14 Juli 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Pemprov Kalsel Gelar Maturi Dahar

2 min read

Suasana Maturi Dahar, di halaman Museum Wasaka Kalsel

BANJARMASIN – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, menggelar Maturi Dahar, guna melestarikan warisan budaya.

Acara yang menjadi rangkaian puncak dari Festival Parang 2023 ini digelar pada Sabtu (24/6) Malam, di halaman Museum Perjuangan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Jalan Kampung Kenanga Ulu Kelurahan Sungai Jingah Kecamatan Banjarmasin Utara.

Disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Kepala Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah, kegiatan Maturi Dahar ini memang pertama kalinya digelar oleh pemprov Kalsel. pihaknya ingin memperkenalkan sebuah warisan budaya kepada masyarakat secara luas, bahwa adanya budaya lokal di Kalimantan Selatan, yang harus dilestarikan.

Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Disdikbud Kalsel, Arry Risfansyah

“Kami ingin warga mengetahui adanya tradisi Maturi Dahar,” ucapnya

Disampaikan Arry, selama kegiatan Festival Parang 2023, yang digelar selama empat hari, pada 22 – 25 Juni ini, antusias pengunjung sangat tinggi, tidak hanya warga Banjarmasin sendiri, bahkan dari Kabupaten dan Provinsi lain.

“Kegiatan ini kita berkolaborasi dengan Museum Lambung Mangkurat, Museum Rakyat Kabupaten HSS, Asosiasi Antropologi Indonesia Kalsel dan Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin,” jelasnya

Sementara itu, Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, Muhammad Rahmadi, mengatakan, kegiatan Maturi Dahar ini biasanya selalu digelar di Makam Sultan Suriansyah, maknanya sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT, dengan karunia Iman dan Islam dari zaman Pemerintahan Raja Banjar Sultan Suriansyah hingga sekarang, agar antar zuriat dan masyarakat dapat mengenang jasa leluhurnya.

Ketua Komunitas Wasaka Korwil Banjarmasin, Muhammad Rahmadi

“Kami apresiasi Pemprov Kalimantan Selatan, khususnya di bidang Kebudayaan melalui Seksi Cagar Budaya dan Permuseuman, Disdikbud Kalsel, yang berperan aktif untuk mendukung gelaran pelestarian budaya ini,” ungkapnya

Lebih lanjut Rahmadi menambahkan, dalam kegiatan ada sekitar 100 benda yang diikutkan ritual, diantaranya Parang dan Keris. Baik dari komunitas Wasaka sendiri, masyarakat umum dan beberapa benda pusaka milik Museum Wasaka Kalimantan Selatan.

“Dalam ritual Maturi Dahar, benda-benda pusaka dijejer di atas kain putih, lalu dilakukan pembersihan, dengan cara dicuci air yang sudah dicampur bunga, pusaka dikeringkan, kemudian diangin-anginkan melalui asap dupa yang mengepul, sembari memanjatkan Zikir, Sholawat dan doa. Selanjutnya makan bersama dengan penyajian kue khas Banjar sebanyak 41 macam, disertai buah-buahan lokal khas Kalsel,” tutupnya.

Untuk diketahui, Festival Parang 2023 ini juga ada tak show membahas tentang sejarah Parang, Wafak dan Lintasan Sejarah Industri Seni Tempa di Kalsel, kemudian tempat Pandai Besi, Pengumpangan, serta Bursa Wasi. Kegiatan ditutup dengan Silaturahmi Wasi Pusaka Banua, pembagian souvernir pengunjung dan penyerahan pemenang lomba Sumpit. (NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.