15 Juni 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Jelang Nataru, Disdag Kalsel Data Bapok di Kab/Kota

2 min read

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, saat meninjau bapok di pasar

BANJARMASIN – Menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, melakukan pendataan ketersediaan bahan pokok.

Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani, saat meninjau bapok di pasaran

Kepada Abdi Persada FM, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan, Birhasani, pada Jumat (23/12) menjelaskan, kegiatan pendataan dilakukan ke tingkat distributor dan pedagang besar, baik Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta Tanah Laut.

Untuk data pertanggal 21 Desember 2023, menunjukkan bahwa ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, cabe, tepung, ayam, telur ayam dan lainnya masih aman hingga Januari 2023 mendatang.

“Giat digelar di pasar Ibu kota kabupaten dan kota se Kalsel,” katanya

Birhasani menjelaskan, di sela giat data bahan pokok, untuk suplai barang dari luar Provinsi ke Kalimantan Selatan tetap berjalan lancar, begitupun distribusi antar kabupaten dan kota masih aman, tanpa mendapat kendala dilapangan. Hal itu merupakan pengakuan para pedagang di pasaran, bahwa pasokan berjalan lancar.

“Masyarakat jangan khawatir, Pemerintah menjamin aman ketersediannya, dalam rangka menyambut Nataru,” pinta Birhasani

Bukan hanya itu, dusampaikan Birhasani, guna menghadapi Natal dan Tahun Baru 2023, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota, terus gencar menggelar pasar murah untuk masyarakat. Hal itu dimaksudkan membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dan barang lainnya, secara mudah dengan harga yang murah.

“Kita ingin meringankan beban menghadapi Nataru, terlebih Pemerintah berupaya dalam pengendalian inflasi di Kalimantan Selatan,” jelasnya

Lebih lanjut Birhasani menambahkan, untuk perkembangan harga antara kabupaten dan kota memang terjadi sedikit perbedaan dikisaran, antara Rp500-Rp1.000 perkilo untuk gula, minyak goreng dan bawang.

Namun dinilai suatu yang wajar, karena adanya penambahan beban biaya transportasi ke kabupaten, terutama barang yang berasal dari Banjarmasin. Sedangkan barang yang berasal dari hasil daerah setempat, seperti cabe, tomat, kacang panjang dan sayur mayur lain, harganya lebih murah dibandingkan di Banjarmasin ataupun Banjarbaru.

“Kenaikan harga beberapa produk juga dipengaruhi, mulai terjadi permintaan yang tinggi, mengingat saat ini sebagian masyarakat kita bersiap untuk merayakan Natal dan Tahun Baru 2023,” tutupnya. (DISDAGKALSEL-NHF/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.