Dalam Reses, Paman Yani Langsung Telepon Dirut Bank Kalsel dan Kepala Bappeda Untuk Sampaikan Keinginan Warga

TANAH BUMBU – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, membuktikan tidak hanya menampung, namun juga menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Ini dibuktikan Wakil rakyat akrab disapa Paman Yani itu saat menggelar reses di Desa Sukadamai, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Minggu (28/1).

Bagaimana tidak, saat ada masyarakat menyampaikan aspirasinya untuk adanya Kantor Samsat Pembantu, Kantor Cabang Bank Kalsel, serta destinasi wisata di desa tersebut.

Dihadapan ribuan warga yang hadir, Paman Yani langsung menghubungi Dirut Bank Kalsel melalui telepon dan meminta aspirasi masyarakat Desa Sukadamai langsung direalisasikan.

Sama halnya dengan pengembangan destinasi wisata di desa itu. Paman Yani langsung meminta Kepala Bappeda Kalsel untuk menyusun perencanaan pembangunan destinasi wisata yang layak.

“Kalau kantor Samsat pembantu di Mantewe sudah kita realisasikan dan saat ini sudah dalam proses pembangunan,” ungkap Paman Yani, saat reses di Desa Sukadamai,

Paman Yani menilai, adanya kantor bank Kalsel di Desa Sukadamai akan menggeliatkan ekonomi masyarakat. Bahkan turut berimbas pada pembangunan daerah melalui PAD yang dihasilkan.

Di samping itu, Mantewe yang menjadi jalur lintas Banjarbakula dan Banua Anam ke Tanah Bumbu melalui jalan bypass, menurutnya juga harus dimanfaatkan untuk pengembangan wisata dan UMKM.

“Nah ini yang dikehendaki masyarakat, kemajuan daerah melalui aspirasi,” tutur Paman Yani.

Tidak hanya Desa Sukadamai, keseriusan Paman Yani dalam menjemput aspirasi juga dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat di daerah konstituennya yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Di beberapa desa yang menjadi lokasi reses, tidak sedikit masyarakat yang berterimakasih karena telah dibantu melalui alat mesin pertanian (alsintan), perlengkapan nelayan hingga pembangunan sekolah.

“Kita bekerja untuk kepentingan masyarakat, melayani masyarakat. Jabatan ini apapun namanya itu di gaji dari uang rakyat, sewajarnya kita melayani masyarakat. Wajar jika masyarakat meminta hasil dari yang kita kerjakan,” pungkas Paman Yani.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukadamai, Budi Sriyanto, menilai Paman Yani merupakan sosok wakil rakyat yang tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga merealisasikannya.

“Sejauh ini hanya kepada Paman Yani kami bisa menyuarakan aspirasi langsung secara tatap muka. Saya rasa Paman Yani selalu membawa desa dan masyarakat menjadi lebih maju lagi,” ungkapnya. (SYA/RDM/RH)

Warga Antusias Saksikan Lomba Jukung Tradisional Piala Paman Birin 2024

BANJAR – Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin membuka secara resmi Lomba Jukung Tradisonal Formasi B6 Piala Paman Birin Tahun 2024 yang digelar di Wisata Khatulistiwa, Sungai Rangas, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, Minggu (28/1).

Paman Birin dalam sambutannya menyampaikan pentingnya memelihara budaya lokal.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya, jukung merupakan bagian dari budaya kita karena kita hidup di Kalimantan Selatan yang kaya akan sungai,” ujar Paman Birin.

Selain itu, gubernur berharap pentingnya menjaga nilai-nilai tradisional sambil mendorong pertumbuhan prestasi atletik lokal.

“Saya berharap lomba ini dapat menjadi sarana untuk melestarikan budaya lokal dan meningkatkan prestasi olahraga dayung di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Paman Birin mengumumkan bahwa enam tim juara akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar 10 juta rupiah, disamping hadiah lain yang telah disiapkan oleh panitia.

Lomba yang diinisiasi oleh Paman Birin ini diikuti oleh lebih dari 80 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan, dengan total hadiah mencapai 55 juta rupiah.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono menjelaskan, kegiatan ini diadakan rutin setiap tahun dalam rangka mempromosikan wisata sungai serta mencari bibit bibit atlet dayung.

Kabid Pembudayaan Olahraga Dispora Kalsel Budiono

“Dalam formatnya yang khas, lomba jukung tradisional ini menggunakan jukung formasi B6, dimana satu jukung ditempati oleh 6 orang dengan jarak perlombaan mencapai 400 meter, dengan menerapkan sistem gugur untuk menentukan pemenang,” ujar Budiono.

Masyarakat yang menyaksikan pun sangat antusias. Tak hanya dari warga sekitar, namun juga datang dari berbagai wilayah di luar Kabupaten Banjar, seperti Banjarmasin maupun Banjarbaru. (BIRO.ADPIM/SRI/RDM/RH)

Exit mobile version