22 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Harga Cabai di Kalsel Masih Tinggi

2 min read

Harga cabai rawit di pasar Bauntung Kota Banjarbaru masih tembus Rp100 ribu per kilogramnya.

BANJARBARU – Harga cabai di Kalsel masih relatif tinggi. Komoditi ini berada dikisaran Rp95 ribu – Rp100 ribu per kilogramnya.

Kondisi ini pun tak dapat dipungkiri mulai keluhan dari pedagang hingga pembeli. Bahkan, saat ini masih dialami sejumlah pasar tradisional termasuk di Ibu Kota Kalsel, Banjarbaru.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Bauntung Banjarbaru, Yayu mengatakan, sebelumnya cabai rawit yang sempat dia jajakan di pasar tradisional itu mampu menyentuh harga Rp120 ribu per kilogramnya dari Mei – Juli 2022.

“Sebelumnya sempat segitu, tapi, harga sekarang sudah berada sekirar Rp100 ribu untuk cabai berjenis rawit,” ungkapnya, kepada Abdi Persada FM, Senin (8/8) siang.

Meski dianggap telah turun. Namun tetap saja, ungkap Yayu, sejumlah pembeli yang datang kedagangannya itu masih tetap mengeluhkan harganya yang relatif cukup tinggi.

“Iya, mahal sekali katanya,” katanya sambil menirukan gaya bicara pembeli.

Kendati begitu, ia menyebut, cabai rawit tanjung lokal yang dijual di pasar Banjarbaru ini sebelumnya pernah dihargai sekitar Rp100 ribu lebih. Tetapi, kini mulai berangsur mengalami penurunan.

“Meski tak begitu jauh turunnya, saat ini sudah sekitar Rp95 ribu,” tuturnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Fathurrahman, mengakui, bahwa komoditi cabai seperti merah dan rawit yang tercatat pada pekan pertama Agustus tahun 2022 masih mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, Fathurrahman, saat menjelaskan harga cabai rawit dan merah.

“Untuk rawit itu masih bertahan dikisaran harga R95 ribu per kilogramnya dan cabai merah itu sekitar Rp75 ribu,” bebernya.

Sebelumnya, ia sempat menjelaskan, kenaikan ini terjadi akibat cuaca yang tak mendukung. Sehingga banyak petani mengalami gagal panen dan berujung merugi. Bukan hanya Kalsel, luar daerah seperti Jawa pun ikut terdampak.

“Kita ketahui pulau Jawa yang juga penghasil ikut terkena imbasnya. Bahkan, sempat permintaan cabai tinggi, tetapi, karena kondisi tadi stok pangan ini pun tak mencukupi hingga berujung pada kenaikan harga,” pungkasnya. (RHS/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.