23 Mei 2024

LPPL Radio Abdi Persada 104,7 FM

Bergerak Untuk Banua

Kembangkan Produk Unggulan Desa, Dinas PMD Kalsel Gelar Bimtek

2 min read

Suasana Bimtek Pengembangan Produk Unggulan Desa

BANJARMASIN – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Produk Unggulan Desa se Kalsel Tahun 2022.

Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari yaitu 22 – 24 Maret 2022 ini diikuti sebanyak 30 orang yang terdiri dari 11 orang dari Dinas PMD tingkat Kabupaten, 11 orang dari pelaku/penggerak usaha produk unggulan desa dan 8 orang dari Provinsi Kalsel.

Kepala Dinas PMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah mengatakan kegiatan ini untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan perangkat desa dalam menghadapi persaingan ekonomi karena ke depan diharapkan kemajuan Kalsel dimulai dengan kemandirian desa.

Kepala Dinas PMD Kalsel, Faried Fakhmansyah (kiri) didampingi Kabid Pengembangan Ekonomi Masyarakat Desa, Wahyu Nugroho

“Untuk itulah maka perlu kita siapkan SDM dan perangkat di desa agar bisa menjawab tantangan ke depan. Salah satunya tantangan untuk memajukan Kalsel sebagai gerbang Ibu Kota Negara. Pada saat ini sebagian kinerja Dinas PMD diperuntukkan untuk meningkatkan kualitas masyarakat desa,” jelasnya kepada wartawan, usai membuka Bimtek, Selasa (22/3).

Faried juga berharap para peserta Bimtek ini dapat menyampaikan ilmu yang didapat dari tingkat kabupaten hingga ke tingkat desa.

Sementara, Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Masyarakat Dinas PMD Provinsi Kalsel, Wahyu Nugroho menambahkan pihaknya terus mendorong desa-desa di Kalsel agar dapat mengembangkan produk unggulannya sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di desa.

“Menjadikan satu produk unggulan desa itu cukup mudah karena persyaratannya hanya apa yang ada di desa, selalu tersedia, memiliki nilai ekonomi, berkelanjutan atau yang selalu dilakukan oleh masyarakat,” ucapnya.

Contohnya, lanjut Wahyu, saat ini masyarakat di desa di Kabupaten Barito Kuala (Batola) mengembangkan es krim jeruk lantaran buah jeruk di Batola cukup melimpah. Dengan dibuat es krim maka diharapkan nilai jual jeruk menjadi meningkat.

Selain itu, di Desa Pengaron Kabupaten Banjar, ada rimpang-rimpangan dimana hal itu bisa masyarakat kembangkan sebagai produk unggulan desa mereka,” tambahnya. (NRH/RDM/RH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Abdi Persada | Newsphere by AF themes.