakukan setiap tahunnya dan akan membersihkan sekitar 11 km saluran untuk setiap tahunnya dari 3 daerah tersebut.

“Dalam program normalisasi saluran tersebut, rata-rata anggaran yang diberikan untuk pembersihan saluran di kawasan pertanian adalah sekitar Rp20 juta per km,” lanjut Gazali.

Anggaran tersebut akan diberikan untuk membersihkan lumpur, gulma, dan rumput yang sudah terendap di saluran. Sistem pembanyaran yaitu upah kerja yang diatur oleh program normalisasi saluran ini adalah dengan memberikan upah kepada kelompok tani yang terlibat dalam pembersihan saluran tersebut.

“Program normalisasi saluran ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas irigasi dan produksi pertanian di Kalimantan Selatan. Dengan sistem upah kerja yang merupakan bergotong royong, program tersebut tidak hanya memberikan manfaat besar bagi petani, tetapi juga membantu meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam menjaga kawasan pertanian yang ada di sekitarnya,” lanjut Gazali.

Dalam kegiatan normalisasi saluran tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pertanian akan diberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga saluran pertanian agar tetap bersih dan terjaga dengan baik.

“Dengan adanya program normalisasi saluran ini, diharapkan kawasan pertanian di Kalimantan Selatan dapat berkembang lebih baik dan dapat meningkatkan produksi pertanian secara signifikan. Hal ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian di wilayah Kalimantan Selatan serta membantu mencukupi kebutuhan pangan nasional,” tutup Gazali. (MRF/RDM/RH)

Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar Resmi Digelar

BANJARMASIN – Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar resmi digelar oleh Taman Budaya di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan

Kepada sejumlah wartawan, Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti, pada Kamis (1/8) mengatakan, dalam rangkaian Karasmin Ragam Pesona Budaya Banjar, akan digelar Pertunjukan Seni Musik selama tiga hari, mulai Jam 16.00 – 22.30 WITA, pada 2 – 4 Agustus di panggung Bakhtiar Sanderta. Dimana, pergelaran melibatkan berbagai cabang seni dan keikutsertaan tidak hanya seniman tetapi kalangan peserta didik.

Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Suharyanti

“Warga dapat menyaksikan secara langsung karya seni yang ditampilkan tidak hanya menari, menyanyi juga musik band,” ucapnya

Disampaikan Suharyanti, pihaknya juga menggelar Lomba Vlog, Tari Kreasi, puncak kegiatan digelarnya Lomba Pawai Seni Budaya, pada Minggu 4 Agustus 2024, diikuti sebanyak 20 group, dengan start mulai Lapangan Sepak Bola Kayu Tangi menuju ke Taman Budaya Kalsel pada Jam 14.00 WITA.

“Kami juga menggelar Lomba Bazar Kuliner, dengan penilaian tingginya minat pengunjung dalam berbelanja,” jelasnya.

Salah satu stand Bazaar Kuliner di halaman Panggung Bakhtiar Sanderta

Lebih lanjut Suharyanti menambahkan, dalam agenda rutin tahunan ini selaras dengan tugas pokok dan fungsi mengembangan visi misi Pemprov Kalsel, sebagai upaya untuk mendorong kelestarian seni budaya di Kalsel.
Pihaknya ingin terciptanya proses ruang kreatif, kreasi, ekspresi dan eksplorasi bagi pelaku seni.

“Kesenian di Kalsel ini harus semakin maju terdepan,” tutup Yanti. (NHF/RDM/RH)

Banjarmasin Jadi Tuan Rumah Kongres JKPI 2024

BANJARMASIN – Kota Banjarmasin menjadi tuan rumah kongres Jaringan Kota Pusaka (JKPI) Tahun 2024.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina menjelaskan, agenda Kongres ke 6 Jaringan Kota Pusaka (JKPI) di Kota Banjarmasin dipastikan digelar pada tanggal 18 – 21 September 2024 mendatang.

“Dimana pergelaran JKPI berbarengan dengan momentum Peringatan Hari Jadi (Harjad) Kota Banjarmasin,” ungkap Walikota, kepada sejumlah wartawan, baru baru tadi.

Ibnu mengatakan pergelaran agenda besar ini akan dihadiri 80 kabupaten dan kota se Indonesia yang menjadi anggota JKPI.

Selain itu, berbagai rangkaian kegiatan dilaksanakan diantaranya pameran, seminar, hingga pertunjukan seni budaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu juga mengatakan, jika nantinya Walikota Banjarmasin akan ditunjuk sebagai Ketua JKPI selanjutnya.

“Pada pelaksanaan Kongres JKPI Tahun 2024 di Kota Banjarmasin, akan Ada penunjukan Walikota Banjarmasin sebagai Ketua JKPI periode selanjutnya,” ungkap Ibnu.

Seperti sebelumnya, Kota yang menjadi tuan rumah akan ditunjuk sebagai ketua berikutnya.

“Walikota Banjarmasin akan menerima tongkat estafet dari Walikota Semarang. Untuk menjalankan tugas selanjutnya,” ucap Ibnu. (SRI/RDM/RH)

Paman Yani Ingatkan Rehabilitasi Mangrove di Pesisir Pantai Dilakukan Secara Maksimal

BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi, mengingatkan agar Pemerintah Provinsi Kalsel melakukan rehabilitasi hutan Mangrove di pesisir pantai secara maksimal.

Hal itu disampaikan Legislator Kalsel yang akrab disapa Paman Yani ini ketika mengikuti rapat Badan Anggaran DPRD Kalsel bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kalsel yang membahas Rancangan KUPA dan PPAS Tahun Anggaran 2024 di gedung B DPRD Kalsel, Kamis (1/8).

Paman Yani menjelaskan dirinya sering mengingatkan bahwa garis pesisir pantai yang ada di Kalsel terus tergerus air laut. Bahkan, menurutnya, air laut sudah masuk ke daratan sepanjang 8 kilometer di kabupaten Tanah Bumbu. Beranjak dari hal tersebut, pada tahun 2022 lalu, pihaknya mengundang Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan dan KKP untuk membahas penanganan abrasi yang terjadi di pinggir pesisir pantai di Kalsel.

Dari hasil rapat tersebut, lanjut Paman Yani, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk reboisasi hutan Mangrove yang ada di pesisir pantai di Kalsel pada tahun 2023 dan pengerjaannya pada tahun 2024 ini.

“Alhamdulillah saat itu disetujui, ada Rp3,8 miliar yang dianggarkan untuk reboisasi hutan Mangrove. Namun sepertinya realisasinya tidak maksimal,” terangnya.

Oleh karena itu, Paman Yani kembali mengingatkan di rapat Banggar tersebut, bahwa penanganan permasalahan lingkungan hidup harus dilakukan secara serius dan betul-betul terkoordinir dengan baik antara pemerintah provinsi, kabupaten dan pusat karena kalau dikerjakan sendiri tidak akan mampu sehingga hasilnya pun tidak akan maksimal dirasakan.

“Bayangkan dari sekian anggaran itu, hanya terealisasi sekitar lima km. Tentu saja hal ini masih jauh kalau dibandingkan dengan panjang pesisir pantai dari ujung Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut sampai kabupaten Banjar. Sehingga anggaran yang digelontorkan terkesan percuma jika dilakukan separuh-separuh. Belum tentu dari lima km tersebut, hidup semua tanamannya. Tergantung kondisi alam. Ini juga harus diperhitungkan,” tegasnya.

Paman Yani menambahkan reboisasi hutan Mangrove merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan dan menjaga ekosistem laut yang semakin terancam. Selain Itu, penanaman Mangrove diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, seiring dengan ekosistem laut semakin membaik dan hasil perikanan yang meningkat. (NRH/RDM/RH)

Hadiri Pemakaman Taufik Effendie, Paman Birin Kenang sebagai Sosok Teladan dan Panutan

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor atau Paman Birin, menghadiri prosesi pemakaman Almarhum Muhammad Taufik Effendie, seorang tokoh Eksponen 66 yang juga tokoh Pers Kalimantan Selatan itu, di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana, Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kamis (1/8) sore.

Gubernur Kalsel saat menghadiri prosesi pemakaman Taufik Effendi

Sebelumnya, jenazah telah disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin, seusai salat Ashar. Bersama rombongan keluarga langsung bertolak ke Banjarbaru, yang diiringi sejumlah tokoh dan pejabat daerah di Kalsel.

“Saya hormati tamu undangan, wabil khusus keluarga besar almarhum Taufik Effendie, sosok ayahanda kita bersama. Dan saya mewakili ahlul bait mengucapkan terima kasih atas semua yang telah membantu dalam proses pemakaman ini,” ungkap Gubernur Paman Birin selepas proses pemakaman.

Dalam suasana berduka, Paman Birin mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya almarhum yang dikenal sebagai tokoh pers di Banua. Bersamaan itu, Paman Birin menyampaikan pesan dan permohonan maaf kepada seluruh pihak jika ada salah, kekurangan dalam perbuatan atau kekhilafan almarhum selama hidup.

Paman Birin mengenang sosok almarhum, sebagai aktivis dalam pergerakannya tentang kehidupan masyarakat di Tanah Air Indonesia, khususnya Kalsel.

“Beliau dikenal sebagai aktivis dalam pergerakan yang dikenang banyak masyarakat dan bangsa ini,” ungkap Paman Birin, mengenang.

Tentu, Paman Birin menilai sosok almarhum sebagai teladan bagi semua sampai sekarang.

“Beliau dikenal sebagai tokoh panutan yang luar biasa,” tutur Gubernur Kalsel Paman Birin.

Semasa hidup, Gubernur Paman Birin pernah menerima nasihat dari almarhum, walaupun sangat jarang ditemui. Baginya, hati dan perasaan selalu terikat.

“Beliau memberi nasihat kepada saya bahwa kita bersama-sama harus mengabdi kepada masyarakat. Setulus-tulusnya mengabdi kepada negara,” ungkap Paman Birin, haru penuh khidmat.

Terakhir, Paman Birin mengajak semua hadirin dan rombongan untuk memberikan doa terakhir kepada almarhum Taufik Effendie.

Diketahui bahwa sosok Pendiri dan Pemimpin Umum Harian Kalimantan Post itu meninggal dalam usia 83 tahun, pada Rabu (31/7) Pukul 20.10 WIB di Rumah Sakit Graha Amerta Dr. Soetomo Surabaya, Jawa Timur.

Dan semasa hidupnya, almarhum berkiprah di berbagai bidang usaha, antara lain sebagai eksportir lampit rotan hingga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Kalsel.

Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Kadin Kalsel selama dua periode. Di bidang pers, almarhum mendirikan Harian Kalimantan Post yang pada tahun 80-an dan 90-an bernama Dinamika Berita. (Biroadpim-RIW/RDM/RH)

Exit mobile version